PSIM Jogja Terpuruk, Yusaku Yamadera Berharap Bisa Main Reguler

PSIM Jogja Terpuruk, Yusaku Yamadera Berharap Bisa Main Reguler

Penggawa PSIM Jogja Yusaku Yamadera (jersey putih) saat memperkuat Indonesia All Stars menghadapi Aston Villa di Stadion GBK, pada Sabtu (1/8/2026) malam. Ist/ Twitter PSIM Jogja

PortalRakyat, JOGJA—Bek PSIM Jogja, Yusaku Yamadera, masih berambisi mendapatkan menit bermain reguler pada Super League 2026/2027. Pemain asal Jepang itu berusaha meyakinkan pelatih melalui latihan, meski sejauh ini belum banyak memperoleh kesempatan tampil pada awal musim.

Yusaku baru masuk starting line-up ketika PSIM bertandang ke markas Bhayangkara FC pada pekan keenam Super League di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Selasa (20/10/2026). Dalam pertandingan tersebut, PSIM ditangani caretaker Guntur Cahyo Utomo.

Sebelum laga itu, Yusaku belum mendapat kesempatan bermain dalam empat pertandingan awal bersama pelatih kepala Jean-Paul van Gastel. Kondisi tersebut membuatnya harus terus berusaha agar kembali dipercaya mengisi susunan pemain utama.

Pemain yang akrab disapa Saku itu mengaku sudah berupaya maksimal dalam setiap sesi latihan. Ia berharap kerja kerasnya bisa membuka peluang untuk tampil lebih rutin bersama Laskar Mataram.

“Saya ingin main reguler. Jadi, saya harus menunjukkan apa yang bisa saya lakukan dalam latihan. Bagi saya, saya mencoba setiap hari, tetapi semoga kesempatan main reguler akan datang,” kata Yusaku, Kamis (22/10/2026).

Yusaku Siap Mengisi Posisi Bek Tengah dan Bek Kiri

Yusaku menegaskan dirinya berada dalam kondisi bugar dan siap dimainkan kapan pun pelatih membutuhkan. Menurut dia, menjaga kesiapan fisik dan mental merupakan bagian dari tanggung jawab seorang pemain profesional.

“Tentu saja saya selalu siap. Itu sudah menjadi tugas saya. Saya harus selalu siap 100%,” ujarnya.

Persaingan di lini belakang menjadi salah satu tantangan Yusaku untuk memperoleh tempat di tim utama. Pada posisi bek tengah, ia harus bersaing dengan Franco Ramos dan Jop van der Avert, yang lebih sering dipercaya Van Gastel untuk mengisi posisi tersebut musim ini.

Situasi itu berbeda dibandingkan periode sebelum kedatangan Jop pada paruh musim lalu. Ketika itu, Yusaku kerap menjadi pilihan utama di jantung pertahanan PSIM bersama Ramos.

Setelah Jop bergabung, Yusaku juga beberapa kali mengisi posisi bek kiri pada musim lalu. Ia mengaku tidak keberatan apabila kembali diminta bermain di posisi tersebut demi kebutuhan tim.

“Saya siap bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri. Namun, saya lebih suka bermain sebagai bek tengah. Kalau pelatih ingin saya bermain sebagai bek kiri, tentu saja saya bisa,” ucapnya.

Yusaku Nilai PSIM Perlu Menemukan Solusi

Di luar persaingan memperebutkan tempat di tim utama, Yusaku turut menyoroti tantangan PSIM pada musim ini. Ia menilai lawan-lawan mulai memahami pola permainan Laskar Mataram setelah tim menjalani musim sebelumnya dengan pendekatan taktik yang relatif serupa.

Menurut Yusaku, kondisi tersebut membuat PSIM perlu mencari solusi agar kembali mampu bersaing. Ia membandingkan situasi sekarang dengan putaran pertama musim lalu, ketika PSIM mampu menunjukkan performa yang dinilainya mengejutkan.

“Musim lalu pada putaran pertama kami bermain sangat baik dan membuat keajaiban. Namun, musim ini cukup berat karena pelatihnya sama dan taktiknya hampir sama seperti musim lalu. Jadi, lawan sudah tahu apa yang ingin dan bisa kami lakukan. Mungkin kami harus mencari solusi,” katanya.

Tantangan itu turut terlihat dari posisi PSIM di klasemen sementara Super League 2026/2027. Hingga enam pertandingan, tim tersebut baru mengumpulkan satu poin dan berada di peringkat ke-17.

Yusaku berharap PSIM dapat bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia selama mungkin. Sementara itu, target pribadinya adalah memperoleh kesempatan bermain secara reguler.

“Semoga kami tetap berada di Liga 1 selama mungkin. Untuk target pribadi, mungkin bermain secara reguler,” tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *