Gunungketur Jogja Libatkan UMKM Lokal dalam Program PMT Stunting

Gunungketur Jogja Libatkan UMKM Lokal dalam Program PMT Stunting

Sejumlah orang sedang mengunjungi pasar rakyat tradisional dan ruang kreatif atau Warsimah Pasaran di Kelurahan Gunungketur, Kemantren Pakualaman, Kota Jogja belum lama ini. Istimewa/ Lurah Gunungketur

PortalRakyat, JOGJA—Kelurahan Gunungketur, Kemantren Pakualaman, Kota Jogja, melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak berisiko stunting. Program yang didukung Dana Keistimewaan (Dais) sebesar Rp120 juta ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan perekonomian warga.

Lurah Gunungketur, Sunarni, mengatakan pelaksanaan program tersebut melibatkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) kelurahan yang bekerja sama dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Gunungketur.

“Untuk Gunungketur, program ini dikelola UMKM yang ada di Gunungketur sendiri. Jadi, uangnya bisa berputar di wilayah kami,” kata Sunarni saat ditemui di Pendopo Punakawan, Gunungketur, Kamis (22/10/2026).

Dalam skema pelaksanaannya, TP PKK bertindak sebagai pelaksana melalui mekanisme swakelola tipe IV. Sementara itu, KKMP mengoordinasikan UMKM yang menyediakan makanan tambahan bagi penerima manfaat.

Produk yang disiapkan mencakup telur, olahan ikan, dan olahan daging. Bahan pangan tersebut kemudian disalurkan kepada penerima manfaat program PMT.

Belanja Program Diarahkan ke UMKM Setempat

Sunarni menjelaskan pelibatan UMKM bertujuan memanfaatkan potensi usaha dan sumber daya yang sudah tersedia di Gunungketur. Di wilayah tersebut terdapat pelaku usaha yang menyediakan telur hingga memproduksi beragam olahan pangan.

Menurut dia, potensi itu dapat dimaksimalkan agar belanja program pemerintah tidak hanya memenuhi kebutuhan penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi warga.

“Daripada diberikan kepada pihak luar, kami ingin uangnya berputar di wilayah sendiri,” katanya.

Sebelumnya, penyediaan makanan tambahan dapat dilakukan melalui pihak ketiga dari luar wilayah. Melalui skema yang diterapkan di Gunungketur, pengadaan pangan kini diarahkan kepada UMKM lokal yang dikoordinasikan melalui KKMP.

Sunarni menyebut sejauh ini tidak ada keluhan yang disampaikan masyarakat maupun penerima manfaat terkait pelaksanaan program tersebut. Pemenuhan standar penyediaan makanan juga menjadi perhatian untuk menjaga kualitas produk yang diterima masyarakat.

KKMP Buka Akses Pemasaran Produk UMKM

Selain terlibat dalam penyediaan makanan tambahan, KKMP Gunungketur turut membuka peluang pemasaran bagi produk UMKM lainnya. Salah satunya melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memasok produk kue.

UMKM yang memasarkan produknya melalui KKMP merupakan anggota koperasi. Dengan pola tersebut, koperasi berperan mengoordinasikan pelaku usaha sekaligus membantu memastikan produk yang dipasok memenuhi standar yang ditetapkan.

Ke depan, Kelurahan Gunungketur berencana memperluas kegiatan KKMP dengan menyediakan kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, dan gas.

Pengembangan tersebut diharapkan memperluas manfaat koperasi bagi anggotanya sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, keterlibatan UMKM dalam program PMT menjadi salah satu upaya menghubungkan pemenuhan kebutuhan gizi dengan aktivitas ekonomi di tingkat kelurahan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *