Herlina Pakpahan meminta Srikandi Hanura turun langsung menyerap aspirasi perempuan melalui kaderisasi, pengabdian dan solidaritas. /Istimewa.
PortalRakyat, SLEMAN—Ketua Umum terpilih Srikandi Hanura periode 2026–2031, Herlina Pakpahan meminta jajaran pengurus dan kader organisasi sayap perempuan Partai Hanura memperkuat kerja lapangan dengan turun langsung ke masyarakat.
Herlina menekankan pentingnya kader Srikandi Hanura dari tingkat pusat hingga daerah menyerap aspirasi dan mendengarkan berbagai keluhan masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Pesan tersebut disampaikan Herlina saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari Partai Hanura se-Indonesia di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Sleman, Rabu (16/9/2026).
Menurut Herlina, kepemimpinan baru Srikandi Hanura bukan sekadar pergantian jabatan. Posisi tersebut menjadi amanah untuk menggerakkan organisasi agar memiliki kerja yang dirasakan langsung masyarakat.
“Kami menekankan agar Srikandi Hanura dari tingkat pusat sampai ke daerah untuk melakukan kerja nyata dengan turun langsung mendengar keluhan dan aspirasi dari para masyarakat khususnya perempuan, agar Hanura lebih dekat di hati nurani masyarakat,” katanya.
Tiga Agenda Srikandi Hanura
Herlina terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Srikandi Hanura periode 2026–2031 dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Srikandi Hanura yang berlangsung di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Setelah Munaslub, Herlina mulai menyapa kader serta legislator Hanura di berbagai daerah. Ia menyebut penguatan organisasi dari pusat hingga daerah menjadi salah satu bagian penting dari kepemimpinannya.
Herlina mengatakan langkah dan kerja politik yang terukur dari pimpinan maupun kader diperlukan untuk memperkuat keberadaan Hanura di tengah masyarakat. Ia juga menempatkan kaum perempuan sebagai salah satu kelompok yang menjadi perhatian dalam kerja organisasi tersebut.
Pendekatan itu dilakukan melalui sejumlah bidang, antara lain penguatan UMKM, layanan kesehatan, pendidikan, serta program aksi sosial. Agenda tersebut diselaraskan dengan tiga pilar Srikandi Hanura, yakni kaderisasi, pengabdian, dan solidaritas.
“Ini sekaligus upaya untuk memastikan kepengurusan dari tingkat pusat, daerah sampai cabang supaya bisa menjadi tim yang sangat solid untuk 2029 nanti,” ungkap Herlina.
Dalam kepemimpinannya, Srikandi Hanura menetapkan tiga agenda utama. Agenda pertama adalah kaderisasi dengan menyiapkan kader perempuan yang tangguh dan siap bertarung di legislatif maupun eksekutif.
Agenda kedua yakni pengabdian. Srikandi Hanura akan menjalankan program sosial dengan turun langsung membantu masyarakat melalui berbagai bidang, mulai dari UMKM, kesehatan, pendidikan, hingga bidang lainnya.
Agenda ketiga adalah solidaritas. Srikandi Hanura akan bergerak dalam satu komando dan satu barisan di bawah panji Partai Hanura.
Sinergi dengan 525 Anggota DPRD
Kerja organisasi Srikandi Hanura juga diarahkan untuk mendukung kerja legislatif kader Hanura di daerah. Berdasarkan hasil Pemilu 2024, Partai Hanura memiliki sekitar 525 anggota DPRD tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah 525 anggota DPRD tersebut juga tercantum dalam profil resmi Partai Hanura.
Herlina melihat konsolidasi antara Srikandi Hanura dan para wakil rakyat di daerah sebagai bagian dari upaya menjalankan program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui konsolidasi dan sinergi tersebut, Partai Hanura menyatakan optimistis dapat menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan yang dihadapi kaum perempuan di berbagai daerah di Indonesia.
Kepemimpinan Herlina untuk periode 2026–2031 sebelumnya ditetapkan melalui Munaslub Srikandi Hanura di Jakarta. Dalam forum tersebut, Herlina terpilih secara aklamasi dan menyatakan kepengurusan akan diperkuat mulai tingkat pusat, daerah hingga cabang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
