Benda merah menyala terlihat di langit Manisrenggo Klaten dan viral. Polisi mengecek dugaan benda tersebut merupakan rocket parachute flare. /TikTok.
PortalRakyat, KLATEN—Video benda berwarna merah menyala yang terlihat turun perlahan di langit wilayah Manisrenggo, Klaten, viral di media sosial. Benda tersebut belakangan diduga merupakan bola api yang kemungkinan berasal dari rocket parachute flare.
Dalam video yang beredar, benda bercahaya merah terlihat melayang sebelum perlahan turun dan kemudian meredup. Rekaman itu antara lain dibagikan melalui Instagram dan Threads.
Salah satu video yang diunggah ulang akun Instagram @merapi_uncover menyebut fenomena tersebut terlihat dari Jalan Manisrenggo-Prambanan sekitar pukul 22.28 WIB pada 15 September 2026.
“Apa ini ya lur terlihat jelas dari jalan Manisrenggo Prambanan sekitar pukul 22:28 WIB 15/9/2026,” tulis keterangan video tersebut.
Video serupa juga beredar di Threads melalui akun @xia.xi. Dalam keterangannya, pengunggah menyebut warga Barukan sempat keluar rumah setelah melihat benda menyerupai bola api berwarna kemerahan di atas permukiman.
Pengunggah juga mempertanyakan asal benda tersebut karena dinilai berbeda dengan meteor yang biasanya melintas cepat kemudian menghilang. Namun, asal-usul benda itu hingga kini belum dapat dipastikan.
Polisi Telusuri Benda Merah
Kepolisian menindaklanjuti video viral tersebut dengan berkoordinasi bersama kepala desa, perangkat desa, dan warga di wilayah Barukan. Dari penelusuran awal, belum ada pihak yang mengetahui secara pasti dari mana benda bercahaya tersebut berasal.
Aparatur desa dan warga memperkirakan benda itu merupakan rocket parachute flare. Alat tersebut merupakan perangkat keselamatan maritim berupa roket genggam yang dapat memancarkan cahaya merah di udara sebagai tanda bahaya.
Kapolsek Manisrenggo AKP Sarwoko mengatakan sejauh ini tidak ada laporan kerusakan maupun kejadian lain yang berkaitan dengan benda merah tersebut.
“Kami tetap mengimbau masyarakat, khususnya di Manisrenggo, agar tetap tenang, tidak usah resah. Setelah kami kroscek dan kami berkoordinasi dengan warga, kemungkinan besar itu berasal dari flare yang biasanya digunakan untuk penanda bahaya di kapal laut,” jelas Sarwoko saat dihubungi Espos, Rabu (16/9/2026).
Meski demikian, dugaan tersebut belum disertai kepastian mengenai sumber atau lokasi benda tersebut berasal. Polisi masih mengacu pada hasil pengecekan bersama warga dan aparatur wilayah setempat.
Tidak Ada Dampak
Kepala Desa Barukan, Eko Priyo Sadono, memastikan tidak ada dampak yang ditimbulkan setelah benda berwarna merah tersebut terlihat turun perlahan dan kemudian meredup pada Selasa malam.
Eko juga menyebut benda tersebut diduga merupakan rocket flare yang dinyalakan oleh seseorang.
“Pangapunten itu hanya orang iseng menyalakan tanda bahaya rocket flare,” kata Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
