PortalRakyat, SINGAPURA—Grand Prix (GP) Singapura di Marina Bay Street Circuit tetap berlangsung sesuai agenda meski menghadapi ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Penyelenggara menyatakan belum berencana mengubah aktivitas hiburan dalam rangkaian ajang Formula 1 tersebut.
Direktur Eksekutif Singapore GP Pte Ltd Adam Firth menegaskan seluruh aktivitas masih berjalan sesuai rencana. Pernyataan itu disampaikan setelah Badan Pengatur Olahraga Otomotif Dunia (FIA) mengeluarkan pernyataan resmi pada Kamis (8/10) mengenai kemungkinan pembatasan kegiatan luar ruangan.
Pembatasan tersebut mencakup aktivitas hiburan yang berpotensi tidak dapat dilaksanakan apabila kondisi asap yang menyelimuti Singapura semakin memburuk.
“Bertentangan dengan laporan media baru-baru ini, saat ini tidak ada rencana mengubah aktivitas hiburan kami di ajang Formula 1 Grand Prix Singapore,” kata Firth dalam keterangan tertulis pada Jumat (9/10/2026).
Firth menambahkan penyelenggara terus memantau kondisi cuaca sebagai bagian dari standar operasional pelaksanaan acara. Menurut dia, setiap perubahan terkait agenda akan disampaikan melalui saluran resmi.
“Jika ada perubahan kami akan menyampaikannya melalui saluran resmi kami secara tepat waktu,” ujar Firth.
Dalam sepekan terakhir, Singapura terkena dampak kebakaran hutan di Indonesia berupa kabut asap yang diikuti penurunan kualitas udara hingga masuk kategori tidak sehat.
Dewan Pariwisata Singapura turut memantau tingkat polusi dan akan memberikan informasi terkini mengenai perkembangan kabut asap. Kondisi tersebut menjadi perhatian menjelang pelaksanaan GP Singapura di Marina Bay Street Circuit pada Minggu (11/10).
Lando Norris Berharap Performa McLaren Membaik
Di tengah persiapan menuju GP Singapura, pembalap McLaren Lando Norris juga berharap masalah performa mobilnya dapat segera diatasi. Juara bertahan Formula 1 tersebut mengakui McLaren belum tampil maksimal dalam dua seri terakhir dan membutuhkan banyak perubahan.
Norris menyoroti sejumlah persoalan yang harus dibenahi, baik berdasarkan hasil balapan maupun dari sisi performa mobil. Ia berharap timnya dapat kembali mencapai level kompetitif seperti yang ditunjukkan sebelumnya di Budapest, Zandvoort, dan Madrid.
“Jelas dari apa yang terjadi dalam balapan, tapi juga hal-hal umum dari sudut pandang mobil dan apa yang kita butuhkan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik, dan bagaimana kami bisa kembali ke level yang sama seperti yang kami lakukan sebelumnya: Budapest, Zandvoort dan Madrid,” kata Norris dikutip dari Formula 1, Jumat.
Pembalap asal Inggris itu menilai pengembangan mobil McLaren masih membutuhkan banyak perubahan. Hasil yang mengecewakan dalam dua seri terakhir membuatnya terlempar dari podium. Ia juga sempat mengalami gagal finis atau did not finish (DNF) pada GP Jepang.
McLaren Hadapi Kendala Kecepatan di Lintasan Lurus
Salah satu persoalan yang disoroti Norris adalah kemampuan mobil saat melaju di lintasan lurus. Ia menilai McLaren belum mampu menemukan kecepatan maksimal dalam kondisi tersebut.
Menurut Norris, tim harus mencari potensi tambahan dari mobil yang sebelumnya sudah mampu menunjukkan performa baik. Upaya itu dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi McLaren dalam menghadapi seri berikutnya.
“Bagaimana kami harus mencari potensi dari mobil yang sebelumnya sudah memperoleh performa yang baik. Ini akan sangat sulit dilakukan,” ujar Norris.
Dengan GP Singapura dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/10), McLaren berharap dapat memperbaiki performa mobilnya. Sementara itu, penyelenggara terus memantau kondisi kabut asap dan menegaskan belum ada rencana perubahan agenda hiburan selama situasi masih memungkinkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
