Gagal Verifikasi Wajah Perlinsos Digital? Ini Cara Mengatasinya

PortalRakyat, JAKARTA— Masyarakat yang mengalami kegagalan verifikasi wajah saat mendaftar bantuan sosial melalui Perlinsos Digital dapat mencoba sejumlah langkah sebelum mengulangi seluruh proses registrasi. Kendala ini bisa muncul akibat pencahayaan yang tidak memadai, posisi wajah yang keliru, masalah kamera ponsel, hingga ketidaksesuaian data kependudukan.

Verifikasi wajah menjadi salah satu tahapan untuk memastikan identitas pengguna sesuai dengan data kependudukan. Namun, kegagalan sistem membaca wajah tidak serta-merta berarti seseorang tidak memenuhi syarat sebagai penerima bantuan sosial atau bansos.

Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain memperbaiki pencahayaan, menempatkan wajah di tengah layar, membersihkan kamera depan, serta memastikan koneksi internet stabil. Jika masalah masih terjadi, masyarakat dapat mencoba peramban lain atau meminta pendampingan Agen Perlinsos.

Mengenal Perlinsos Digital dan Fungsinya

Perlindungan Sosial Digital atau Perlinsos Digital merupakan sistem layanan terintegrasi berbasis Digital Public Infrastructure (DPI) yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan data dan penyaluran bantuan sosial secara transparan, akurat, serta tepat sasaran.

Melalui layanan ini, masyarakat dapat melakukan pendaftaran bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sistem tersebut juga dirancang untuk membantu pengguna mengetahui hasil penilaian kelayakan serta mengajukan sanggahan apabila terdapat data yang dinilai belum sesuai.

Mengutip laman Indonesia Baik yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Perlinsos Digital pertama kali diuji coba di Banyuwangi pada September 2025.

Layanan ini dirancang agar masyarakat dapat mendaftar menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), memperoleh hasil pada hari yang sama, serta menyampaikan sanggahan jika diperlukan.

Pemerintah juga mengintegrasikan data dari delapan lembaga secara real-time untuk mendukung proses penilaian kelayakan calon penerima bantuan. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan penetapan penerima mengacu pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, Indonesia mengalokasikan lebih dari Rp500 triliun setiap tahun untuk perlindungan sosial.

Perlinsos Digital perlu dibedakan dari layanan Cek Bansos. Cek Bansos selama ini digunakan masyarakat untuk mengetahui status penerima bantuan, mengajukan usul dan sanggah data, serta memperoleh informasi mengenai program bansos.

Sementara itu, Perlinsos Digital masih berada dalam tahap uji coba dan dirancang sebagai layanan terintegrasi yang mencakup pendaftaran, pembaruan data, hingga hasil verifikasi.

Penyebab Verifikasi Wajah Perlinsos Digital Gagal

Verifikasi wajah digunakan untuk membantu memastikan identitas orang yang melakukan pendaftaran sesuai dengan identitas kependudukan yang tercatat. Berdasarkan informasi yang dirujuk dari Kementerian Sosial (Kemensos), kegagalan verifikasi dapat dipengaruhi kondisi perangkat, lingkungan, maupun kesesuaian data.

Berikut sejumlah penyebab yang perlu diperiksa ketika verifikasi wajah tidak berhasil.

Pencahayaan tidak memadai

Ruangan yang terlalu gelap atau terlalu terang dapat menyulitkan sistem membaca wajah. Posisi membelakangi sumber cahaya, seperti jendela, juga dapat membuat wajah terlihat kurang jelas karena cahaya dari belakang tubuh.

Posisi wajah tidak tepat

Wajah yang tidak berada di tengah layar, terlalu dekat atau terlalu jauh dari kamera, serta posisi kepala yang miring dapat menghambat proses pemindaian.

Aksesori menutupi wajah

Masker, kacamata hitam, topi, atau aksesori lain yang menutupi bagian wajah bisa membuat sistem kesulitan mengenali karakteristik wajah pengguna.

Data biometrik berbeda dengan data Dukcapil

Perbedaan antara tampilan wajah terkini dan data biometrik yang tersimpan dalam sistem Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dapat memengaruhi proses pencocokan identitas.

Kamera ponsel kotor

Lensa kamera depan yang kotor dapat menghasilkan gambar buram sehingga wajah tidak terbaca dengan baik oleh sistem.

Koneksi internet tidak stabil

Gangguan jaringan internet dapat menghambat pengiriman data atau membuat proses verifikasi terputus sebelum selesai.

Peramban tidak mendukung proses verifikasi

Masalah juga dapat berasal dari peramban yang digunakan untuk mengakses portal. Pengguna dapat mencoba peramban lain yang mutakhir, misalnya beralih dari Google Chrome ke Microsoft Edge.

Cara Mengatasi Verifikasi Wajah yang Gagal

Sebelum melakukan pendaftaran ulang, masyarakat dapat memeriksa kondisi perangkat dan mengikuti sejumlah langkah berikut.

Pastikan wajah terlihat jelas. Lepaskan masker dan aksesori yang menghalangi wajah, kemudian arahkan pandangan ke kamera sesuai petunjuk sistem.

Perbaiki pencahayaan. Lakukan pemindaian di tempat dengan cahaya yang cukup dan merata. Hindari membelakangi jendela atau sumber cahaya yang terlalu terang.

Atur posisi ponsel. Tempatkan kamera sejajar dengan wajah dan jaga jarak sesuai petunjuk pada layar. Usahakan kepala tetap tegak selama proses pemindaian.

Bersihkan kamera depan. Periksa lensa kamera ponsel dan pastikan tidak tertutup debu atau noda yang membuat gambar wajah buram.

Periksa koneksi internet. Gunakan jaringan yang stabil. Jika proses sebelumnya terputus karena gangguan koneksi, coba kembali setelah jaringan membaik.

Gunakan peramban lain. Apabila kendala diduga berasal dari peramban, coba akses portal menggunakan peramban mutakhir lainnya, seperti Google Chrome atau Microsoft Edge.

Ulangi proses login IKD. Buka kembali portal Perlinsos melalui alamat resmi, kemudian ikuti tahapan autentikasi sesuai petunjuk yang tersedia.

Minta bantuan Agen Perlinsos. Jika seluruh langkah tersebut belum berhasil, masyarakat dapat meminta pendampingan petugas yang berwenang untuk membantu proses registrasi dan pemeriksaan kendala.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Verifikasi Tetap Gagal?

Apabila verifikasi wajah tetap tidak berhasil setelah pengguna memperbaiki kondisi kamera, pencahayaan, dan jaringan internet, langkah berikutnya adalah meminta bantuan melalui Agen Perlinsos.

Agen Perlinsos dapat membantu masyarakat dalam proses registrasi, perbaikan data, hingga pengajuan sanggahan sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan keterangan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), agen tersebut dapat berasal dari pendamping sosial, operator kelurahan, perangkat RT/RW, atau petugas pemerintah yang ditugaskan.

Pendampingan ini disediakan agar masyarakat yang mengalami kesulitan menggunakan layanan digital tetap dapat mengakses proses pengajuan bantuan.

Masyarakat juga dapat menghubungi layanan Kemensos melalui Command Center 171 untuk meminta arahan terkait kendala layanan bansos. Jika masalah diduga berasal dari ketidaksesuaian data kependudukan, pengguna dapat meminta pemeriksaan lebih lanjut melalui instansi Dukcapil terkait.

Pendaftaran Perlinsos Digital dapat diakses melalui portal resmi perlinsos.kemensos.go.id.

Masyarakat perlu menjaga keamanan informasi pribadi selama proses pendaftaran. Jangan memberikan PIN Identitas Kependudukan Digital (IKD), kode OTP, atau informasi sensitif lainnya kepada pihak yang tidak berwenang.

Perlu diingat, keberhasilan verifikasi identitas tidak otomatis membuat seseorang ditetapkan sebagai penerima bansos. Penetapan penerima tetap bergantung pada proses penilaian kelayakan sesuai ketentuan pemerintah.

Dengan memeriksa kondisi perangkat, memperbaiki cara pemindaian, dan memanfaatkan layanan pendampingan yang tersedia, masyarakat dapat mencoba mengatasi kendala verifikasi wajah tanpa harus langsung mengulang seluruh tahapan pendaftaran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *