Pentagon Siapkan Opsi Serangan Tiga Hari ke Iran, Trump Belum Ambil Keputusan

Pentagon Siapkan Opsi Serangan Tiga Hari ke Iran, Trump Belum Ambil Keputusan

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. – Freepik

PortalRakyat, ISTANBUL—Pentagon dilaporkan tengah menyiapkan opsi operasi militer intensif selama tiga hari terhadap Iran, meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Washington tidak akan menyerang sebelum pemilu paruh waktu pada 3 November 2026.

Menurut laporan The New York Times pada Kamis (8/10/2026), militer AS atas perintah Trump telah menyusun sejumlah opsi serangan yang menyasar persenjataan rudal dan drone Iran, fasilitas energi, serta lokasi militer lainnya.

Sejumlah pejabat senior keamanan nasional AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance membahas rencana tersebut dalam pertemuan di Camp David pada Jumat (2/10/2026), menurut sumber yang mengetahui rincian usulan itu.

Rencana tersebut berfokus pada operasi singkat dan intensif selama sekitar tiga hari. Sasaran utamanya mencakup persenjataan rudal dan drone Iran yang sebagian telah dibangun kembali oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Selain itu, fasilitas energi Iran, pos komando, dan markas IRGC juga masuk dalam daftar sasaran potensial, menurut laporan tersebut.

Pentagon Siapkan Opsi Operasi Militer, Belum Ada Tanggal Serangan

Secara terpisah, Axios beberapa hari sebelumnya melaporkan bahwa Pentagon telah memerintahkan Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk menyelesaikan persiapan kemungkinan melanjutkan operasi tempur berskala besar terhadap Iran.

Namun, perintah tersebut tidak menetapkan tanggal serangan. Trump juga belum mengambil keputusan final mengenai pelaksanaan operasi militer tersebut.

Pada Kamis (8/10/2026), Trump mengatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu pada 3 November. Dia juga menyebut upaya diplomatik dengan Teheran masih berlangsung.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan Washington dan Teheran sedang melakukan “diskusi yang produktif”.

The New York Times turut melaporkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir Trump berulang kali menolak usulan untuk kembali melaksanakan operasi militer besar terhadap Iran, meskipun dia memerintahkan Pentagon menyiapkan opsi baru.

Sementara itu, tiga kapal induk AS diperkirakan berada di kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan mendatang sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer Washington di kawasan tersebut.

Iran dan AS Bertukar Proposal untuk Mengakhiri Perang

Di tengah persiapan militer AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran dan Washington telah bertukar proposal baru untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Turkmenistan pada Kamis. Pertemuan itu berlangsung di sela-sela agenda para pemimpin Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) dan KTT lingkungan Laut Kaspia.

Pezeshkian menegaskan Iran tidak akan mundur dari perundingan dengan AS meskipun perang masih berlangsung.

“Kami sedang berunding, tetapi setiap kali kami berbicara dengan AS, mereka kembali menyerang. Namun, kami tidak akan meninggalkan meja perundingan dan dialog,” kata Pezeshkian, seperti dikutip ISNA.

Menurut Pezeshkian, Teheran telah mengajukan sejumlah proposal, sementara Washington juga menyampaikan usulan baru dalam proses negosiasi tersebut.

“Kami telah melakukan revisi terhadap proposal-proposal ini. Setelah semuanya diselesaikan, kami akan duduk bersama melalui mediator yang ada untuk menyatukannya,” ujarnya.

Dia mengatakan tujuan Teheran adalah mengakhiri perang sekaligus memastikan hak-hak rakyat Iran dihormati berdasarkan hukum internasional.

Dengan demikian, di tengah laporan persiapan opsi serangan militer AS, kedua negara masih disebut melakukan pertukaran proposal untuk mengakhiri konflik. Namun, keputusan final Washington mengenai pelaksanaan operasi militer tersebut belum diumumkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *