PT. PLN (Persero)./Istimewa
PortalRakyat, SRAGEN—Ratusan warga dari lima RT di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, menggelar aksi unjuk rasa di simpang empat Pengkok lantaran selama sebulan terakhir listrik sering mati lampu saat waktu Magrib. Keresahan warga memuncak pada Kamis (17/9/2026) malam karena listrik padam tanpa solusi.
Warga mendesak supaya PLN Sragen segera memasang trafo berkapasitas cukup sebagai solusi permanen atas pemadam listrik yang berulang.
Aksi warga terjadi sejak pukul 18.00 WIB. Warga berteriak setiap hari mati lampu saat Magrib selama sebulan. Mereka kesal. Petugas PLN Sragen datang ke lokasi untuk perbaikan di panel listrik. Saat proses perbaikan, warga terus mendesak supaya ada jumper trafo cadangan supaya daya listrik stabil.
Setelah proses perbaikan akhir sekitar pukul 19.00 WIB, listrik menyala lagi. Keresahan warga sedikit mereda. Mereka meminta ada jaminan listrik tidak padam lagi. Mobil petugas operasional PLN “ditahan” sebagai jaminan listrik tak padam lagi.
Kekhawatiran warga pun terbukti. Kurang 30 menit setelah listrik hidup ternyata padam lagi. Warga kembali berdatangan ke simpang empat Pengkok dan terus menyuarakan supaya ada jumper trafo. Empat orang petugas didesak warga. Saat dilakukan perbaikan lagi sempat hidup beberapa menit sebelum akhirnya padam lagi. Hingga pukul 20.00 WIB, listrik masih padam.
Kasi Kesra Desa Pengkok, Suyatno, menjadi wakil warga untuk menyuarakan ke publik bahwa warga Pengkok di lima RT, yakni RT 001, RT 004, RT 005, RT 006, dan RT 016, terdampak pemadaman listrik. Dia menyatakan trafo yang ada tidak kuat kapasitas sehingga harus ganti trafo dengan kapasitas memadai. Dia menyatakan peristiwa listrik padam terjadi setiap hari saat Magrib.
“Kondisi seperti ini merugikan warga karena listrik sering padam mengganggu kenyamanan warga, merusak barang elektronik, menggangu aktivitas pedagang, hingga aktivitas belajar anak juga terganggu. Kami minta malam ini harus ganti trafo. Kalau tidak maka kami warga akan semalaman menggelar aksi. Atau besok pagi bisa menggeruduk Kantor PLN di Sragen,” jelas dia.
Rumah Ketua Komisi III DPRD Sragen Sugiyarto juga terkena dampak listrik padam. Sugiyarto juga turut serta bersama warga menuntut adanya pergantian trafo. Sugiyarto akhirnya menghubungi Manager PLN ULP Sragen Tegar Adi Pratama supaya ada perbaikan segera. Manager Tegar juga berkomunikasi dengan warga bahwa keinginan warga akan diakomodasi secepatnya.
“Kami sudah menerjunkan petugas ke lokasi untuk perbaikan sementara. Kami berjanji bahwa besok pagi [Jumat] PLN akan mengganti trafonya dengan kapasitas memadai. Untuk malam ini sementara diupayakan listrik menyala dulu dengan usaha maksimal,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
