Prabowo Pimpin Rapat DEN 2026, Bahas Stok BBM dan Target E50

Prabowo Pimpin Rapat DEN 2026, Bahas Stok BBM dan Target E50

Presiden Prabowo Subianto/Bisnis Indonesia

PortalRakyat, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung rapat paripurna perdana Dewan Energi Nasional (DEN) tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

Pertemuan strategis tersebut menyoroti langkah antisipasi terhadap dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah guna memastikan ketahanan energi dalam negeri tetap terjaga.

Rapat yang berlangsung sejak pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ini dihadiri oleh Presiden Prabowo selaku Ketua DEN, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menjabat sebagai Ketua Harian. Jajaran anggota DEN dari unsur pemerintah, akademisi, hingga kalangan industri turut hadir dalam pembahasan tersebut.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa diskusi difokuskan pada penguatan cadangan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

“Hal-hal yang kita bahas sudah barang tentu menyikapi geopolitik yang terjadi dengan memastikan ketersediaan energi nasional kita harus cukup. Saya sampaikan, dalam rapat tadi, kami mendiskusikan dan mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden bahwa ketersediaan untuk stok BBM kita, cadangan nasional kita berada di angka 18 sampai 20 hari,” kata Bahlil saat ditemui seusai rapat di selasar Istana Merdeka, Jakarta, Kamis malam.

Selain pengamanan stok BBM harian, Presiden Prabowo menginstruksikan DEN untuk segera merumuskan langkah konkret dalam merealisasikan target pencampuran bensin dengan etanol sebesar 50 persen atau E50. Kebijakan pemanfaatan bahan bakar nabati ini digencarkan guna memperkuat kemandirian energi sekaligus menekan volume impor bahan bakar fosil.

Peluang pengembangan E50 dipandang sangat mendesak mengingat tingginya angka konsumsi energi domestik saat ini. “Bapak Presiden tadi memerintahkan untuk segera menyusun langkah-langkah yang sama untuk kita membangun E50. Kita tahu bahwa konsumsi BBM kita untuk solar per tahun kurang lebih sekitar 39 juta kiloliter dan untuk bensin sama, hampir kurang lebih sekitar 39 sampai 40 juta [kiloliter],” ujar Bahlil.

Strategi swasembada energi ini juga dibarengi dengan rencana eksplorasi secara masif pada berbagai cekungan dan blok minyak baru di tanah air. Di samping itu, pemerintah bakal melakukan optimalisasi pada sumur-sumur minyak tua yang masih berpotensi. Pengelolaan aset minyak berbasis kemasyarakatan turut menjadi perhatian khusus dalam instruksi Presiden.

“Sumur-sumur tua kita akan mengintervensi dengan teknologi, termasuk di dalamnya tadi Bapak Presiden memerintahkan untuk memantau terkait dengan sumur-sumur rakyat yang [jumlahnya] 45.000 itu harus dilakukan secara profesional dan kemudian tidak boleh ada pelanggaran atau dijual ke tempat lain,” ujar Bahlil.

Agenda strategis lain yang menjadi pembahasan utama dalam rapat paripurna DEN tersebut adalah kelanjutan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas). Kepala Negara menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penyusunan regulasi serta arah kebijakan energi nasional ke depan.

“Tadi arahan Bapak Presiden kepada kami bahwa harus kita melakukan kerja sama yang baik antara akademisi, pelaku usaha, dengan pemerintah dalam membuat kebijakan energi ke depan. Hal yang tidak kalah pentingnya, arahan Bapak Presiden kaitannya dengan rancangan undang-undang migas yang dilaporkan oleh Dewan Energi Nasional,” kata Bahlil.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *