Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. – Freepik
PortalRakyat, KULONPROGO — Kebakaran lahan di Kabupaten Kulonprogo masih menjadi ancaman selama musim kemarau 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mencatat 75 kejadian kebakaran lahan sejak musim kemarau, termasuk 16 kejadian sepanjang awal Oktober.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Chris Hartanto, mengatakan kebakaran terjadi di sejumlah titik. Petugas pemadam kebakaran pun beberapa kali melakukan pemadaman selama pekan sebelumnya.
“Oktober ini ada 16 kejadian kebakaran lahan, pada pekan lalu beberapa kali petugas Damkar melakukan pemadaman di sejumlah titik,” kata Chris saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).
Jumlah kejadian pada Oktober tersebut menunjukkan kebakaran lahan masih perlu diwaspadai ketika kondisi lingkungan kering. Kawasan perbukitan Menoreh juga termasuk wilayah yang terdampak kebakaran lahan dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto, mengatakan total 75 kejadian selama musim kemarau jauh lebih tinggi dibandingkan periode kemarau sebelumnya yang hanya mencatat lima kejadian.
“ Kemarau sebelumnya basah jadi masih turun hujan sesekali bikin kebakaran lahan tidak banyak,” ungkap Eko.
Menurut Eko, kondisi lahan yang kering dan cuaca panas membuat material seperti daun kering lebih mudah terbakar. Api juga dapat cepat membesar dan merembet apabila terdapat sumber pemicu serta kondisi yang mendukung penyebarannya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh sumber api di sekitar pekarangan maupun lahan terbuka. Kebiasaan membakar sampah tanpa pengawasan atau membuang puntung rokok sembarangan dapat meningkatkan risiko kebakaran.
“Jangan membakar sampah sembarangan terutama di sekitar lahan kering, jangan membuang puntung rokok sembarangan dan hindari pembakaran lahan dan jangan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar ketika ada angin dan lahan kering,” tegasnya.
BPBD mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Masyarakat juga perlu memastikan api benar-benar padam setelah melakukan kegiatan yang melibatkan pembakaran.
Sebelumnya, BPBD Kulonprogo melaporkan, enam kejadian kebakaran melanda sejumlah wilayah di Kulonprogo dalam sehari pada Minggu (6/9/2026). Mayoritas kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke area di sekitarnya.
Rentetan kejadian tersebut berlangsung sejak pagi hingga malam dan menyasar sejumlah wilayah, mulai dari Lendah, Wates, Sentolo, Pengasih hingga Galur. Objek yang terbakar pun beragam, mulai dari dapur rumah warga, lahan kering hingga kandang ternak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
