iPhone 18 Pro Max 1TB vs 512GB, Ada Selisih Performa Memori hingga 38 Persen

iPhone 18 Pro Max 1TB vs 512GB, Ada Selisih Performa Memori hingga 38 Persen

Tampilan belakang iPhone 18 Pro. Raksasa teknologi asal Cupertino, Apple Inc., resmi meluncurkan lini smartphone generasi terbarunya, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, dalam helatan akbar bertajuk Surprise and Shine pada Kamis (10/9/2026)./Bisnis Indonesia\r\n

PortalRakyat, JOGJA— Kapasitas penyimpanan lebih besar tidak selalu berarti performa memori lebih tinggi. Pada lini iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, varian 1TB dan 2TB dilaporkan menggunakan teknologi flash QLC, sedangkan kapasitas 256GB dan 512GB menggunakan TLC.

Perbedaan tersebut terungkap melalui pengujian kanal teknologi Homolab di Bilibili. Dalam pengujian, iPhone 18 Pro Max 1TB dengan memori QLC dibandingkan dengan model 512GB yang menggunakan TLC.

GSM Arena melaporkan, Apple secara resmi menyediakan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dalam pilihan 256GB, 512GB, 1TB, dan 2TB. Namun, spesifikasi Apple tidak mencantumkan jenis memori NAND yang digunakan pada masing-masing kapasitas.

Kecepatan Turun Setelah Cache Penuh

Perbedaan performa paling terlihat ketika perangkat menjalankan penulisan data dalam jumlah besar secara terus-menerus.

Pada kondisi penyimpanan yang masih longgar, sistem cache SLC pada iPhone 18 Pro Max 1TB dalam pengujian Homolab mampu mencapai kecepatan tulis lebih dari 3.000 MB/s. Cache tersebut digunakan untuk menampung data sementara sebelum dipindahkan ke lapisan penyimpanan berikutnya.

Setelah cache SLC penuh, kecepatan tulis turun ke sekitar 578 MB/s pada lapisan cache berikutnya. Ketika cache tersebut juga tidak lagi mampu menampung data, proses penulisan beralih langsung ke memori QLC.

Pada tahap ini, kecepatannya turun drastis. Homolab mencatat rata-rata sekitar 79,4 MB/s, dengan titik terendah mencapai 25,6 MB/s dalam pengujian tersebut.

Kondisi semakin berat ketika kapasitas penyimpanan perangkat mulai banyak terisi. Saat penggunaan ruang mencapai sekitar 60%, kapasitas cache SLC yang sebelumnya berada di kisaran 250GB menyusut menjadi sekitar 58GB.

Dalam kondisi tersebut, penulisan langsung ke QLC tercatat rata-rata sekitar 45 MB/s dan sempat turun hingga 1,1 MB/s pada titik terburuk pengujian. Angka 1,1 MB/s tersebut merupakan hasil terendah dalam beban kerja intensif, bukan kecepatan yang terus-menerus dialami perangkat dalam pemakaian normal.

Model 1TB Juga Kalah dalam Random Read

Perbedaan performa tidak hanya muncul pada penulisan data berukuran besar.

Dalam pengujian random read dengan beban tertentu, iPhone 18 Pro Max 1TB berbasis QLC tercatat sekitar 38% lebih lambat dibandingkan model 512GB dengan TLC pada tingkat antrean rendah. Ketika beban meningkat, selisih performanya mengecil menjadi sekitar 12 persen, tetapi model QLC tetap berada di belakang.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa kapasitas penyimpanan yang lebih besar pada iPhone 18 Pro tidak otomatis disertai penggunaan media penyimpanan dengan karakteristik performa yang sama.

Apa Bedanya TLC dan QLC?

Perbedaan tersebut berkaitan dengan jumlah bit yang disimpan dalam satu sel memori.

TLC atau Triple-Level Cell menyimpan tiga bit data dalam satu sel, sedangkan QLC atau Quad-Level Cell menyimpan empat bit. Kepadatan QLC memungkinkan kapasitas lebih besar dalam ruang fisik yang sama, tetapi konsekuensinya adalah performa penulisan berkelanjutan yang lebih rendah ketika cache sudah habis.

Apple menggunakan sistem cache untuk mengurangi dampak tersebut. Karena sebagian besar aktivitas sehari-hari hanya menghasilkan penulisan data dalam jumlah relatif kecil, pengguna kemungkinan tidak langsung merasakan perbedaan antara TLC dan QLC.

Kapan Perbedaannya Bisa Terasa?

Dampak QLC lebih berpotensi muncul pada aktivitas yang menghasilkan penulisan data dalam jumlah sangat besar dan berlangsung lama.

Contohnya adalah pemindahan file berukuran besar, pemulihan cadangan perangkat, serta perekaman video beresolusi tinggi dengan durasi panjang. Aktivitas semacam ini dapat membuat cache lebih cepat penuh sehingga perangkat harus menulis langsung ke lapisan QLC yang lebih lambat.

Sebaliknya, aktivitas seperti berkirim pesan, menjelajah internet, memasang aplikasi, bermain gim, atau mengambil foto dalam penggunaan biasa cenderung tidak menghasilkan beban tulis berkelanjutan sebesar pengujian Homolab.

Dengan demikian, hasil benchmark tersebut lebih tepat dibaca sebagai gambaran kemampuan penyimpanan ketika berada dalam kondisi ekstrem, bukan sebagai bukti bahwa iPhone 18 Pro 1TB atau 2TB akan selalu berjalan lambat.

Perubahan ini juga berbeda dari generasi sebelumnya. Laporan pengujian menyebut iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max masih menggunakan TLC pada pilihan penyimpanan hingga 1TB dan 2TB.

Perlu dicatat, pengujian langsung Homolab yang menjadi dasar perbandingan tersebut dilakukan pada iPhone 18 Pro Max 1TB dan 512GB. Klaim bahwa varian 2TB menggunakan QLC berasal dari temuan dan pelaporan mengenai konfigurasi penyimpanan, bukan dari angka benchmark 2TB yang diuji secara terpisah. Apple juga belum mencantumkan jenis NAND tersebut dalam spesifikasi resminya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *