Raksasa AI Serbu Singapura, Harga Sewa Kantor Diprediksi Naik 10 Persen

Raksasa AI Serbu Singapura, Harga Sewa Kantor Diprediksi Naik 10 Persen

Crown Plaza Hotel, Bandara Changi, Singapura./Instagram

PortalRakyat, JOGJA— Ekspansi perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI) mulai memberi tekanan pada pasar perkantoran Singapura. Permintaan ruang kantor premium meningkat ketika perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, Google DeepMind, dan sejumlah perusahaan AI lainnya memperluas aktivitas mereka di negara kota tersebut.

Kondisi itu terjadi ketika ketersediaan ruang kantor di kawasan pusat bisnis Singapura semakin terbatas. Tingkat kekosongan ruang kantor utama tercatat hanya 3,1 persen, level terendah dalam 13 tahun terakhir menurut konsultan properti Savills.

Financial Times melaporkan persaingan tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga sewa kantor di kawasan pusat Singapura hingga 10 persen pada tahun depan. Pasokan ruang kantor baru juga diperkirakan tetap terbatas hingga 2027.

Ekspansi perusahaan AI menjadi salah satu faktor yang memperbesar permintaan. Sejumlah perusahaan bahkan menyewa ruang yang lebih luas daripada kebutuhan tenaga kerja mereka saat ini untuk mengantisipasi pertumbuhan bisnis dalam beberapa tahun mendatang.

OpenAI Siapkan Ruang Kantor Besar

OpenAI menjadi salah satu perusahaan yang agresif memperluas kehadirannya di Singapura. Pengembang ChatGPT tersebut dikabarkan tengah bernegosiasi untuk menyewa sekitar 9.000 meter persegi ruang kantor, atau sekitar lima lantai, di sebuah gedung di pusat kota yang telah direnovasi.

OpenAI sebelumnya juga mengumumkan investasi lebih dari US$237 juta di Singapura. Perusahaan tersebut berencana merekrut lebih dari 200 pekerja di negara itu dalam beberapa tahun mendatang.

Singapura juga dipilih sebagai lokasi laboratorium AI terapan pertama OpenAI di luar Amerika Serikat. Perusahaan kemudian menunjuk mantan eksekutif Meta, Sandhya Devanathan, untuk memimpin operasional OpenAI di Asia Tenggara dan Australia dari Singapura.

Anthropic Buka Kantor Oktober

Perusahaan pembuat AI Claude, Anthropic, juga memperkuat kehadirannya di Singapura. Perusahaan tersebut akan membuka kantor di Singapura pada Oktober 2026.

Kantor tersebut menjadi lokasi kelima Anthropic di kawasan Asia-Pasifik setelah Tokyo, Bengaluru, Seoul, dan Sydney. Anthropic juga membuka sejumlah lowongan untuk posisi berbasis di Singapura.

Singapura dinilai menjadi pasar penting bagi Claude. Berdasarkan data terbaru Anthropic yang dikutip Business Times, Singapura berada di posisi kedua dari 121 negara dalam penggunaan Claude per kapita.

Google DeepMind hingga Databricks Perluas Operasi

Google DeepMind juga telah membangun laboratorium riset AI di Singapura. Google kemudian mengumumkan perluasan jejak riset dan pengembangan AI di negara tersebut pada Februari 2026.

Perusahaan AI asal Prancis, Mistral, serta perusahaan perangkat keras AI Plaud juga disebut menargetkan sedikitnya 100 pekerja di Singapura hingga akhir tahun.

Sementara itu, perusahaan data dan AI Databricks memperluas kapasitas kantornya hingga empat kali lipat. Perusahaan tersebut telah mempekerjakan lebih dari 250 orang di Singapura dan berencana meningkatkan jumlah tenaga kerjanya sekitar 50 persen pada tahun berikutnya.

Alan Cheong dari Savills Singapura mengatakan kepada Financial Times bahwa sejumlah perusahaan AI menyewa ruang yang lebih besar dari kebutuhan saat ini karena mereka mempersiapkan ekspansi dalam waktu cepat.

Singapura Dorong Ambisi Jadi Pusat AI

Lonjakan permintaan ruang kantor tersebut berlangsung seiring strategi pemerintah Singapura untuk memperkuat posisi negara itu sebagai pusat AI dan riset teknologi.

Pada Januari 2026, pemerintah Singapura mengumumkan tambahan investasi lebih dari S$1 miliar untuk riset AI publik selama lima tahun, mulai 2025 hingga 2030. Dana tersebut menjadi bagian dari National AI Research and Development Plan (NAIRD).

Investasi itu difokuskan pada tiga bidang utama, yakni riset AI fundamental, riset AI terapan, serta pengembangan talenta.

Program tersebut juga mencakup pembentukan pusat-pusat riset untuk mengembangkan teknologi AI, termasuk riset mengenai AI yang lebih hemat sumber daya, AI yang bertanggung jawab, metodologi AI baru, dan AI serbaguna.

Pemerintah Singapura sebelumnya telah mengalokasikan lebih dari S$500 juta untuk riset dan pengembangan AI pada periode 2019-2023. Tambahan pendanaan hingga 2030 menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset dan talenta AI di negara tersebut.

Dengan semakin banyak perusahaan AI global yang memperluas operasional, kebutuhan terhadap kantor premium di Singapura ikut meningkat. Di sisi lain, terbatasnya pasokan ruang baru membuat persaingan mendapatkan kantor di kawasan strategis semakin ketat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan industri AI tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap pusat data, talenta, dan infrastruktur komputasi, tetapi juga mulai berdampak pada pasar properti komersial di salah satu pusat bisnis utama Asia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *