Pembalap Ducati Marc Marquez. ANTARA/Ducati/am.
PortalRakyat, JOGJA—Gaya membalap Marc Marquez dinilai mengalami perubahan setelah kecelakaan serius di Jerez pada 2020. Mantan pebalap MotoGP, Jorge Martínez Aspar, melihat juara dunia asal Spanyol itu kini lebih berhitung dalam mengambil risiko dibandingkan saat mendominasi persaingan sebelum cedera.
Penilaian tersebut menunjukkan bagaimana pengalaman dan kondisi fisik dapat memengaruhi pendekatan seorang pebalap di lintasan. Menurut Aspar, cedera yang dialami Marquez beserta berbagai masalah setelahnya menjadi bagian penting dari perubahan cara pebalap berjuluk The Baby Alien itu menghadapi balapan.
Dalam podcast Fast & Curious, Aspar membandingkan Marquez sebelum 2020 dengan sosok yang dilihatnya sekarang. Ia menggambarkan Marquez pada periode hingga 2019 sebagai pebalap yang terus mendorong batas kemampuan, dengan kecenderungan menang atau terjatuh ketika berusaha meraih hasil maksimal.
“Hingga 2019, kita melihat Marc yang melahap segalanya. Dia menang atau terjatuh; dia luar biasa,” ujar Aspar, seperti dikutip dari Motosan.
Cedera Jerez Menjadi Titik Perubahan
Marquez mengalami kecelakaan saat MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez pada Juli 2020. Insiden tersebut menyebabkan patah tulang humerus kanan dan membuatnya harus menjalani proses pemulihan panjang.
Cedera itu menjadi awal periode sulit dalam kariernya. Marquez tidak dapat melanjutkan musim 2020 dan baru kembali mengikuti balapan pada 2021, sebelum kembali menghadapi persoalan fisik lain dalam tahun-tahun berikutnya.
Aspar menilai rangkaian pengalaman tersebut ikut mengubah cara Marquez menentukan kapan harus menyerang dan kapan perlu menahan diri. Menurutnya, pebalap berusia lebih matang dengan pengalaman serta banyak gelar cenderung memandang risiko secara berbeda.
“Saya pikir, setelah cedera serius di Jerez pada 2020 dan semua yang terjadi setelahnya, dia berubah,” kata Aspar.
Ia menambahkan usia, pengalaman, dan pencapaian Marquez juga berperan dalam perubahan tersebut. “Dia juga semakin tua, lebih berpengalaman, dan sudah memiliki banyak gelar. Semua itu membuat seseorang berpikir dan melihat berbagai hal dengan cara berbeda,” ujarnya.
Lebih Berhitung, tetapi Tetap Menjadi Tolok Ukur
Perubahan pendekatan tersebut tidak membuat Aspar kehilangan keyakinan terhadap kemampuan Marquez. Ia tetap menempatkan pebalap Spanyol itu sebagai salah satu sosok penting di kelas premier MotoGP.
Aspar bahkan mengaku menantikan kesempatan untuk melihat langsung penampilan Marquez dan menilai kondisinya saat ini. Baginya, perubahan gaya membalap tidak serta-merta menghapus kemampuan dan daya saing yang selama ini menjadi ciri khas Marquez.
“Saya sangat menantikan untuk melihatnya akhir pekan ini dan mengetahui kondisinya. Namun, jelas, Marc sekarang sudah berbeda. Dia berubah, meski saya tetap menganggapnya sebagai tolok ukur utama, tanpa keraguan,” ujar Aspar.
Penilaian tersebut memperlihatkan bahwa perubahan gaya membalap Marquez bukan semata-mata soal kecepatan. Pengalaman menghadapi cedera dan proses pemulihan juga dapat memengaruhi cara pebalap menyeimbangkan ambisi untuk menang dengan risiko yang harus dihadapi.
Meski demikian, pandangan Aspar merupakan penilaian pribadi berdasarkan pengamatannya. Untuk memastikan seberapa besar perubahan itu terlihat dalam performa, diperlukan perbandingan data balapan, termasuk jumlah kecelakaan, hasil kualifikasi, dan konsistensi Marquez di lintasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
