Final Timnas Indonesia vs Thailand Putar Uang Puluhan Miliar

Final Timnas Indonesia vs Thailand Putar Uang Puluhan Miliar

ejumlah pesepak bola Timnas Indonesia berselebrasi usai mengalahkan Timnas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).Antara-Rivan Awal Lingga

PortalRakyat, JOGJA—Final Timnas Indonesia vs Thailand pada FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya menghadirkan sejarah baru bagi sepak bola nasional, tetapi juga menciptakan perputaran uang bernilai puluhan miliar rupiah.

Laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026), itu disaksikan 70.098 penonton. Indonesia akhirnya menjadi juara setelah bermain 2-2 hingga perpanjangan waktu dan menang 4-2 melalui adu penalti.

Sebelum pertandingan, ASEAN Football Federation (AFF) mengonfirmasi 67.000 tiket final telah terjual habis. Jumlah tersebut berbeda dengan angka kehadiran resmi di stadion karena data tiket terjual dan jumlah orang yang berada di stadion tidak selalu identik.

Di balik angka tersebut, muncul gambaran mengenai besarnya nilai ekonomi yang tercipta dari pertandingan puncak tersebut.

Tiket Final Sumbang Perputaran Uang Terbesar

Harga tiket final Indonesia vs Thailand terbagi dalam empat kategori, yakni Upper Garuda Rp250.000, Garuda South/North Rp500.000, Garuda West/East Rp750.000, serta Premium West/East Rp1 juta.

PSSI tidak membuka rincian jumlah tiket yang terjual pada setiap kategori. Karena itu, nilai penjualan tiket sebenarnya tidak dapat dihitung secara pasti hanya dari data publik yang tersedia.

Namun, simulasi sederhana masih bisa memberikan gambaran. Jika komposisi penjualan diasumsikan 45 persen tiket Rp250.000, 25 persen tiket Rp500.000, 20 persen tiket Rp750.000, dan 10 persen tiket Rp1 juta, harga rata-ratanya sekitar Rp487.500.

Dengan 67.000 tiket terjual, simulasi tersebut menghasilkan omzet kotor sekitar Rp32,66 miliar.

Bahkan dalam skenario paling konservatif, ketika seluruh 67.000 tiket dihitung menggunakan harga termurah Rp250.000, nilai penjualannya tetap mencapai Rp16,75 miliar.

Angka tersebut menunjukkan besarnya uang yang berputar hanya dari penjualan tiket. Namun, nilai itu tidak bisa langsung disebut sebagai keuntungan atau pemasukan bersih PSSI, karena masih terdapat biaya penyelenggaraan, pembagian pendapatan, serta komponen lain yang tidak dipublikasikan.

Ada Hadiah Juara dan Participation Fee

Selain tiket pertandingan, Indonesia juga mendapatkan hadiah setelah menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Sebelum turnamen berlangsung, hadiah juara Divisi 1 sempat dilaporkan sebesar US$1 juta. Namun, menjelang pelaksanaan turnamen muncul laporan bahwa nominal tersebut direvisi menjadi US$650.000, antara lain dikaitkan dengan persoalan komersial dan hak siar.

Sejumlah laporan setelah turnamen menggunakan angka US$650.000 sebagai hadiah juara. Dengan kurs Rp17.908 per dolar AS seperti dalam simulasi awal, nominal tersebut setara sekitar Rp11,64 miliar.

Selain hadiah juara, setiap peserta sebelumnya dilaporkan memperoleh participation fee US$125.000. Dengan kurs yang sama, nilainya sekitar Rp2,24 miliar.

Jika tiga komponen tersebut—simulasi penjualan tiket Rp32,66 miliar, hadiah juara sekitar Rp11,64 miliar, dan participation fee sekitar Rp2,24 miliar—dijumlahkan, nilainya mencapai sekitar Rp46,54 miliar.

Akan tetapi, angka Rp46,54 miliar tersebut merupakan nilai bruto berdasarkan simulasi, bukan uang yang otomatis masuk ke kas PSSI atau Timnas Indonesia.

Pendapatan tiket terutama berkaitan dengan penyelenggaraan pertandingan, sedangkan hadiah dan participation fee memiliki mekanisme penggunaan dan pembagian tersendiri. Data publik juga belum menunjukkan berapa bagian bersih yang akhirnya diterima PSSI setelah seluruh kewajiban dan biaya diperhitungkan.

Euforia Juara Punya Dampak Ekonomi Lebih Luas

Nilai ekonomi final Indonesia vs Thailand sebenarnya tidak berhenti pada tiket dan hadiah. Puluhan ribu orang yang datang ke SUGBK juga berpotensi mengeluarkan uang untuk transportasi, makanan, minuman, suvenir, hingga kebutuhan perjalanan lainnya.

Dengan demikian, dampak ekonomi final FIFA ASEAN Cup 2026 bisa lebih besar daripada angka Rp46,54 miliar dalam simulasi tersebut. Namun, untuk menghitung nilai keseluruhan secara akurat diperlukan data transaksi dari penyelenggara dan sektor usaha di sekitar pertandingan.

Yang sudah pasti, final di SUGBK menunjukkan besarnya minat publik terhadap Timnas Indonesia. Sebanyak 67.000 tiket dinyatakan habis terjual sebelum laga, sementara jumlah penonton yang tercatat mencapai 70.098 orang.

Indonesia kemudian menutup turnamen perdana itu dengan trofi setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti. Gelar tersebut menjadi catatan sejarah sekaligus memperlihatkan bahwa antusiasme terhadap Timnas Indonesia memiliki nilai ekonomi yang tidak kecil.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *