Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Tak Remehkan Bangladesh

Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Tak Remehkan Bangladesh

Ketum PSSI Erick Thohir menyampaikan keterangan pers terkait dengan perkembangan sepak bola Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (24/10/2025). Antara/Dhemas Reviyanto

PortalRakyat, JAKARTA— Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tidak menganggap remeh Bangladesh pada laga terakhir Divisi 1 Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Indonesia akan menghadapi Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10) malam. Pertandingan tersebut menjadi bagian penting bagi Tim Garuda untuk menjaga peluang melaju ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 menghadapi Thailand.

Erick mengatakan Bangladesh tetap harus diwaspadai. Ia meminta para pemain Indonesia tetap berjuang maksimal hingga pertandingan terakhir.

“Artinya, Bangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Timnas harus fight dan mudah-mudahan Malaysia dan Singapura juga fight sama-sama. Kita lihat nanti hasilnya,” ujar Erick di Bandung, Selasa.

Erick Thohir Sebut Peluang Indonesia Masih Terbuka

Erick menilai peluang Indonesia masih terbuka sehingga para pemain harus terus memberikan perjuangan sampai laga terakhir.

“Masih ada peluang. Dengan segala risiko, harus berjuang. Namanya berjuang ya seperti ini, ngos-ngosan, tidak mudah,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemain Indonesia setelah bermain dengan 10 orang ketika menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A, Senin (28/9).

Pertandingan Indonesia melawan Malaysia berakhir dengan skor 0-0. Menurut Erick, skuad Garuda tetap menunjukkan semangat juang tinggi meski harus menghadapi situasi sulit sepanjang pertandingan.

“Kalau saya lihat dalam konteks yang saya lihat kemarin, dengan pemain kurang satu, pemain-pemain harus kita apresiasi. Mereka terbang jauh, bertanding jauh, dan memberikan kekuatan semaksimal mungkin,” ujar Erick.

Kritik Jadi Bagian dari Sepak Bola

Mengenai kritik yang diterima Timnas Indonesia, Erick mengatakan tekanan tersebut merupakan bagian dari sepak bola.

Menurut dia, kondisi serupa juga dialami pelatih tim-tim lain yang tampil di FIFA ASEAN Cup 2026.

“Saya rasa ya kembali. Kalau kita lihat pelatih Thailand, pelatih Malaysia, pelatih Vietnam pasti juga penuh kritik. Memang sepak bola seperti itu, cukup kejam,” ujarnya.

Maarten Paes menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia yang mendapat sorotan setelah Garuda menahan Malaysia 0-0 pada FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam, Giaitri, menilai penampilan kiper tersebut berperan dalam menjaga gawang Indonesia tetap tidak kebobolan meski tim harus bermain dengan 10 pemain.

Indonesia dan Malaysia berbagi satu poin dalam matchday kedua Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026). Situasi menjadi lebih sulit bagi tuan rumah setelah Thom Haye menerima kartu merah pada menit ke-37 dan Indonesia harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Kondisi tersebut membuat lini pertahanan Indonesia mendapat tekanan lebih besar dari Malaysia. Dalam situasi itu, Maarten Paes beberapa kali harus mengamankan gawang dari peluang yang datang ke area pertahanan Garuda

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *