Bendera Partai Golkar – ist
PortalRakyat, JAKARTA— Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menilai pemimpin partai politik tidak cukup hanya mengandalkan pidato untuk mendapatkan perhatian Generasi Z. Menurut dia, tindakan nyata di lapangan lebih penting agar partai politik dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Bahlil saat berpidato dalam tasyakuran HUT Ke-62 Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa. Ia menilai dinamika politik saat ini telah berubah dibandingkan era sebelumnya, ketika pidato ketua umum menjadi salah satu hal yang dianggap penting.
“Karena zaman politik sekarang sudah berbeda dengan zamannya Pak Ical (Aburizal Bakrie), zamannya Pak Akbar (Akbar Tanjung). Kalau dulu pidato-pidato itu penting. Ketua umum kalau pidato itu kan gagah,” kata Bahlil.
Menurut dia, pemimpin partai politik perlu menunjukkan keterlibatan langsung dalam menjawab persoalan masyarakat. Sekadar menyampaikan gagasan melalui pidato dinilai tidak cukup jika tidak disertai tindakan konkret.
Bahlil Minta Kader Golkar Dengarkan Aspirasi Rakyat
Bahlil mengatakan Partai Golkar dibesarkan dan dilahirkan sebagai instrumen politik negara dengan doktrin karya kekaryaan. Karena itu, ia meminta seluruh kader Golkar berada di barisan terdepan untuk mendengar aspirasi serta keinginan rakyat.
Menurut dia, kader partai harus hadir di tengah masyarakat dan berupaya menjawab berbagai tuntutan yang disampaikan warga. Langkah tersebut dinilai penting meskipun tidak semua keinginan masyarakat dapat diakomodasi dalam kondisi bangsa saat ini.
Bahlil menekankan bahwa kedekatan dengan masyarakat perlu diwujudkan melalui tindakan, bukan sebatas pernyataan.
“Di situlah baru bisa kita gagah mengatakan bahwa suara rakyat itu adalah suara Golkar,” kata dia.
Pernyataan tersebut menegaskan pesan Bahlil kepada kader Golkar agar menjadikan aspirasi masyarakat sebagai perhatian dalam menjalankan aktivitas politik.
HUT Ke-62 Golkar Digelar Sederhana
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menyampaikan bahwa peringatan HUT Ke-62 Partai Golkar akan digelar secara sederhana. Ia mengaitkan keputusan tersebut dengan kondisi global serta persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.
Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan kepada jajaran pemerintahan agar menjalankan berbagai kegiatan secara sederhana.
“Kita prihatin kondisi global, dan kita mempunyai rasa juga dengan persoalan rakyat kita,” katanya.
Bahlil menyebut penyelenggaraan peringatan ulang tahun partai dengan suasana sederhana sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi global dan persoalan rakyat.
Melalui momentum HUT Ke-62 tersebut, ia juga menekankan pentingnya peran kader Golkar untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan mengambil tindakan nyata dalam menjawab kebutuhan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
