Hasil Buruk PSS Sleman, Pieter Huistra Tegaskan Mental Pemain Aman

Hasil Buruk PSS Sleman, Pieter Huistra Tegaskan Mental Pemain Aman

Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra ditemui pada Sabtu (8/8/2026) malam./Harian Jogja-Catur Dwi Janati

PortalRakyat, SLEMAN—Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, memastikan kondisi mentalitas anak asuhnya tetap terjaga meski baru saja menelan dua kekalahan beruntun. Ia menekankan pentingnya peningkatan efektivitas dalam mengonversi setiap peluang menjadi gol saat mengarungi ketatnya persaingan Super League.

Kekhawatiran mengenai merosotnya kepercayaan diri tim pasca-dua hasil minor tersebut langsung ditepis oleh sang juru taktik. “Tidak, saya rasa tidak [berpengaruh mentalitas]. Kami selalu melihat bagaimana pertandingan itu sebenarnya berjalan,” terang Huistra di Stadion Maguwoharjo pada Kamis (17/9/2026).

Menilai performa anak asuhnya dalam dua laga terakhir, Huistra melihat adanya potensi besar yang belum termaksimalkan secara cermat. “Melawan Bali, saya pikir kami bermain bagus. Melawan Madura, kami lebih dari seimbang, meskipun anda tidak akan mengatakannya jika melihat skor, tetapi kami memiliki jauh lebih banyak peluang daripada Madura. Mereka lebih efektif,” tuturnya.

Tingkat efektivitas penyelesaian akhir tersebut menjadi catatan evaluasi utama bagi jajaran pelatih PSS Sleman. Huistra garis bawahi perbedaan mencolok mengenai tuntutan kualitas kompetisi antara Liga 2 dan Liga 1.

Menurut sang pelatih, margin kesalahan di kasta tertinggi sepak bola nasional jauh lebih kecil dibandingkan kasta kedua. “Inilah perbedaan besar antara Liga 1 dan Liga 2. Di Liga 2, anda masih bisa memaklumi jika melewatkan beberapa peluang. Di Liga 1, anda harus memaksimalkannya. Ini perbedaan besarnya. Jadi hal ini harus kami tingkatkan dengan sangat cepat agar bisa memenangkan pertandingan,” tegasnya.

PSS Sleman kembali gagal mendapatkan poin pada awal perjalanan mereka di Super League 2026/2027. Tampil di kandang sendiri, Super Elja justru ditekuk Madura United dengan skor 1-3 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026).

Kekalahan tersebut membuat pelatih PSS Sleman Pieter Huistra kecewa. Ia menilai timnya sebenarnya mampu mengendalikan permainan pada babak pertama, tetapi situasi berubah setelah Madura United mencetak gol pada penghujung babak pertama dan menambah dua gol lagi pada awal babak kedua.

Laga tersebut merupakan pertandingan kandang perdana PSS pada musim ini. Huistra berharap para pemain dapat memberikan penampilan terbaik di hadapan suporter yang memberikan dukungan penuh dari tribun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *