Ketum Golkar Bahlil Lahadalia sebut kasus korupsi Fahd El Fouz sebagai musibah. Doli Kurnia sebut perbuatan Fahd jadi bahan evaluasi kaderisasi. /Instagram.
PortalRakyat, JAKARTA—Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa partainya menghormati serta menjunjung tinggi proses hukum yang sedang berjalan terkait kasus yang menjerat salah satu kadernya, Fahd El Fouz alias Fahd A. Rafiq.
Fahd diketahui kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan kasus korupsi mafia tanah di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Bahlil menyampaikan bahwa peristiwa ini merupakan sebuah musibah yang memukul perasaan seluruh jajaran partai beringin tersebut.
“Kami menganggap ini sebuah musibah, dan kami merasa terpukul, tetapi kita, Golkar akan menatap ke depan. Ini adalah sebuah musibah yang sudah barang tentu tidak semua orang menginginkan ini,” kata Bahlil Lahadalia saat ditemui di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Golkar Hormati Proses Hukum di KPK
Bahlil menjelaskan bahwa sebagai organisasi politik besar di Indonesia, Partai Golkar memiliki keterbatasan dalam mengawasi serta mengontrol gerak-gerik setiap individu kader secara rinci setiap saat.
“Tetapi yang terpenting adalah kita menghargai proses hukum yang berlaku. Kita menjunjung tinggi, dan biarkanlah semua proses hukum itu, kita hargai dengan baik,” tegas Bahlil.
Meski demikian, ketika kembali cecar oleh awak media mengenai kepastian status keanggotaan Fahd di dalam struktur Partai Golkar ke depan, Bahlil memilih untuk tidak memberikan jawaban lebih lanjut.
Kekecewaan Internal dan Evaluasi Pembinaan Kader
Di tempat terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menegaskan bahwa tindakan berulang yang dilakukan Fahd akan dijadikan bahan koreksi serta evaluasi mendalam bagi sistem pembinaan kader di internal partai.
“Kami tentu banyak mengambil pelajaran dari kasus Saudara Fahd ini. Kejadian ini akan menjadi catatan evaluasi dan koreksi kami ke depan,” tutur Doli, Rabu (16/9/2026).
Doli menambahkan bahwa perbuatan Fahd secara pribadi sama sekali tidak mencerminkan komitmen serta nilai-nilai yang diusung oleh Partai Golkar dalam menjaga integritas dan nama baik organisasi.
“Yang bersangkutan tidak sadar bahwa di pundaknya ada nama besar Partai Golkar yang harus dijaga. Tentu kami sebagai keluarga besar Partai Golkar sangat kecewa dan marah,” ujar Doli.
Ia menggarisbawahi bahwa Partai Golkar mendukung penuh seluruh langkah penindakan hukum yang tengah dijalankan oleh KPK sebagai wujud komitmen nyata partai dalam mendukung pemberantasan korupsi di Tanah Air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
