Warga dari 15 pedukuhan mengikuti Kirab Budaya dalam rangka HUT ke-80 Kalurahan Sidomulyo, Bantul. /Harian Jogja-Kiki Luqman.
PortalRakyat, BANTUL—Hampir 1.500 orang dari 15 pedukuhan di Kalurahan Sidomulyo, Bantul, mengikuti Kirab Budaya untuk memperingati hari jadi ke-80 kalurahan tersebut, Minggu (11/10/2026). Perayaan ini menjadi bukti kuatnya gotong royong warga dalam menjaga tradisi, dengan sebagian besar kebutuhan kegiatan dipenuhi melalui swadaya masyarakat.
Kirab yang berlangsung di Lapangan Sidomulyo itu menjadi salah satu agenda utama rangkaian peringatan hari jadi yang digelar lebih dari 10 hari. Warga dari berbagai kalangan terlibat dalam kegiatan budaya yang juga mencakup pentas seni dan permainan tradisional.
Ketua Panitia Hari Jadi Kalurahan Sidomulyo ke-80, Wibowo, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan perayaan tahun ini. Dukungan warga tidak hanya terlihat dari banyaknya peserta kirab, tetapi juga dari kesediaan mereka berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
“Kirab budaya ini dilaksanakan oleh masyarakat 15 pedukuhan. Hampir 1.500 orang pesertanya,” ujar Wibowo saat ditemui di Lapangan Sidomulyo, Minggu.
Menurut Wibowo, sebagian besar rangkaian kegiatan hari jadi diselenggarakan melalui swadaya masyarakat. Pemerintah kalurahan memberikan ruang bagi warga untuk berpartisipasi tanpa menetapkan bentuk kontribusi tertentu.
“Monggo kalau mau memberikan bentuk kontribusi apa pun. Jadi pemerintah kalurahan tidak mewajibkan harus seperti ini atau seperti itu. Ini murni kreativitas masyarakat,” ujarnya.
Anggaran Kalurahan Hanya Rp13 Juta
Pemerintah Kalurahan Sidomulyo menyediakan anggaran sekitar Rp13 juta untuk mendukung peringatan hari jadi. Namun, dana tersebut hanya digunakan untuk membiayai sejumlah kegiatan, sedangkan kebutuhan lainnya dipenuhi melalui swadaya masyarakat dan dukungan pihak ketiga, termasuk sponsor.
Wibowo menegaskan bahwa kontribusi warga menjadi sumber utama yang memungkinkan rangkaian kegiatan berlangsung.
“Yang paling pokok itu dari swadaya masyarakat,” tegas Wibowo.
Kemandirian masyarakat tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperkuat pengembangan kebudayaan di Sidomulyo. Saat ini, Kalurahan Sidomulyo masih berstatus sebagai rintisan desa budaya.
Kirab Budaya Jadi Sarana Pelestarian Tradisi
Penghageng Kawedanan Hageng Nitya Budaya Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, yang turut menghadiri Kirab Budaya, mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam peringatan hari jadi Sidomulyo. Menurutnya, partisipasi warga lintas generasi menunjukkan bahwa tradisi masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.
GKR Bendara menjelaskan kebudayaan Jawa tidak hanya tercermin melalui pakaian adat, tarian, atau bangunan bersejarah. Nilai-nilai budaya juga hidup dalam kebiasaan sehari-hari, seperti gotong royong, tepo selira, unggah-ungguh, menjaga kerukunan, dan saling menghormati.
Menurut dia, kirab budaya dapat menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah dan tradisi kepada generasi muda. Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan langsung masyarakat agar warisan leluhur tidak hanya menjadi tontonan atau kegiatan seremonial.
Ia berharap peringatan hari jadi tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga identitas masyarakat Sidomulyo.
“Mugi-mugi di usia 80 ini Kalurahan Sidomulyo semakin makmur, sejahtera, dan tetep guyub rukun,” ujarnya.
Diawali Ziarah ke Makam Lurah dan Pamong
Rangkaian peringatan HUT ke-80 Kalurahan Sidomulyo diawali dengan ziarah ke makam para lurah dan pamong yang telah meninggal dunia. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus upaya mengenang perjalanan kepemimpinan kalurahan.
Perjalanan kepemimpinan Kalurahan Sidomulyo yang ditelusuri dalam kegiatan tersebut dimulai sejak 1946 hingga sekarang. Melalui rangkaian perayaan ini, masyarakat tidak hanya merayakan pertambahan usia kalurahan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan menjaga keberlanjutan tradisi lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
