Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (11/10/2026). – Youtube Setpres.\r\n\r\n
PortalRakyat, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026). Pertemuan bilateral tersebut membahas penguatan kemitraan kedua negara, mulai dari perdagangan, investasi, dan industri pertahanan hingga kerja sama kelautan dan perikanan.
Prabowo mengatakan kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan bilateral di berbagai sektor. Kesepakatan itu juga mencakup kerja sama statistik serta rencana aksi kemitraan strategis Indonesia dan Mesir.
“Kunjungan ini telah menghasilkan sejumlah kesepakatan bilateral, kerja sama kelautan perikanan, kerja sama statistik, kerja sama investasi, kerja sama industri pertahanan, kerja sama perdagangan dan ekonomi, serta rencana aksi kemitraan strategis,” ujar Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Indonesia-Mesir Dorong Kesepakatan Ekonomi
Dalam bidang perdagangan dan investasi, pemerintah Indonesia mendorong pembentukan instrumen kesepakatan baru untuk memperluas peluang usaha dan akses pasar bagi produk unggulan dalam negeri.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan perdagangan, baik berupa tarif maupun nontarif. Dengan demikian, arus barang dan jasa antara Indonesia dan Mesir diharapkan semakin berkembang.
Prabowo menyampaikan kedua negara sepakat memperkuat hubungan ekonomi, khususnya perdagangan dan investasi. Salah satu langkah yang didorong ialah pembentukan economic partnership agreement atau perjanjian kemitraan ekonomi.
“Kami juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang ekonomi, terutama bidang perdagangan investasi dan untuk itu kami telah mendorong pembentukan economic partnership agreement antara Indonesia dan Mesir untuk bisa membuka peluang bagi akses pasar investasi dan keterlibatan dunia usaha kedua negara,” tutur Prabowo.
Selain memperluas akses pasar, kedua negara turut menyoroti perlunya dukungan pembiayaan bersama untuk mengembangkan proyek infrastruktur dan industri manufaktur berskala besar.
Untuk mendorong realisasi peluang tersebut, Indonesia dan Mesir juga sepakat meningkatkan intensitas dialog politik. Mekanisme konsultasi tingkat tinggi yang telah terbentuk akan dioptimalkan secara berkala guna memperkuat koordinasi bilateral.
Kerja Sama Industri Pertahanan dan Keamanan
Di sektor pertahanan dan keamanan, Indonesia dan Mesir bersepakat memperluas kerja sama industri alat utama sistem persenjataan (alutsista). Kolaborasi juga diarahkan pada transfer teknologi dan pelaksanaan latihan militer bersama secara berkala.
Prabowo menyebut kesepakatan lintas sektor tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan strategis kedua negara.
“Kesepakatan-kesepakatan ini merupakan wujud komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Mesir,” kata Prabowo.
Kerja sama yang dibahas dalam pertemuan tersebut mencakup sejumlah bidang yang berkaitan dengan kepentingan ekonomi, pertahanan, dan hubungan antarpemerintah. Pelaksanaannya diharapkan memperluas keterlibatan dunia usaha sekaligus memperkuat koordinasi kedua negara.
Prabowo dan El-Sisi Bahas Palestina
Selain agenda ekonomi dan pertahanan, Prabowo dan El-Sisi membahas kemerdekaan Palestina serta krisis kemanusiaan yang berlangsung di wilayah tersebut.
Prabowo mengatakan Indonesia dan Mesir berkomitmen menyuarakan hak-hak rakyat Palestina. Kedua negara juga mendorong penyelesaian konflik dengan berlandaskan penegakan hukum internasional di tingkat global.
“Menurut pandangan kami [Indonesia dan Mesir], Indonesia apalagi, tetap berpandangan bahwa terwujudnya negara Palestina berdasarkan solusi dua negara adalah satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut. Kami berkomitmen penuh mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri dan hidup dalam perdamaian,” ujar Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan duka dan keprihatinan atas eskalasi kekerasan serta berbagai dugaan pelanggaran hukum internasional yang terus terjadi di Palestina.
Ia turut mengecam operasi militer dan tindakan provokatif oleh otoritas Israel yang, menurut pernyataannya, terus menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil yang tidak bersenjata.
Pembahasan isu Palestina menjadi salah satu bagian dari pertemuan bilateral tersebut, di samping agenda penguatan hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, dan pertahanan antara Indonesia dan Mesir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
