Serapan Gabah Bulog DIY Tembus 212.000 Ton hingga Oktober

Serapan Gabah Bulog DIY Tembus 212.000 Ton hingga Oktober

Foto ilustrasi beras bulog. ANTARA/HO-Bulog Banyumas\r\n

PortalRakyat, JOGJA—Serapan gabah Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Jogja hingga 6 Oktober 2026 telah menembus 212.000 ton setara beras. Realisasi tersebut mencapai 108,71% dari target pengadaan tahun ini yang ditetapkan sebanyak 195.000 ton.

Capaian tersebut mencakup serapan dari Bulog Kantor Cabang Magelang dan Banyumas yang berada di bawah Bulog Kanwil Jogja. Dengan demikian, realisasi pengadaan telah melampaui target yang ditetapkan untuk tahun 2026.

Sementara itu, jika dihitung khusus untuk wilayah Jogja, serapan gabah hingga 6 Oktober 2026 mencapai 84.513 ton setara beras. Angka tersebut setara dengan 127,86% dari target pengadaan sebanyak 66.100 ton.

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jogja, Dedi Aprilyadi, mengatakan gabah yang diserap dari petani dibeli dengan harga Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Hingga saat ini masih menjalankan penugasan serapan gabah baik dari petani atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sampai penugasan berakhir atau akhir tahun,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).

Stok Beras Bulog Capai 74.679 Ton

Di sisi lain, stok beras yang dimiliki Bulog saat ini mencapai 74.679 ton. Stok tersebut tersebar di gudang-gudang Bulog, baik gudang induk maupun gudang sewa.

Menurut Dedi, jumlah stok tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan bantuan pangan hingga sekitar 15 kali alokasi bantuan pangan.

Bulog juga masih akan menambah persediaan karena penugasan serapan gabah belum berakhir. Penugasan tersebut berlangsung hingga akhir 2026.

“Penambahan stok akan terus dilakukan karena penugasan serapan gabah masih berlaku hingga akhir tahun 2026, serta akan dilakukan penambahan komoditas beras premium dan komoditas lain non beras seperti minyak goreng, gula dan tepung terigu,” jelasnya.

Dengan demikian, pengadaan Bulog tidak hanya diarahkan untuk mempertahankan stok beras, tetapi juga mencakup rencana penambahan beras premium serta sejumlah komoditas pangan nonberas.

Serapan Gabah Secara Nasional

Sementara itu, capaian penyerapan gabah secara nasional juga telah melewati target. Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, mengatakan realisasi serapan gabah Bulog per 23 September 2026 telah mencapai 4 juta ton.

Ia memperkirakan capaian tersebut masih dapat bertambah hingga akhir tahun, bahkan berada sekitar 20% di atas target Bulog.

“Jadi kemarin 4 juta ton itu tercapai, bahkan mungkin sampai akhir tahun kita optimistis sampai di atas sekitar 20% di atas target Bulog,” ujarnya.

Menurut Andi, Bulog menyesuaikan penyerapan gabah dengan kemampuan produksi yang tersedia di lapangan. Penyesuaian tersebut dilakukan seiring dengan kondisi produksi yang ada di masing-masing wilayah.

Penugasan pemerintah kepada Bulog, lanjut dia, berkaitan dengan penyediaan cadangan beras untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. Cadangan tersebut menjadi penting ketika muncul kondisi yang sulit diprediksi, termasuk El Nino.

“Menyiapkan cadangan beras yang anytime kayak situasi El Nino begini, orang nggak bisa prediksi apa yang terjadi ke depan, kita tetap punya cadangan dan pemerintah firm masyarakat kita akan terpenuhi kebutuhan pangan,” lanjutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *