Pieter Huistra Bicara Rivalitas PSS-PSIM: Sepak Bola Itu Indah

Pieter Huistra Bicara Rivalitas PSS-PSIM: Sepak Bola Itu Indah

Potret Manajemen klub, panitia pelaksana (MOC), hingga empat kelompok suporter PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta berfoto bersama seusai menandatangani komitmen bersama di Polda DIY./Harian Jogja-Catur Dwi Janati\r\n

PortalRakyat, SLEMAN— Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, ikut menanggapi komitmen bersama suporter PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta menjelang pertemuan kedua tim di BRI Super League 2026/2027. Menurut Huistra, rivalitas dalam sepak bola merupakan sesuatu yang wajar, tetapi dukungan kepada tim seharusnya tetap menjadi hal utama.

Komentar tersebut disampaikan Huistra setelah manajemen klub, panitia pelaksana, dan kelompok suporter PSS serta PSIM menandatangani komitmen bersama di Polda DIY pada Rabu (16/9/2026). Kesepakatan itu menjadi bagian dari upaya menjaga pertandingan dan kompetisi tetap aman, tertib, serta kondusif.

Huistra menilai komitmen yang dibuat kedua kelompok suporter tersebut merupakan langkah yang baik. Ia menekankan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk mendukung tim, bukan menjadi pemicu persoalan.

“Ya itu bagus. Saya pikir ini semua tentang sepak bola, bukan tentang membuat masalah,” kata Huistra pada Kamis (17/9/2026).

Pieter Huistra: Rivalitas Tetap Wajar

Bagi pelatih asal Belanda tersebut, keberadaan rivalitas tidak perlu dihilangkan dari sepak bola. Rivalitas menjadi bagian dari pertandingan, tetapi menurut Huistra hal tersebut tetap perlu ditempatkan dalam batas yang wajar.

“Sepak bola itu indah jika kita bisa melakukannya dengan cara yang wajar,” tegasnya.

Pernyataan Huistra muncul menjelang pertemuan PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta dalam kompetisi yang sama. Kedua tim kini sama-sama tampil di BRI Super League 2026/2027 sehingga rivalitas sepak bola di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mendapat perhatian.

Huistra tidak mempermasalahkan adanya persaingan antarsuporter. Namun, ia mengingatkan bahwa persaingan tersebut seharusnya tidak menggeser tujuan utama suporter, yakni memberikan dukungan kepada klub yang mereka cintai.

“Tentu saja ada rivalitas, itu tidak apa-apa, tetapi tetap dukung tim. Saya pikir itu yang paling penting, itu lebih penting daripada membuat masalah,” tandasnya.

Dengan demikian, Huistra melihat dukungan suporter sebagai bagian penting dari sepak bola. Rivalitas tetap dapat hadir dalam pertandingan, tetapi dukungan kepada tim menjadi bagian yang lebih utama dibandingkan tindakan yang berpotensi menimbulkan persoalan.

PSS-PSIM Sudah Teken Komitmen Bersama

Sebelumnya, Polda DIY mempertemukan manajemen PSS Sleman, PSIM Yogyakarta, panitia pelaksana, dan kelompok suporter kedua klub untuk membacakan serta menandatangani komitmen bersama. Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolda DIY pada Rabu (16/9/2026).

Empat kelompok suporter turut terlibat dalam kegiatan tersebut, yakni Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) dari PSS Sleman serta Brajamusti dan Mataram Independent (The Maident) dari PSIM Yogyakarta. Bupati Sleman dan Wali Kota Jogja juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan pembacaan dan penandatanganan komitmen bersama antara manajer klub, panitia pelaksana, dan kelompok suporter merupakan bentuk kesiapan menghadapi BRI Super League 2026/2027.

“Diharapkan melalui kegiatan ini seluruh rangkaian pertandingan baik dari PSIM maupun dari PSS Sleman dapat berlangsung dengan aman, kemudian tertib, dan tentunya yang paling utama keselamatan dan keamanan dari seluruh pihak, khususnya masyarakat, dapat terjamin,” kata Ihsan pada Rabu (16/9/2026).

Ihsan berharap pertandingan PSS maupun PSIM dalam kompetisi Super League ke depan dapat berlangsung aman, kondusif, dan tertib. Keselamatan penonton serta masyarakat juga menjadi hal yang ingin dijaga melalui komitmen tersebut.

Menurut Ihsan, menjaga keberhasilan penyelenggaraan pertandingan bukan hanya menjadi tugas kepolisian. Manajemen klub, panitia pelaksana, dan kelompok suporter kedua tim juga memiliki peran dalam memastikan pertandingan berjalan sesuai dengan komitmen yang telah disepakati.

Komitmen Diharapkan Sampai ke Suporter Akar Rumput

Ihsan menekankan pentingnya memastikan kesepakatan tersebut tidak berhenti pada acara penandatanganan. Komitmen bersama diharapkan dapat diteruskan hingga ke lapisan suporter paling bawah sehingga dapat diterapkan dalam setiap pertandingan.

“Kami tentunya berharap mari kita kawal komitmen ini agar bisa sampai ke akar rumput yang paling utama, agar Yogyakarta tetap aman dan kondusif, dan bisa menjadi barometer atau contoh sebagai kota yang ramah, kota yang aman untuk kemajuan sepak bola,” tegasnya.

Penandatanganan komitmen tersebut sebelumnya juga diberitakan sebagai upaya bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas selama kompetisi berlangsung di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Empat kelompok suporter PSS dan PSIM menyatakan keterlibatan mereka dalam menjaga situasi selama kompetisi.

Bagi PSS Sleman, pandangan Huistra menempatkan rivalitas dalam konteks dukungan terhadap tim. Ia tidak menutup ruang bagi persaingan antarsuporter, tetapi menekankan bahwa sepak bola akan menjadi lebih baik ketika rivalitas tetap dijalankan secara wajar.

PSS dan PSIM sendiri akan menjalani pertandingan derbi dalam kompetisi BRI Super League 2026/2027. Sementara itu, komitmen yang ditandatangani di Polda DIY menjadi salah satu upaya berbagai pihak untuk menjaga agar pertandingan kedua tim dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *