Pengelolaan Sampah Gunungketur Jogja Diperkuat Lewat 9 Bank Sampah

Pengelolaan Sampah Gunungketur Jogja Diperkuat Lewat 9 Bank Sampah

Pengurus bank sampah di Gunungketur mengikuti sosialisasi pengelolaan sampah di Gunungketur beberapa waktu lalu./Istimewa-Dok. Kelurahan Gunungketur\r\n\r\n

PortalRakyat, JOGJA— Pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus diperkuat di Kelurahan Gunungketur, Kemantren Pakualaman. Saat ini, sebanyak sembilan bank sampah aktif telah tersebar di sembilan RW yang ada di wilayah tersebut.

Keberadaan bank sampah di setiap RW dinilai menjadi modal penting untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah mulai dari lingkungan tempat tinggal.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja juga terus melakukan monitoring terhadap keberadaan bank sampah tersebut. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan kegiatan sekaligus memperkuat koordinasi dengan pengelola, PKK, dan masyarakat.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja, Nada Mutiara Putri, mengatakan keberadaan bank sampah di tingkat wilayah diharapkan tidak sekadar aktif secara kelembagaan.

“Monitoring ini menjadi bagian dari upaya kami untuk melihat perkembangan bank sampah sekaligus memperkuat koordinasi dengan pengelola, PKK dan masyarakat. Kami ingin keberadaan bank sampah tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dari tingkat wilayah,” katanya, Kamis (17/9/2026).

Bank Sampah Tersebar di 9 RW

Lurah Gunungketur, Sunarni, mengatakan sembilan bank sampah yang tersebar di setiap RW menjadi potensi bagi wilayahnya untuk menggerakkan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Di Gunungketur saat ini ada sembilan bank sampah yang tersebar di sembilan RW. Ini menjadi potensi yang baik karena pengelolaan sampah sudah bergerak di tingkat masyarakat. Ke depan kami ingin koordinasi dan kolaborasi dengan PKK serta pengelola bank sampah semakin kuat sehingga kegiatan yang sudah berjalan bisa terus berkembang,” ujar Sunarni.

Kesembilan bank sampah tersebut memiliki nama dan lokasi berbeda sesuai dengan wilayah RW masing-masing. Berikut daftarnya:

  • Bank Sampah Giri Setunggal di RW 01.
  • Greget Rereged di RW 02.
  • KIDPAG di RW 03.
  • Giri Cemara di RW 04.
  • Alamanda di RW 05.
  • Soka di RW 06.
  • Blazent di RW 07.
  • Bawono di RW 08.
  • Kaparesik Nawa di RW 09.

Dengan adanya bank sampah di seluruh RW, Sunarni mengatakan pengelolaan sampah di Gunungketur telah menjangkau masyarakat hingga lingkungan rumah tangga.

Kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk memilah sekaligus mengolah sampah yang dihasilkan dari rumah masing-masing.

Warga Terus Dibina

Sunarni menambahkan, keberadaan sembilan bank sampah tersebut juga diikuti dengan pembinaan dan monitoring secara rutin. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan ketika ingin mengelola sampah melalui bank sampah yang tersedia di wilayahnya.

Pembinaan dan monitoring secara berkala juga menjadi bagian dari upaya menjaga kegiatan bank sampah agar terus berjalan. Selain keberlanjutan kegiatan, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah di tingkat lingkungan juga diharapkan semakin kuat.

“Monitoring berkala diharapkan dapat menjaga keberlanjutan kegiatan sekaligus memperkuat keterlibatan warga dalam pengelolaan sampah terus dilakukan,” katanya.

Keberadaan bank sampah di sembilan RW Gunungketur menunjukkan pengelolaan sampah telah bergerak dari tingkat wilayah dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Penguatan koordinasi antara pengelola, PKK, pemerintah kelurahan, DLH, dan warga menjadi bagian penting agar kegiatan tersebut dapat terus berkembang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *