otret Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman pada Selasa (11/8/2026)./Harian Jogja—Catur Dwi Janati
PortalRakyat, SLEMAN—Pembangunan Tol Solo-Jogja-YIA dan Tol Jogja-Bawen dinilai perlu diantisipasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman karena berpotensi mengubah pola perjalanan wisatawan. Kemudahan akses jalan tol dikhawatirkan membuat pengunjung memilih melanjutkan perjalanan tanpa singgah di Sleman maupun wilayah DIY lainnya.
Anggota Komisi B DPRD Sleman, Wiratno, mengatakan dampak pembangunan jalan tol terhadap sektor pariwisata perlu menjadi perhatian sejak dini. Meski dampaknya belum terlalu terasa saat ini, ia menilai perubahan arus perjalanan dapat menjadi tantangan bagi pariwisata Sleman dalam jangka panjang.
“Tol belum terasa, tapi akan menjadi bom waktu nantinya. Orang tidak akan mampir di Jogja, cenderung langsung meneruskan perjalanan di tol daripada turun di exit tol,” kata Wiratno kepada PortalRakyat, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi pengembangan destinasi dan kegiatan pariwisata agar wisatawan tetap tertarik berkunjung dan menghabiskan waktu di Sleman.
DPRD Soroti Sepinya Sejumlah Destinasi
Wiratno mencontohkan penyelenggaraan Sleman Temple Run pada Agustus lalu. Ia menyebut jumlah peserta kegiatan tahunan tersebut tahun ini hanya sekitar 600 orang, lebih rendah dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang diikuti ribuan peserta.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi untuk menarik wisatawan.
Wiratno juga menyoroti ketergantungan pariwisata Sleman terhadap kawasan Gunung Merapi. Menurutnya, pengembangan daya tarik wisata perlu diperluas agar tidak bertumpu pada satu kawasan.
“Sekarang Sleman hanya mengandalkan Merapi, tetapi wisatawan di Kaliurang juga sepi pengunjung,” katanya.
Karena itu, ia mendorong Dinas Pariwisata Sleman memperbanyak kegiatan yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Selain penyelenggaraan acara, pemerintah daerah juga diminta mempertimbangkan pemberian insentif bagi pelaku usaha pariwisata, terutama sektor hotel dan restoran.
Riparkab Sleman 2026-2045 Jadi Perhatian
Wiratno mengatakan Pemkab Sleman bersama DPRD Sleman kini berada pada tahap akhir penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Kepariwisataan Kabupaten (Riparkab) Sleman periode 2026-2045.
Ia berharap dokumen perencanaan tersebut tidak hanya mengatur pengembangan destinasi, tetapi juga mengkaji berbagai perubahan yang berpotensi memengaruhi sektor pariwisata dalam jangka panjang, termasuk pembangunan jalan tol.
“Penataan pariwisata Sleman jangka panjang harus dikaji secara komprehensif, termasuk dampak dari PSN jalan tol,” ucapnya.
Dispar Sebut Akses Memengaruhi Arus Wisatawan
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, menyebut kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan wisatawan.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada PortalRakyat, ia menyebut pembangunan jalan tol memicu peralihan arus kunjungan hingga 50% ke luar wilayah Sleman. Wisatawan disebut cenderung memilih destinasi yang lebih mudah dijangkau.
Selain akses transportasi, kenyamanan juga menjadi pertimbangan wisatawan. Destinasi dengan udara lebih sejuk atau fasilitas rekreasi air disebut semakin diminati dibandingkan sejumlah destinasi konvensional.
Kus menilai penyelenggaraan acara dapat menjadi salah satu strategi untuk membuat wisatawan bertahan lebih lama di Sleman. Tanpa kegiatan tambahan, penurunan jumlah wisatawan dikhawatirkan bisa lebih besar.
Namun, penyelenggaraan acara membutuhkan dukungan anggaran yang memadai. Pada saat bersamaan, Pemkab Sleman menghadapi pengurangan transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp279 miliar pada 2026.
Pengurangan tersebut disebut hampir membatalkan penyelenggaraan Sleman Temple Run. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menjaga kegiatan promosi pariwisata di tengah keterbatasan anggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
