Indonesia Diproyeksikan Alami 19.251 Kematian akibat Panas Super El Nino

Indonesia Diproyeksikan Alami 19.251 Kematian akibat Panas Super El Nino

Ilustrasi Kekeringan – Freepik

PortalRakyat, JOGJA— Indonesia masuk dalam daftar negara yang diperkirakan menghadapi dampak kematian akibat panas ekstrem saat fenomena super El Niño berlangsung. Climate Impact Lab memproyeksikan sekitar 19.251 kematian tambahan di Indonesia pada periode September 2026 hingga Februari 2027.

Secara global, jumlah kematian tambahan akibat suhu panas ekstrem diperkirakan mencapai 451.000 jiwa dalam periode tersebut. Angka ini merupakan estimasi dampak panas yang berkaitan dengan El Niño, di luar kematian dini yang telah terjadi akibat pemanasan global.

Laporan Climate Impact Lab dari University of Chicago itu dikutip sejumlah media, termasuk The Guardian, pada 23 September 2026. Para peneliti menyebut dampak panas berpotensi meluas ke berbagai kawasan, dengan negara-negara tropis seperti Nigeria, Indonesia, Sudan, India, dan Brasil diperkirakan mengalami beban besar.

Indonesia di Urutan Kedua dalam Proyeksi Kematian

Dalam daftar 10 negara dengan proyeksi kematian tambahan tertinggi akibat panas terkait El Niño, Indonesia berada di posisi kedua. Berikut rinciannya:

Peringkat Negara Proyeksi kematian tambahan
1 Nigeria 31.320
2 Indonesia 19.251
3 Sudan 17.430
4 India 15.670
5 Brasil 13.271
6 Republik Demokratik Kongo 10.014
7 Niger 9.900
8 Chad 7.953
9 Filipina 6.504
10 Vietnam 5.566

Angka tersebut merupakan estimasi, bukan jumlah kematian yang telah terkonfirmasi atau tercatat. Sejumlah pemberitaan yang merangkum laporan yang sama menyajikan angka sedikit berbeda. Reuters, misalnya, menyebut proyeksi sekitar 19.300 kematian tambahan di Indonesia, 31.400 di Nigeria, dan 17.600 di Sudan.

Suhu Pasifik Lampaui Rekor El Niño Sebelumnya

El Niño merupakan fenomena iklim alami yang ditandai oleh peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis. Perubahan tersebut dapat memengaruhi pola suhu dan curah hujan di berbagai wilayah dunia. Pemanasan global turut memperbesar risiko karena fenomena ini terjadi di tengah kenaikan suhu bumi.

The Guardian melaporkan pada 21 September 2026 bahwa kenaikan suhu di kawasan Pasifik yang menjadi pusat El Niño telah mencapai 3,05 derajat Celsius, melampaui rekor peristiwa sebelumnya sebelum fenomena kali ini diperkirakan mencapai puncaknya. Sejumlah ilmuwan menggambarkan intensitasnya dengan istilah “Godzilla-level”.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) juga memperingatkan bahwa El Niño berpotensi menguat dan bertahan hingga awal 2027. Dampaknya dapat berupa perubahan pola hujan, peningkatan risiko gelombang panas, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan.

Dampak Kesehatan Diperkirakan Berlanjut hingga Pertengahan 2027

Prof. Michael Greenstone, salah satu pendiri Climate Impact Lab dari University of Chicago sekaligus penulis laporan, mengatakan proyeksi 451.000 kematian itu mewakili manusia dengan kehidupan dan keluarga masing-masing.

“Angka perkiraan 451.000 jiwa merupakan jumlah yang sangat besar hingga terasa mencengangkan, namun angka tersebut mencakup orang tua dan anak-anak, kakek-nenek dan tetangga, serta orang-orang yang pergi bekerja, mengurus keluarga, dan menjalani kehidupan mereka,” ujarnya.

Periode proyeksi utama dibatasi hingga Februari 2027 karena mengikuti rentang prakiraan suhu yang tersedia. Namun, para peneliti memperkirakan tingkat kematian akibat panas yang lebih tinggi dapat berlanjut hingga Juni atau Juli 2027.

Ancaman El Niño Tak Hanya Berasal dari Panas

Selain risiko kesehatan akibat suhu tinggi, El Niño dapat mengubah pola cuaca dan memicu kekeringan, kebakaran hutan, gangguan produksi pertanian, serta banjir di sejumlah wilayah. Dampak tersebut dapat menambah tekanan terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan dan daerah yang memiliki keterbatasan sumber daya untuk menghadapi bencana.

Climate Impact Lab menyatakan pemetaan proyeksi kematian berdasarkan wilayah dapat membantu menentukan lokasi yang membutuhkan langkah perlindungan. Upaya yang dapat dipertimbangkan antara lain penyediaan informasi peringatan panas, tempat penyejuk untuk berlindung, penambahan dukungan fasilitas kesehatan saat suhu tinggi, serta perlindungan bagi pekerja luar ruangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *