LPDB Target Salurkan Rp2 Triliun, KDMP Didampingi 15 Inkubator

LPDB Target Salurkan Rp2 Triliun, KDMP Didampingi 15 Inkubator

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Kemenkop Deva Rachman. /Antara.

PortalRakyat, JOGJA—Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng 15 lembaga inkubator untuk memperkuat tata kelola dan bisnis koperasi, terutama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Program pendampingan tersebut diarahkan untuk membantu koperasi membangun manajemen profesional, menyusun rencana bisnis, serta meningkatkan daya saing. Sejumlah perguruan tinggi turut terlibat dalam program inkubator yang dijalankan LPDB Koperasi pada 2026.

“Tahun ini LPDB Koperasi itu membuat program inkubator, ada 15 lembaga inkubator termasuk beberapa universitas yang sudah kerja sama dengan kita,” kata Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Kemenkop Deva Rachman, Selasa (13/10/2026).

Menurut Deva, setiap lembaga inkubator mendampingi 15 koperasi. Pendampingan mencakup pembenahan tata kelola, penguatan manajemen bisnis, dan peningkatan daya saing, dengan mayoritas koperasi peserta merupakan KDMP.

“Fokus untuk inkubator itu adalah tata kelola yang baik, kemudian yang kedua adalah bisnis plan-nya,” katanya.

Pendampingan Selama Enam Bulan

Deva menjelaskan, salah satu indikator utama program tersebut adalah kemampuan koperasi mengakses pembiayaan dana bergulir dari LPDB. Melalui pendampingan selama enam bulan, koperasi dibantu mengidentifikasi potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha.

Pendampingan juga meliputi penyusunan rencana bisnis, pengelolaan organisasi, hingga pelaksanaan rapat anggota tahunan (RAT).

“Kemudian tata kelolaannya seperti apa, pembuatan bisnis plannya, rapat anggota tahunan seperti apa, pengurusnya seperti apa, itu kita bimbing melalui inkubator-inkubator kita,” katanya.

LPDB Koperasi juga telah menyalurkan pembiayaan kepada sejumlah KDMP. Deva menyebut sekitar delapan koperasi desa telah memperoleh pembiayaan dana bergulir, dan beberapa di antaranya sudah mampu mengembalikan pinjaman.

Salah satu koperasi yang menjadi perhatian adalah KDMP Tamanmartani di Kalurahan Tamanmartani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Koperasi tersebut menjadi salah satu model percontohan karena memiliki sejumlah program unggulan di bidang ekonomi kerakyatan.

“Alhamdulillah dari mereka itu programnya bagus sekali, makanya kita kunjungi KDMP Tamanmartani, yang bahkan sudah mempunyai klinik dan akan menjadi klinik pratama dan akan mempunyai BPJS dan bekerja sama dengan BUMDES-nya,” katanya.

LPDB Targetkan Penyaluran Rp2 Triliun pada 2026

LPDB Koperasi berharap semakin banyak KDMP yang memanfaatkan fasilitas dana bergulir agar usaha koperasi dapat berkembang. Pada 2026, lembaga tersebut menargetkan penyaluran dana bergulir mencapai Rp2 triliun.

Hingga saat ini, realisasi penyaluran dana bergulir telah mencapai sekitar Rp1,6 triliun untuk koperasi di seluruh Indonesia.

Deva optimistis koperasi desa dapat menjalankan usaha secara berkelanjutan apabila memiliki komitmen dan perencanaan bisnis yang jelas. Menurut dia, pengembalian pinjaman oleh koperasi yang telah memperoleh pembiayaan juga menjadi salah satu hal yang mendukung keyakinan tersebut.

“Jadi dengan tidak adanya batas bawah ini dan yang sudah dikembalikan, kami yakin bahwa sebenarnya Koperasi Desa Merah Putih itu bisa berjalan dengan baik, asal komitmen dan mempunyai plan bisnis,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *