Karhutla Batalkan 14 Penerbangan Internasional Singapura-Pontianak

Karhutla Batalkan 14 Penerbangan Internasional Singapura-Pontianak

Pesawat komersial Airbus A320-214 milik maskapai penerbangan Citilink bersiap lepas landas di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatra Selatan, yan tertutup kabut asap, Kamis (17/9/2026)./Antara-Nova Wahyudi

PortalRakyat, JOGJA—Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu penerbangan internasional di Indonesia. Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 14 penerbangan internasional dibatalkan karena jarak pandang di sekitar bandar udara terdampak menurun.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengatakan gangguan tersebut terutama terjadi pada penerbangan yang menghubungkan Singapura dengan Pontianak dan Palembang.

“Asap menurunkan jarak pandang di sekitar bandar udara, sehingga dapat menyebabkan keterlambatan, penundaan, hingga pembatalan penerbangan. Setiap keputusan operasional diambil dengan mengutamakan keselamatan,” tutur Lukman dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

Rincian 14 Penerbangan yang Dibatalkan

Lukman menjelaskan pembatalan tersebut mencakup 12 penerbangan rute Singapura–Pontianak pulang-pergi (PP) di Bandara Supadio. Selain itu, terdapat dua penerbangan rute Singapura–Palembang PP di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Untuk mengurangi risiko keselamatan penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah menginstruksikan pengelola bandara di wilayah terdampak agar memperketat penerapan prosedur mitigasi.

Pengelola bandara juga diminta menerapkan Low Visibility Procedures (LVP) atau prosedur operasional dalam kondisi jarak pandang rendah dengan berkoordinasi bersama AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain itu, penerbitan pemberitahuan kepada penerbang atau Notice to Airmen (NOTAM) harus dilakukan secara berkala. Kesiagaan operasional di sisi udara juga ditingkatkan untuk mengantisipasi perubahan kondisi akibat kabut asap.

“Penyelenggara bandar udara juga diminta mengoptimalkan pelayanan penumpang di terminal, termasuk informasi penerbangan dan penyediaan masker,” ujar Lukman.

Operasi Pemadaman Karhutla dari Udara

Di tengah gangguan penerbangan komersial, otoritas penerbangan tetap mendukung upaya penanganan karhutla melalui operasi pemadaman dari udara atau water bombing.

Kementerian Perhubungan mencatat, selama periode 20 April hingga 16 Oktober 2026, operasi tersebut telah merealisasikan 5.179 flight cycle dengan melibatkan 38 armada pesawat dari 11 operator.

Dukungan operasional bandara dalam penanganan karhutla meliputi penyediaan area parkir helikopter pemadam, prioritas alokasi slot penerbangan, pendataan sumber air, hingga jaminan pasokan bahan bakar penerbangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan operasional untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah terdampak.

Penumpang Diminta Memantau Informasi Penerbangan

Lukman mengimbau masyarakat tetap tenang menghadapi perubahan jadwal penerbangan akibat kabut asap. Penumpang juga diminta memahami penyesuaian operasional yang dilakukan demi menjaga keselamatan penerbangan.

Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai kondisi penerbangan maupun penanganan karhutla.

“Masyarakat diimbau tetap tenang, memaklumi penyesuaian jadwal penerbangan akibat asap, dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi,” pungkas Lukman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *