Penggunaan masker di area publik – Ilustrasi Freepik
PortalRakyat, JOGJA—Penonton konser BIGBANG di Singapura diminta memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum berangkat ke lokasi acara. Promotor AEG Presents Asia mengeluarkan imbauan keselamatan menyusul memburuknya kabut asap yang menyelimuti negara tersebut menjelang konser pada 17 dan 18 Oktober 2026.
Dalam pengumuman pada Kamis (15/10/2026), AEG Presents Asia meminta penggemar memeriksa informasi kualitas udara terbaru, mempertimbangkan penggunaan masker, menjaga asupan cairan, serta mengurangi waktu beraktivitas di luar ruangan.
Promotor menyatakan langkah-langkah keselamatan telah disiapkan sesuai kebijakan pengelolaan kabut asap di lokasi acara.
Imbauan tersebut penting diperhatikan penggemar yang akan menghadiri konser di National Stadium, terutama ketika harus berjalan dari transportasi umum menuju stadion, mengantre di luar ruangan, atau menunggu sebelum pintu masuk dibuka.
Enam Hal yang Perlu Diperhatikan Penonton BIGBANG
AEG Presents Asia menyampaikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan penonton untuk mengurangi paparan kabut asap selama perjalanan dan kunjungan ke lokasi konser.
Berikut imbauan bagi penggemar BIGBANG:
-
Periksa kualitas udara sebelum berangkat. Pantau pembaruan kualitas udara terbaru dan sesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi yang berlaku.
-
Pertimbangkan memakai masker. Penggemar yang sensitif terhadap kabut asap perlu mempertimbangkan perlindungan yang sesuai.
-
Bawa air minum. Penonton dianjurkan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Botol kaca dan baja tidak diperbolehkan berdasarkan imbauan promotor, sedangkan botol yang memenuhi ketentuan dapat diisi ulang di lokasi.
-
Kurangi aktivitas luar ruangan. Hindari berada terlalu lama di area terbuka, terutama ketika kualitas udara memburuk.
-
Atur rute dan waktu kedatangan. Rencanakan perjalanan agar waktu menunggu atau berjalan di luar ruangan dapat diminimalkan.
-
Bawa obat pribadi. Penonton yang membutuhkan obat tertentu disarankan membawanya selama perjalanan dan acara.
Promotor juga meminta penonton segera mencari bantuan medis jika merasa tidak sehat selama berada di lokasi konser.
Kapan Kegiatan di Lokasi Konser Dihentikan?
The Kallang, pengelola kawasan National Stadium, memiliki kebijakan pengelolaan kabut asap yang mengacu pada Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) 24 jam.
Berdasarkan kebijakan tersebut, ketika PSI berada pada rentang 201–300 atau kategori sangat tidak sehat, seluruh aktivitas luar ruangan, termasuk kegiatan di OCBC Aquatic Centre, dihentikan. Jika PSI melampaui 300 dan masuk kategori berbahaya, seluruh aktivitas di dalam maupun luar ruangan akan dihentikan.
Untuk kategori PSI 101–200 atau tidak sehat, kegiatan di lokasi tetap berlangsung sesuai kebijakan umum, tetapi pengunjung dianjurkan mengambil tindakan pencegahan saat beraktivitas di luar ruangan.
Meski demikian, pengaturan khusus setiap acara dapat berbeda sesuai karakter kegiatan dan kondisi yang sedang berlangsung. Karena itu, penonton perlu mengikuti informasi resmi dari promotor dan pengelola lokasi menjelang konser.
Pemerintah Singapura Mulai Distribusikan Masker N95
Kabut asap di Singapura berkaitan dengan meningkatnya polusi partikel halus PM2.5. Dalam pembaruan pada 14 Oktober, NEA memperkirakan PSI 24 jam berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Lembaga tersebut juga menyebut asap dari kebakaran di Kalimantan terbawa angin menuju Singapura.
Pemerintah Singapura mulai mendistribusikan masker N95 secara bertahap kepada kelompok masyarakat rentan, termasuk lansia, ibu hamil, anak-anak, serta orang dengan kondisi medis tertentu yang memenuhi kriteria program.
Distribusi dilakukan melalui sejumlah lokasi yang ditentukan pemerintah. Ketersediaan masker di setiap lokasi dapat berbeda, sehingga masyarakat yang memenuhi syarat diminta memeriksa informasi sebelum mendatangi tempat pengambilan.
Bagi penggemar yang hendak menonton BIGBANG, memeriksa kualitas udara dan pengumuman penyelenggara sebelum berangkat menjadi langkah penting. Selain mempersiapkan tiket dan perjalanan, penonton perlu memperhitungkan kondisi kesehatan serta kemungkinan perubahan pengaturan kegiatan akibat kabut asap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
