Jangan Panik Lihat Rambut di Sisir, Ini Jumlah yang Masih Normal

PortalRakyat, JOGJA— Rambut yang tertinggal di sisir setelah menyisir atau keramas tidak selalu menandakan masalah pada kesehatan rambut. Kerontokan dalam jumlah tertentu justru merupakan bagian normal dari siklus pertumbuhan rambut.

DermNet menyebut sekitar 50–100 helai rambut dapat terlepas setiap hari dalam kondisi normal. Namun, angka tersebut bukan batas mutlak karena jumlah rambut yang rontok dapat berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi, antara lain, oleh kebiasaan mencuci serta menyisir rambut.

Dengan demikian, menemukan sejumlah rambut di sisir belum tentu berarti seseorang mengalami kerontokan berlebihan. Hal yang lebih penting adalah melihat apakah terjadi perubahan yang konsisten dari kondisi rambut biasanya.

Rambut memiliki siklus pertumbuhan

Setiap folikel rambut menjalani siklus yang berlangsung terus-menerus. Siklus tersebut terdiri atas fase anagen atau pertumbuhan, katagen atau masa transisi, dan telogen atau fase istirahat.

Pada fase anagen, rambut aktif tumbuh. Setelah itu, folikel memasuki fase katagen ketika pertumbuhan berhenti dan folikel mengalami penyusutan. Rambut kemudian berada dalam fase telogen sebelum akhirnya terlepas dan digantikan rambut baru.

Siklus setiap folikel tidak berlangsung secara bersamaan. Sebagian besar rambut berada dalam fase pertumbuhan, sementara sebagian lainnya berada pada fase istirahat. Kondisi inilah yang membuat rambut tidak rontok secara serentak dalam jumlah besar.

Mengapa rambut yang terlihat di sisir bisa banyak?

Rambut yang ditemukan di sisir tidak selalu berarti rambut tersebut baru saja mengalami kerontokan pada hari yang sama.

Rambut yang sudah berada di akhir siklusnya dapat tetap berada di kulit kepala sebelum akhirnya terlepas ketika disisir, dicuci, atau terkena aktivitas sehari-hari. Penelitian mengenai metode pengukuran kerontokan juga mencatat bahwa rambut yang rontok cenderung lebih banyak terlihat ketika rambut dicuci.

Karena itu, seseorang yang tidak menyisir atau mencuci rambut selama beberapa waktu mungkin melihat lebih banyak helai rambut terkumpul sekaligus ketika akhirnya melakukannya.

Jumlah rambut yang terlihat juga sulit dijadikan ukuran tunggal untuk menentukan apakah kerontokan sudah berlebihan. Literatur medis menyebut angka sekitar 100 helai per hari sebagai gambaran umum, tetapi jumlah sebenarnya dapat sangat bervariasi.

Kapan rambut rontok perlu diperhatikan?

Kerontokan menjadi lebih perlu diperhatikan apabila jumlahnya berubah drastis dari kondisi biasanya atau berlangsung terus-menerus dan disertai perubahan pada kepadatan rambut.

DermNet mencatat kerontokan berlebihan dapat menyebabkan rambut menipis secara menyeluruh hingga kulit kepala semakin terlihat. Kerontokan juga dapat muncul secara lokal atau berbentuk area tertentu, tergantung penyebabnya.

Beberapa perubahan yang layak menjadi perhatian antara lain:

  • rambut semakin menipis;

  • jumlah rambut yang tertinggal di sisir atau saat keramas meningkat secara konsisten;

  • muncul area kepala yang botak atau menipis dalam bentuk tertentu; dan

  • terdapat perubahan lain pada kulit kepala.

Kerontokan berlebihan dapat memiliki berbagai penyebab. Salah satunya adalah telogen effluvium, kondisi ketika lebih banyak rambut masuk ke fase istirahat sebelum akhirnya mengalami kerontokan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan sejumlah pemicu dan memerlukan evaluasi untuk mengetahui penyebabnya.

Jadi, beberapa helai rambut yang tertinggal di sisir setiap hari tidak otomatis menunjukkan masalah. Alih-alih menghitung setiap helai rambut, perhatikan perubahan pola kerontokan dan kondisi rambut secara keseluruhan. Jika rambut terus menipis atau kerontokan meningkat secara nyata, pemeriksaan oleh dokter dapat membantu mengetahui penyebabnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *