Ilustrasi shower mandi – Foto dibuat oleh AI/StockCake
PortalRakyat, JOGJA—Mandi merupakan bagian dari rutinitas sehari-hari masyarakat Indonesia. Kebiasaan ini ternyata juga menjadi bagian dari perbedaan gaya hidup antarnegara, mulai dari frekuensi mandi, kondisi iklim, hingga kebiasaan menjaga kebersihan tubuh.
Dalam daftar yang dipublikasikan Seasia Stats pada 19 Oktober 2026, Brasil menempati posisi teratas dengan rata-rata 14 kali mandi per minggu. Indonesia berada di kelompok lima besar dengan rata-rata sekitar 10 kali mandi per minggu, atau kurang lebih satu hingga dua kali sehari.
Angka tersebut merupakan rata-rata yang disajikan dalam daftar Seasia Stats, bukan berarti setiap penduduk Indonesia mandi tepat 10 kali dalam seminggu. Kebiasaan individu dapat berbeda menurut aktivitas, cuaca, kebutuhan tubuh, dan preferensi masing-masing.
Perbedaan Frekuensi Mandi di Berbagai Negara
Data Seasia Stats memperlihatkan bahwa frekuensi mandi yang dilaporkan berbeda di antara negara-negara yang masuk dalam daftar. Brasil berada di urutan pertama, sedangkan Amerika Serikat mencatat rata-rata terendah di antara 11 negara tersebut.
Berikut daftar negara berdasarkan rata-rata frekuensi mandi per minggu yang dipublikasikan Seasia Stats pada Oktober 2026:
-
Brasil: 14 kali per minggu.
-
Kolombia: 11 kali per minggu.
-
Thailand: 11 kali per minggu.
-
Filipina: 10 kali per minggu.
-
Indonesia: 10 kali per minggu.
-
Meksiko: 8,5 kali per minggu.
-
Australia: 8 kali per minggu.
-
Venezuela: 8 kali per minggu.
-
Nigeria: 7,5 kali per minggu.
-
Peru: 7,5 kali per minggu.
-
Amerika Serikat: 7,2 kali per minggu.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki rata-rata frekuensi mandi yang relatif tinggi dalam daftar ini. Meski demikian, posisi negara dengan angka sama perlu dibaca sebagai kelompok dengan nilai setara, bukan perbedaan kebiasaan yang pasti signifikan.
Apa yang Memengaruhi Kebiasaan Mandi?
Frekuensi mandi dapat dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya iklim. Di wilayah yang panas dan lembap, seseorang mungkin lebih sering mandi untuk menghilangkan keringat dan menjaga tubuh tetap nyaman setelah beraktivitas.
Aktivitas sehari-hari juga berperan. Orang yang bekerja di luar ruangan, berolahraga, atau melakukan pekerjaan yang membuat tubuh berkeringat mungkin perlu mandi lebih sering dibandingkan mereka yang beraktivitas ringan di dalam ruangan.
Selain itu, kebiasaan keluarga, norma sosial, budaya, serta ketersediaan air bersih turut membentuk rutinitas kebersihan. Faktor-faktor tersebut dapat berbeda antardaerah, bahkan di dalam negara yang sama.
Namun, daftar frekuensi mandi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa penduduk suatu negara lebih bersih atau lebih sehat daripada penduduk negara lain. Angka rata-rata juga tidak menggambarkan secara lengkap cara mandi, penggunaan sabun, atau kebiasaan menjaga kebersihan pada setiap individu.
Berapa Kali Sebaiknya Mandi dalam Sehari?
Tidak ada angka tunggal yang cocok untuk semua orang. Frekuensi mandi sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas fisik, cuaca, kondisi kulit, serta kebutuhan membersihkan tubuh setelah berkeringat atau terkena kotoran.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa mandi sekali sehari merupakan panduan umum bagi banyak orang, tetapi kebutuhan tersebut bukan aturan mutlak. Orang yang berolahraga atau banyak berkeringat mungkin membutuhkan mandi tambahan, sedangkan kulit kering atau sensitif perlu mendapat perhatian agar tidak mengalami iritasi.
Cara mandi juga perlu diperhatikan. Air yang terlalu panas, sabun yang terlalu keras, serta mandi terlalu lama dapat membuat kulit kering. Menggunakan air hangat suam-suam kuku dan pembersih yang lembut dapat membantu menjaga kelembapan kulit.
Dengan demikian, frekuensi mandi yang tinggi tidak otomatis menjadi ukuran kebersihan terbaik. Yang lebih penting adalah menjaga kebersihan tubuh sesuai kebutuhan, memperhatikan kondisi kulit, dan menyesuaikan rutinitas dengan aktivitas sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
