Ilustrasi penipuan./Antara
PortalRakyat, JOGJA—Pesan singkat yang meminta pembayaran tagihan, menawarkan hadiah, atau menyertakan tautan mencurigakan perlu diwaspadai. Sebelum mengeklik tautan tersebut, pengguna bisa memeriksa indikasi penipuan dengan memanfaatkan fitur Circle to Search di HP Android.
Fitur pencarian visual Google yang biasanya digunakan untuk mencari informasi dari objek atau tulisan di layar itu kini juga dapat membantu mengenali pesan yang diduga sebagai penipuan. Pengguna bisa memeriksa isi SMS maupun pesan dari aplikasi percakapan tanpa harus berpindah ke browser.
Google memperkenalkan kemampuan untuk mendeteksi indikasi penipuan melalui Circle to Search dan Google Lens secara global pada Desember 2025. Sistem menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan informasi dari internet untuk menilai apakah sebuah pesan kemungkinan merupakan penipuan. Hasil pemeriksaan dapat berupa rangkuman, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, serta saran langkah selanjutnya.
Meski begitu, hasil analisis AI bukan jaminan mutlak bahwa sebuah pesan aman atau berbahaya. Pengguna tetap perlu memeriksa informasi melalui kanal resmi, terutama jika pesan berkaitan dengan transaksi keuangan atau permintaan data pribadi.
Cara Memeriksa SMS Mencurigakan dengan Circle to Search
Pengguna Android yang perangkatnya mendukung Circle to Search dapat memeriksa pesan langsung dari layar ponsel. Berikut langkah-langkahnya:
-
Buka SMS atau aplikasi percakapan yang memuat pesan mencurigakan.
-
Tekan lama tombol Home atau bilah navigasi di bagian bawah layar untuk mengaktifkan Circle to Search. Ketersediaan cara aktivasi dapat bergantung pada pengaturan navigasi perangkat.
-
Lingkari bagian teks pesan yang ingin diperiksa, termasuk informasi atau tautan yang dianggap mencurigakan.
-
Tunggu sistem melakukan pencarian dan analisis terhadap pesan tersebut.
-
Periksa rangkuman AI Overview yang muncul, termasuk tanda-tanda penipuan dan saran tindakan berikutnya.
Google menjelaskan bahwa fitur ini dirancang untuk membantu pengguna mengenali pesan yang kemungkinan merupakan penipuan sebelum mengeklik tautan atau membagikan informasi pribadi. Hasil berupa rangkuman AI hanya akan ditampilkan ketika sistem memiliki tingkat keyakinan yang memadai terhadap kualitas jawabannya.
Pesan yang menggunakan bahasa mendesak, meminta pembayaran segera, atau mengarahkan penerima ke alamat situs yang tidak jelas patut diperiksa lebih lanjut. Namun, satu ciri saja tidak cukup untuk memastikan sebuah pesan merupakan penipuan.
Tidak Ada Circle to Search? Gunakan Google Lens
Pengguna yang HP-nya belum mendukung Circle to Search masih bisa memanfaatkan Google Lens melalui aplikasi Google. Metode ini juga tersedia bagi pengguna iPhone sehingga pemeriksaan serupa tidak terbatas pada perangkat Android.
Berikut cara menggunakannya:
-
Ambil tangkapan layar atau screenshot pesan yang mencurigakan.
-
Buka aplikasi Google di ponsel.
-
Pilih Google Lens.
-
Pilih tangkapan layar pesan dari galeri.
-
Tunggu hasil pencarian dan periksa rangkuman AI beserta saran yang diberikan.
Menurut Google, kemampuan pemeriksaan pesan mencurigakan melalui Lens dapat digunakan secara global. Namun, hasil dan ketersediaannya tetap bergantung pada kemampuan sistem memberikan jawaban yang cukup akurat.
Pemeriksaan melalui Lens juga tidak berarti pengguna harus membuka tautan yang tercantum dalam pesan. Tujuannya justru membantu mencari petunjuk mengenai kemungkinan penipuan sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Google Juga Punya Fitur Scam Detection Otomatis
Selain pemeriksaan manual, Google menyediakan Scam Detection untuk membantu mengenali pola pesan yang berpotensi menipu. Pada perangkat dan aplikasi yang mendukungnya, fitur ini dapat memberikan peringatan ketika mendeteksi pesan mencurigakan.
Dokumentasi bantuan Android mencantumkan sembilan bahasa yang didukung Scam Detection, termasuk bahasa Indonesia. Namun, ketersediaan fitur tidak selalu sama di setiap perangkat, wilayah, maupun aplikasi percakapan.
Pada sejumlah perangkat, Scam Detection dapat menganalisis notifikasi pesan dari aplikasi yang didukung. Sementara itu, Scam Detection di Google Messages dapat mendeteksi pola percakapan yang berkaitan dengan penipuan dan menampilkan peringatan jika ditemukan indikasi bahaya.
Fitur otomatis tersebut menjadi lapisan perlindungan tambahan, bukan pengganti kewaspadaan pengguna. Pesan yang lolos dari pemeriksaan otomatis belum tentu aman.
Jangan Asal Klik Tautan atau Membagikan Data
Menerima atau membaca pesan teks pada umumnya tidak serta-merta membuat ponsel diretas. Namun, risiko dapat meningkat ketika pengguna mengeklik tautan berbahaya, mengunduh berkas yang tidak tepercaya, memasang aplikasi dari sumber tidak resmi, atau memberikan kata sandi dan kode verifikasi kepada pihak lain.
Karena itu, jangan terburu-buru menanggapi pesan yang mengaku berasal dari bank, kurir, instansi pemerintah, atau penyedia layanan digital. Jika pesan meminta pembayaran atau mengklaim ada masalah pada akun, periksa informasi tersebut melalui aplikasi resmi atau hubungi layanan pelanggan menggunakan kontak yang tercantum di situs resmi.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda penipuan, jangan buka tautan atau mengunduh berkas yang disertakan. Hapus pesan dan blokir pengirim jika diperlukan. Pengguna juga dapat melaporkan pesan melalui fitur pelaporan yang tersedia di aplikasi terkait.
Dengan memanfaatkan Circle to Search atau Google Lens, pengguna memiliki cara tambahan untuk memeriksa pesan mencurigakan sebelum bertindak. Meski demikian, langkah paling penting tetap sama: jangan mudah percaya pada pesan yang mendesak, periksa sumbernya, dan jangan pernah membagikan data sensitif kepada pihak yang belum terverifikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
