Bitcoin Tembus 87.200 Dolar AD, Ini Faktor yang Mendorongnya

Bitcoin Tembus 87.200 Dolar AD, Ini Faktor yang Mendorongnya

Ilustrasi Bitcoin. Freepik

PortalRakyat, JAKARTA—Harga Bitcoin (BTC) sempat menembus US$87.200 pada perdagangan awal pekan ini. Penguatan tersebut dalam beberapa bulan terakhir dinilai mencerminkan semakin optimistisnya pasar kripto, meski investor tetap perlu mencermati volatilitas dan perkembangan ekonomi global.

Data CoinMarketCap menunjukkan Bitcoin berhasil mencapai US$87.200 sebelum kembali bergerak di kisaran US$85.000-US$86.000 pada Selasa (22/9).

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan penguatan Bitcoin kali ini tidak berdiri sendiri. Sejumlah faktor muncul secara bersamaan, mulai dari meningkatnya aliran dana investor institusional, membaiknya sentimen pasar, hingga perkembangan regulasi aset digital di AS.

“Pergerakan Bitcoin kali ini tidak hanya didorong oleh satu faktor. Minat investor institusional kembali menguat, serta sentimen terhadap aset digital juga membaik,” ujar dia, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dana institusional dan sentimen pasar

Aloysia menjelaskan penguatan Bitcoin turut berkaitan dengan meningkatnya minat investor institusional. Pada saat yang sama, sentimen terhadap aset digital disebut membaik sehingga memberikan dukungan terhadap pergerakan harga Bitcoin.

Faktor regulasi aset digital di AS juga menjadi bagian dari perkembangan yang diperhatikan pasar. Kombinasi sejumlah sentimen tersebut membuat penguatan Bitcoin berlangsung ketika pasar kripto menunjukkan optimisme.

Dari sisi makroekonomi, membaiknya selera risiko di pasar global turut memberikan dorongan positif terhadap aset berisiko. Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi yang kemudian dapat memperkuat sentimen positif terhadap aset seperti Bitcoin.

Investor diminta tidak sekadar mengejar momentum

Meski harga Bitcoin menguat, Aloysia mengingatkan investor agar tetap mewaspadai dinamika ekonomi global dan kebijakan suku bunga. Kedua faktor tersebut dinilai dapat mempengaruhi arah pergerakan pasar selanjutnya.

Menurut dia, momentum penguatan Bitcoin seharusnya dapat dimanfaatkan investor untuk memahami dinamika pasar dengan lebih baik, bukan sekadar mengikuti pergerakan harga.

“Saat harga Bitcoin bergerak positif, investor sebaiknya tidak hanya melihat momentumnya, tetapi juga memahami konteks di balik pergerakan tersebut. Tetap lakukan riset mandiri dan tidak mengambil keputusan hanya karena harga sedang naik atau karena Fear of Missing Out (FOMO),” katanya pula.

Peringatan tersebut juga berlaku bagi investor maupun trader yang mempertimbangkan keputusan berdasarkan momentum harga dalam jangka pendek.

Penguatan tajam pada aset kripto dapat berlangsung bersamaan dengan volatilitas yang tinggi. Karena itu, investor tetap perlu memahami manajemen risiko, mengelola posisi secara disiplin, dan melakukan Do Your Own Research (DYOR) sebelum bertransaksi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *