Sejumlah Gerai KDMP Kulonprogo Tak Lolos Verifikasi, Masalah Bangunan hingga Listrik

Sejumlah Gerai KDMP Kulonprogo Tak Lolos Verifikasi, Masalah Bangunan hingga Listrik

Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

PortalRakyat, KULONPROGO — Sejumlah gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kulonprogo belum memenuhi persyaratan untuk dioperasikan. Hasil pemeriksaan terhadap 22 gerai menemukan persoalan mulai dari risiko keselamatan bangunan hingga belum terpenuhinya kebutuhan dasar air bersih dan daya listrik.

Wakil Ketua Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) KDMP Kulonprogo, Iffah Mufidati, mengatakan pemeriksaan lapangan terhadap 22 gerai telah rampung. Hasilnya, gerai-gerai tersebut masuk kategori layak dengan catatan perbaikan dan tidak layak operasional.

Menurut Iffah, sejumlah temuan berkaitan dengan kondisi fisik bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan. Tim juga mendapati fasilitas air bersih yang belum mengalir serta pasokan listrik yang belum memenuhi standar minimal 5.500 volt ampere (VA).

“Rekomendasi dari tim teknis verval membagi kondisi gerai dalam tiga kategori: layak dan siap operasional, layak dengan catatan perbaikan, serta tidak layak operasional. Di Kulonprogo, temuan kita berada di kategori dua dan tiga,” ujar Iffah kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).

Penyedia Diberi Waktu Perbaikan Tiga Bulan

Temuan tersebut menjadi pekerjaan rumah sebelum gerai KDMP dapat dimanfaatkan secara resmi. Iffah mengatakan penyedia pembangunan, PT Agrinas, diberi waktu paling lambat tiga bulan setelah penyerahan hasil verifikasi dan validasi untuk menyelesaikan perbaikan fisik.

Ia menjelaskan, proses pemeriksaan tidak bisa dilakukan sebelum Agrinas menyerahkan data kesiapan gerai. Ketentuan itu mengikuti arahan Kementerian Koperasi.

“Sesuai arahan Kementerian Koperasi, proses verval baru bisa kita lakukan apabila Agrinas sudah menyerahkan data kesiapan gerai,” katanya.

Meski pemeriksaan lapangan telah selesai, gerai-gerai tersebut belum dapat dioperasikan secara resmi. Bangunan fisik belum melalui proses berita acara serah terima (BAST), sementara hasil pemeriksaan juga masih menunggu peninjauan atau review Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dengan demikian, penyelesaian bangunan saja belum cukup untuk membuat gerai dapat digunakan. Kelayakan fisik, kelengkapan fasilitas, serta tahapan administrasi tetap harus dipenuhi sebelum operasional resmi dimulai.

Usaha Koperasi Tetap Bisa Disiapkan

Di tengah penantian tersebut, Tim Verval Kulonprogo meminta pengurus dan pengawas koperasi di tingkat kalurahan tetap memperkuat kegiatan usaha yang telah berjalan. Langkah ini ditujukan agar aktivitas ekonomi koperasi tidak sepenuhnya bergantung pada selesainya pembangunan gerai.

Iffah mengatakan para manajer KDMP diarahkan untuk membantu pengembangan unit usaha mandiri atau embrio bisnis koperasi yang sudah berjalan sebelum bangunan gerai tersedia.

“Gerai memang belum bisa digunakan karena belum BAST. Namun, sambil menunggu arahan dan koordinasi dengan Kementerian Koperasi, kami arahkan para manajer untuk membantu penguatan unit usaha mandiri atau embrio bisnis koperasi yang sudah berjalan sebelum ada gedung gerai,” jelasnya.

Hingga Kamis (15/10/2026), belum ada gerai fisik KDMP di Kulonprogo yang dioperasikan. Meski demikian, sejumlah koperasi telah membentuk kepengurusan dan menjalankan kegiatan usaha secara mandiri.

Di antaranya KDMP Kalurahan Kembang dan KDMP Tirtorahayu. Aktivitas koperasi Tirtorahayu disebut telah memberikan manfaat bagi anggotanya meski gerai fisiknya belum digunakan secara resmi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kesiapan usaha koperasi dan kesiapan bangunan gerai merupakan dua hal berbeda. Sementara kegiatan usaha mandiri dapat terus diperkuat, pemanfaatan gedung tetap menunggu penyelesaian perbaikan dan tahapan administrasi sesuai ketentuan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *