PortalRakyat, JOGJA—Pengguna Windows dan aplikasi Microsoft Office perlu segera memasang pembaruan keamanan Oktober 2026. Microsoft merilis sejumlah perbaikan untuk menutup kerentanan pada sistem operasi dan berbagai produknya, termasuk satu celah Windows Shell yang dilaporkan telah dieksploitasi penyerang.
Pembaruan ini penting bagi pengguna komputer pribadi maupun perusahaan. Kerentanan yang tidak ditambal dapat membuka peluang bagi penyerang untuk melewati mekanisme keamanan, menjalankan kode berbahaya, atau memperoleh akses yang tidak semestinya, bergantung pada jenis celah dan kondisi perangkat.
PCWorld dalam laporannya pada 14 Oktober 2026 menyebut pembaruan bulan ini mencakup 1.416 kerentanan, termasuk 85 yang dikategorikan kritis dan 67 celah eksekusi kode jarak jauh atau remote code execution (RCE). Namun, Tenable mencatat angka berbeda, yakni 1.407 CVE dengan 69 kerentanan berstatus kritis. Perbedaan penghitungan tersebut perlu diperhatikan saat membaca total kerentanan yang ditangani dalam pembaruan bulan ini.
Celah Windows Shell Dilaporkan Sudah Dieksploitasi
Salah satu kerentanan yang menjadi perhatian adalah CVE-2026-96951, yang berkaitan dengan fitur keamanan Windows Shell. Menurut laporan keamanan, celah ini memungkinkan penyerang melewati perlindungan tertentu yang dirancang untuk membantu pengguna mengenali file berpotensi berbahaya.
Windows menggunakan mekanisme Mark of the Web (MotW) untuk menandai file yang berasal dari internet. Penanda tersebut membantu sistem memberikan peringatan ketika pengguna berinteraksi dengan file yang berpotensi berisiko.
Celah CVE-2026-96951 dilaporkan dapat dimanfaatkan untuk melewati perlindungan tersebut melalui file yang telah disiapkan penyerang. Karena kerentanan ini diketahui telah dieksploitasi, memasang pembaruan keamanan yang sesuai menjadi langkah penting bagi pengguna perangkat yang terdampak.
Meski demikian, pengguna tidak perlu mengunduh file tambalan dari situs tidak dikenal atau mengikuti tautan pembaruan yang dikirim melalui pesan mencurigakan. Gunakan Windows Update atau katalog resmi Microsoft agar paket yang dipasang sesuai dengan versi sistem operasi.
Cara Memasang Update Windows Oktober 2026
Pengguna Windows dapat memeriksa pembaruan keamanan melalui menu pengaturan sistem. Langkah umumnya sebagai berikut:
-
Buka menu Settings atau Pengaturan.
-
Pilih Windows Update.
-
Klik Check for updates untuk memeriksa pembaruan yang tersedia.
-
Pasang pembaruan yang ditawarkan untuk perangkat tersebut.
-
Mulai ulang komputer jika diminta agar proses pemasangan selesai.
Pengguna yang membutuhkan paket instalasi mandiri dapat mengakses Microsoft Update Catalog. Pastikan memilih paket yang cocok dengan versi Windows dan arsitektur perangkat, misalnya x64 atau ARM64.
Microsoft mengonfirmasi bahwa pembaruan keamanan Windows 11 pada 13 Oktober 2026 menggunakan paket KB5127648 untuk versi 24H2, 25H2, dan 26H2. Sementara itu, KB5126657 tersedia untuk Windows 10 versi 21H2 dan 22H2 yang memenuhi ketentuan dukungan, termasuk perangkat yang terdaftar dalam program Extended Security Updates (ESU).
Pengguna sebaiknya memeriksa versi Windows terlebih dahulu sebelum mengunduh paket secara manual. Pembaruan yang salah versi atau tidak sesuai arsitektur perangkat tidak boleh dipasang hanya berdasarkan kesamaan nama produk.
Pengguna Windows 11 24H2 Home dan Pro Perlu Memperhatikan Masa Dukungan
Microsoft menyatakan pembaruan keamanan Oktober 2026 menjadi pembaruan terakhir bagi Windows 11 versi 24H2 edisi Home dan Pro. Perangkat dengan edisi tersebut perlu beralih ke versi Windows yang masih didukung agar tetap menerima pembaruan keamanan berikutnya.
Pengguna dapat memeriksa apakah peningkatan versi tersedia melalui Windows Update. Sebelum melakukan peningkatan besar, sebaiknya cadangkan dokumen penting dan pastikan perangkat memenuhi persyaratan versi yang dituju.
Sementara itu, pengguna Windows 10 perlu memastikan perangkatnya masih menerima pembaruan melalui skema dukungan yang berlaku. Microsoft menyediakan program Extended Security Updates untuk perangkat yang memenuhi persyaratan, dengan dukungan konsumen yang diperpanjang hingga 12 Oktober 2027.
Aplikasi Office dan Layanan Perusahaan Juga Perlu Diperbarui
Pembaruan Oktober tidak hanya menyasar Windows. PCWorld juga melaporkan adanya perbaikan untuk kerentanan pada Microsoft Office, SharePoint, dan Exchange Server.
Sebagian kerentanan pada aplikasi perkantoran dapat berkaitan dengan cara aplikasi memproses dokumen atau konten tertentu. Karena itu, pengguna perlu memasang pembaruan Office melalui mekanisme pembaruan resmi yang tersedia pada aplikasi atau mengikuti kebijakan pembaruan dari administrator perusahaan.
Bagi organisasi yang menggunakan SharePoint dan Exchange Server, administrator TI perlu meninjau daftar kerentanan yang terdampak serta menerapkan pembaruan sesuai produk dan versi server. Langkah ini penting karena celah pada layanan perusahaan dapat membawa risiko yang berbeda dari kerentanan pada komputer pribadi.
Rincian produk terdampak dan paket perbaikannya dapat diperiksa melalui Microsoft Security Update Guide.
Memasang pembaruan keamanan merupakan salah satu langkah utama untuk mengurangi risiko eksploitasi. Pengguna juga perlu tetap waspada terhadap lampiran yang tidak dikenal, tautan mencurigakan, dan dokumen dari sumber yang tidak tepercaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
