Bulog Tegaskan Beras Bantuan Pemerintah Tak Boleh Dijual

Bulog Tegaskan Beras Bantuan Pemerintah Tak Boleh Dijual

Petugas Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mengecek stok beras di Kompleks Pergudangan Cindaga, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (31/8/2026). ANTARA/HO-Bulog Banyumas\r\n

PortalRakyat, CILACAP— Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengingatkan masyarakat penerima bantuan pangan agar tidak memperjualbelikan beras bantuan pemerintah. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan pangan penerima manfaat.

Ahmad Rizal menyampaikan hal itu saat penyaluran bantuan pangan beras di Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).

“Berhubung bantuan pangan adalah subsidi dari pemerintah, tidak boleh diperjualbelikan di pasar ataupun kepada siapa pun. Jadi harus dinikmati oleh penerima manfaatnya sendiri,” katanya.

Penyaluran bantuan pangan secara simbolis dilakukan kepada penerima bantuan dari Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Jumlah penerimanya mencapai 1.629 orang atau setara 48.870 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan.

Bantuan pangan beras periode Juli, Agustus, dan September 2026 tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga akses pangan masyarakat melalui pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

33,2 Juta Penerima Secara Nasional

Secara nasional, bantuan pangan beras tersebut menyasar sekitar 33,2 juta penerima manfaat.

Khusus di Kabupaten Cilacap, penerimanya mencapai 275.233 orang dengan total 8.256.990 kilogram beras yang disalurkan ke berbagai wilayah.

Ahmad Rizal mengatakan penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data masyarakat yang masuk desil 1 sampai desil 4 dan telah melalui verifikasi Kementerian Sosial.

“Data yang menerima adalah yang sudah diverifikasi oleh Kementerian Sosial. Alhamdulillah ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” katanya.

Menurut dia, penyaluran bantuan pangan juga menjadi bentuk sinergi Bulog bersama TNI dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diterima masyarakat secara tepat sasaran.

Bantuan Beras Oktober-Desember 2026

Pemerintah berencana melanjutkan bantuan pangan beras untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026 sesuai arahan Presiden RI.

“Bantuan Pangan Beras ini merupakan bentuk perhatian Presiden RI dalam menjaga ketahanan pangan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Bulog akan terus bergerak menjalankan amanah untuk menyalurkan bantuan hingga periode Oktober sampai Desember 2026 sesuai dengan perintah Presiden Republik Indonesia,” katanya.

Ahmad Rizal menjelaskan bantuan tersebut juga menjadi salah satu langkah pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi dinamika kondisi cuaca, termasuk periode musim kemarau.

Program tersebut sekaligus ditujukan untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat.

Bulog, lanjut dia, terus menjalankan perannya dalam menjaga rantai pangan nasional, mulai dari penyerapan hasil panen hingga pendistribusian pangan melalui berbagai program pemerintah.

Dengan dukungan cadangan beras dan jaringan distribusi yang tersebar di berbagai wilayah, Bulog memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Ada Bantuan untuk Pengemudi Ojol

Selain penyaluran bantuan pangan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Perum Bulog.

Program itu berupa beras premium kemasan 5 kilogram untuk pengemudi ojek daring (ojol), serta bingkisan dan tali asih untuk anak yatim-piatu.

Salah seorang penerima bantuan pangan (PBP), Parinah, mengaku terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Menurut dia, harga beras di pasaran saat ini telah mencapai kisaran Rp15.000 per kilogram.

“Alhamdulillah sangat membantu, saya sudah beberapa kali menerima bantuan pangan. Periode sebelumnya mendapatkan 20 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan,” katanya.

Parinah juga bersyukur karena pemerintah berencana kembali menyalurkan bantuan pangan untuk alokasi Oktober hingga Desember 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *