Fabio Quartararo – MotoGP.com
PortalRakyat, JOGJA— Fabio Quartararo punya kesempatan untuk memilih arah baru dalam karier MotoGP setelah memutuskan meninggalkan Yamaha. Menariknya, meski Ducati menjadi salah satu kekuatan utama di grid, pebalap Prancis itu justru memilih bergabung dengan Honda mulai musim 2027.
Keputusan tersebut bukan sekadar soal mencari motor yang sedang kompetitif. Quartararo mengatakan proyek kebangkitan Honda dan perubahan besar regulasi MotoGP pada 2027 menjadi bagian penting yang membuatnya yakin dengan pilihannya.
Quartararo akan mengakhiri kerja sama dengan Yamaha setelah delapan tahun. Mulai musim depan, juara dunia MotoGP 2021 itu bakal memperkuat tim pabrikan Honda dengan kontrak yang telah diumumkan secara resmi.
Di sisi lain, Ducati memang menjadi salah satu tujuan yang secara logis menarik bagi pebalap yang ingin berada di atas. Namun, kursi Ducati untuk musim 2027 juga telah banyak terisi. Marc Marquez bertahan di tim pabrikan bersama Pedro Acosta, sedangkan Gresini akan diperkuat Joan Mir dan Daniel Holgado. VR46 juga telah memastikan Fermin Aldeguer dan Nicolo Bulega.
Quartararo Punya Alasan Memilih Honda
Ketika ditanya mengapa tidak mencoba mendapatkan kursi Ducati, Quartararo memberikan jawaban yang berkaitan langsung dengan proyek Honda. Ia melihat pabrikan Jepang tersebut sedang mengerahkan sumber daya untuk kembali bersaing di papan atas MotoGP.
“Karena kupikir Honda, selama beberapa tahun sampai sekarang, telah menjalani periode di mana mereka ingin juara lagi,” ujar rider Prancis ini.
Menurut Quartararo, Honda memiliki ambisi besar untuk membangun kembali kekuatannya. Faktor tersebut menjadi semakin menarik karena MotoGP akan memasuki perubahan regulasi besar pada 2027.
“Honda mengerahkan seluruh sumber daya yang mereka punya untuk comeback. Dengan perubahan regulasi, motor-motor baru, dan ban baru, kurasa Honda bisa membuat kejutan dan memproduksi sebuah motor yang sangat kompetitif.”
Perubahan regulasi 2027 memang membuat keputusan para pebalap tidak sesederhana melihat performa motor pada musim berjalan. Quartararo sendiri mengakui bahwa memilih tim untuk era baru tersebut tetap mengandung unsur pertaruhan karena perubahan teknis dan ban dapat mengubah peta persaingan.
Artinya, motor yang saat ini kompetitif belum tentu otomatis menjadi pilihan paling menjanjikan ketika regulasi baru diterapkan. Situasi tersebut ikut menjadi pertimbangan Quartararo saat menentukan langkah berikutnya.
Quartararo Terpikat Proyek Honda
Quartararo juga mengungkapkan bahwa keputusan bergabung dengan Honda tidak dibuat hanya berdasarkan satu faktor. Ia dan timnya sempat berbicara dengan beberapa pabrikan sebelum akhirnya memilih proyek Honda.
Dari pertemuan tersebut, Quartararo mengaku mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaan yang diajukan mengenai masa depan proyek Honda. Penjelasan yang diterimanya membuatnya semakin yakin untuk mengambil keputusan tersebut.
“Kami pernah bertemu dengan beberapa pabrikan, termasuk Honda. Di pertemuan-pertemuan itu, aku punya banyak sekali pertanyaan, dan tidak hanya menjawab pertanyaan-pertanyaanku, mereka menunjukkan kepadaku banyak hal tentang proyek mereka yang membuatku memutuskan untuk bergabung,” Quartararo mengatakan kepada Motorsport.
Sebelumnya, Quartararo juga menjelaskan bahwa kepindahannya dari Yamaha berkaitan dengan keinginannya mendapatkan suasana dan proyek baru setelah menjalani sebagian besar karier MotoGP bersama pabrikan tersebut. Ia menyebut kebutuhan terhadap perubahan pada sisi paket motor maupun lingkungan sebagai salah satu pertimbangan.
Bagi Quartararo, Honda menawarkan kombinasi antara proyek baru dan peluang untuk ikut membangun kembali pabrikan tersebut ketika MotoGP memasuki era regulasi berbeda.
Honda Jadi Tantangan Baru Quartararo
Kepindahan ini sekaligus menandai babak baru bagi Quartararo setelah perjalanan panjang bersama Yamaha. Ia menjalani delapan tahun bersama pabrikan asal Jepang tersebut di kelas utama sebelum memutuskan pindah pada 2027.
Keputusan itu datang ketika Yamaha masih berusaha mengejar ketertinggalan dari para pesaingnya. Quartararo sendiri sebelumnya telah mengungkapkan keinginannya untuk tidak hanya berperan dalam pengembangan motor, tetapi kembali memiliki paket yang memungkinkan dirinya bersaing di depan.
Honda juga bukan tanpa tantangan. Namun, Quartararo melihat perkembangan yang dilakukan pabrikan tersebut dalam beberapa tahun terakhir sebagai alasan untuk percaya bahwa proyek mereka dapat berkembang lebih jauh.
Dengan demikian, pilihan Quartararo terhadap Honda bukan semata-mata karena mengabaikan Ducati. Ia justru melihat perubahan regulasi 2027 sebagai momentum yang dapat mengubah peta kekuatan MotoGP dan membuka peluang bagi proyek yang sedang membangun kembali kekuatannya.
Musim 2027 nantinya akan menjadi ujian langsung bagi keputusan tersebut, ketika Quartararo mulai menjalani era baru MotoGP bersama Honda dan berhadapan dengan para pebalap Ducati yang sudah mengisi sejumlah kursi untuk musim tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
