PLTS Bandara Ahmad Yani Hasilkan 63.800 kWh dalam 6 Bulan

PLTS Bandara Ahmad Yani Hasilkan 63.800 kWh dalam 6 Bulan

Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik. /Antara.

PortalRakyat, SEMARANG—Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 kWp untuk memenuhi sebagian kebutuhan energi listrik di lingkungan bandara.

Selama Januari hingga Juni, panel surya tersebut menghasilkan listrik mencapai 63.800 kWh. Energi yang dihasilkan digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan tenaga listrik, termasuk kebutuhan gedung administrasi bandara.

“Selama Januari hingga Juni, listrik yang dihasilkan panel surya ini mencapai 63.800 kWh yang digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan tenaga listrik,” kata General Manajer Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto di Semarang, Minggu.

Panel Surya Terpasang di Atap Gedung

Sulistyo menjelaskan panel surya yang menghasilkan tenaga listrik tersebut dipasang di atas atap tempat parkir gedung administrasi dan gedung Main Power House (MPH).

Energi listrik dari PLTS itu kemudian dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan listrik gedung administrasi Bandara Ahmad Yani Semarang.

Pemanfaatan energi surya tersebut menjadi bagian dari upaya pengelola Bandara Ahmad Yani Semarang dalam memperkuat penerapan konsep eco-airport. Pengelola juga menggunakan teknologi yang tidak berdampak langsung pada penipisan lapisan ozon.

Menurut Sulistyo, Bandara Ahmad Yani Semarang terus mengedepankan efisiensi energi sekaligus penggunaan teknologi yang ramah lingkungan di lingkungan bandara.

Efisiensi Energi Dilakukan di Area Bandara

Selain mengandalkan PLTS, pengelola Bandara Ahmad Yani Semarang menjalankan sejumlah inisiatif untuk menekan penggunaan energi. Langkah tersebut diterapkan melalui pengaturan suhu dengan menggunakan sistem zonasi dan pemakaian lampu LED.

Optimalisasi pencahayaan alami juga dilakukan di lingkungan bandara. Selain itu, pengelola menerapkan fitur “sleep mode” pada lift, elevator dan travelator.

Pengelolaan sistem pendingin udara turut menjadi bagian dari strategi efisiensi energi. Sistem tersebut mendapat perhatian karena menjadi salah satu komponen dengan kebutuhan energi cukup besar di area terminal.

Ia menuturkan sistem pendingin terus dioptimalkan sesuai kebutuhan operasional. Upaya tersebut tetap dilakukan dengan mempertahankan kenyamanan penumpang di area terminal.

Penggunaan PLTS berkapasitas 100 kWp dan berbagai langkah efisiensi tersebut menjadi bagian dari penerapan konsep eco-airport di Bandara Ahmad Yani Semarang, bersamaan dengan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan di lingkungan bandara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *