PBB Kecam Serangan Houthi, Rudal ke Riyadh Berhasil Dicegat

PBB Kecam Serangan Houthi, Rudal ke Riyadh Berhasil Dicegat

Pasukan Houthi berbaris sambil memegang senjata api./Antara-Anadolu

PortalRakyat, NEW YORK— Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengecam serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi yang menyasar fasilitas sipil. Serangan tersebut dinilai mengancam keamanan dan stabilitas kawasan.

Kecaman itu disampaikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Sekretaris Jenderal GCC Jasem Mohamed Albudaiwi dalam pertemuan di sela-sela rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat.

Pertemuan tersebut juga membahas kerja sama antara GCC dan PBB. Keduanya membicarakan upaya memperkuat kemitraan kedua lembaga demi kepentingan bersama.

Guterres dan Albudaiwi turut bertukar pandangan mengenai perkembangan terkini di kawasan. Sejumlah isu regional serta langkah-langkah yang tengah dilakukan untuk mengatasinya juga menjadi bagian pembahasan.

Dalam kesempatan tersebut, Guterres mengapresiasi pembangunan, kemajuan, dan kesejahteraan yang telah dicapai negara-negara anggota GCC.

Sekjen PBB itu juga menghargai berbagai upaya yang dilakukan GCC di tingkat regional maupun internasional untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas.

Koalisi Arab Cegat Rudal Houthi

Di sisi lain, Juru Bicara Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman Mayor Jenderal Turki Al-Malki menyampaikan perkembangan terkait serangan Houthi ke Arab Saudi.

Menurut Al-Malki, pihaknya telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang ditembakkan Houthi ke arah ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

“Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Houthi ke arah kota Riyadh pada Sabtu subuh, 19 September 2026,” ungkap Al-Malki dalam pernyataan resminya.

Al-Malki mengatakan eskalasi serangan dari milisi Houthi serta upaya kelompok tersebut menyasar warga sipil dan fasilitas umum di Riyadh menunjukkan sikap keras kepala kelompok tersebut.

Riyadh sendiri dihuni oleh lebih dari delapan juta penduduk. Al-Malki menilai tindakan Houthi yang disebutnya persisten, disengaja, dan sistematis dalam menargetkan warga serta objek sipil merupakan perilaku yang bermusuhan dan mengancam.

Serangan Juga Menyasar Sejumlah Kota

Selain Riyadh, kelompok Houthi disebut berupaya melakukan serangan serupa terhadap warga sipil dan fasilitas publik di sejumlah kota lain.

Kota yang disebut antara lain Baish, Taif, Farasan, dan Yanbu. Namun, seluruh upaya tersebut berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi.

Al-Malki mengatakan Komando Koalisi memiliki hak untuk mengambil tindakan yang dianggap sesuai terhadap upaya serangan tersebut.

“Komando Koalisi memiliki hak penuh untuk mengambil tindakan yang sesuai, sejalan dengan Hukum Humaniter Internasional, guna mencegah upaya milisi Houthi tersebut,” imbuh Al-Malki.

Perkembangan tersebut berlangsung ketika PBB dan GCC juga menyoroti pentingnya keamanan dan stabilitas kawasan dalam pertemuan tingkat tinggi di New York.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *