Ilustrasi pemilihan lurah/Produk AI
PortalRakyat, BANTUL—DPRD Kabupaten Bantul meminta lurah terpilih dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak mampu merangkul seluruh elemen masyarakat. Pesan tersebut dinilai penting agar perbedaan pilihan selama proses pemilihan tidak berlanjut menjadi persoalan setelah Pilur selesai.
Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo, mengatakan lurah terpilih nantinya tidak hanya menjadi pemimpin bagi masyarakat yang memberikan dukungan dalam Pilur. Setelah terpilih, lurah harus mampu menjadi bagian dari seluruh warga di kalurahan yang dipimpinnya.
“Yang jelas pertama, harus bisa merangkul semua elemen masyarakat yang ada di kelurahan. Entah itu yang mendukung dan tidak, karena menjadi lurah itu nantinya menjadi bagian dari seluruh, menjadi milik seluruh warga kelurahan,” kata Hanung, Senin (5/10/2026).
Menurut Hanung, kemampuan merangkul seluruh kelompok masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan di tingkat kalurahan. Lurah terpilih diharapkan tidak membedakan masyarakat berdasarkan pilihan politik mereka dalam Pilur.
Selain menjaga kebersamaan warga, lurah juga mempunyai peran dalam mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemkab Bantul. Karena itu, lurah terpilih diminta membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah agar program pembangunan di masing-masing wilayah dapat berjalan dengan baik.
“Lurah terpilih harus ikut melaksanakan ataupun berpartisipasi dalam rangka pembangunan. Ketika kami dari pemerintah daerah Kabupaten Bantul bersama Pemda memberikan program-program kegiatan, juga ikut menyukseskan,” ujarnya.
Diminta Patuhi Aturan
Hanung juga mengingatkan masyarakat dan lurah terpilih untuk tetap menaati aturan yang berlaku di tingkat kalurahan. Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut diperlukan agar penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan dapat berlangsung sesuai aturan.
Ia mengingatkan jangan sampai persoalan hukum muncul di kemudian hari hingga akhirnya mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, lurah terpilih diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, Hanung menyebut pelaksanaan Pilur serentak di 30 kalurahan secara umum berjalan lancar tanpa kendala. Setelah proses pemilihan selesai, seluruh pihak diminta dapat menerima hasil yang telah diperoleh dengan lapang dada.
Calon yang memperoleh suara terbanyak diingatkan agar tidak bersikap jumawa setelah memenangkan Pilur. Sementara itu, calon yang kalah diharapkan dapat menerima hasil pemilihan dan ikut menjaga kondusivitas masyarakat.
Perbedaan Pilihan Jangan Jadi Persoalan
Menurut Hanung, kebersamaan setelah Pilur merupakan hal penting. Perbedaan pilihan politik yang muncul selama tahapan pemilihan diharapkan tidak berkembang menjadi konflik atau persoalan di tengah masyarakat.
Lurah terpilih juga diharapkan segera membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat. Dengan demikian, pemerintahan di tingkat kalurahan dapat berjalan bersama dan program pembangunan bisa dilaksanakan serta dirasakan masyarakat secara luas.
“Kami berharap yang menang jangan jumawa, terus yang kalah juga bisa menerima hasil dari pilur tersebut. Semoga pilur ini menghasilkan lurah-lurah yang terbaik di tingkat kalurahan masing-masing,” kata Hanung.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa hasil Pilur bukan menjadi akhir dari proses membangun kebersamaan masyarakat. Setelah pemilihan selesai, seluruh elemen masyarakat diharapkan kembali bersatu dan mendukung jalannya pemerintahan serta pembangunan di kalurahan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
