Kereta Cepat Jakarta Bandung di Stasiun Halim./ Dok. KCIC\r\n
PortalRakyat, JAKARTA— Mekanisme pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh menjadi salah satu topik yang dibahas Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan saat bertemu dengan Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) Zheng Shanjie di China.
Pertemuan tersebut berlangsung ketika Luhut melakukan kunjungan ke China pada 15-18 September untuk menghadiri sejumlah agenda. Ia mengatakan pembahasan mengenai utang Whoosh perlu ditindaklanjuti agar persoalan tersebut tidak dibiarkan begitu saja.
“Saat bertemu dengan ketua Zheng Shanjie dari NDRC yang adalah teman lama, saya juga singgung mengenai kereta api cepat dan juga mengenai masalah utang Whoosh itu,” kata Luhut, Jumat (18/9/2026).
Luhut mengatakan persoalan tersebut membutuhkan tindak lanjut teknis, termasuk pembicaraan mengenai struktur pembayaran utang. Ia menyebut sejumlah pihak di dalam pemerintahan telah mengetahui persoalan tersebut.
“Karena kita tidak boleh biarkan berlalu begitu saja, yang rugi kita juga, harus ada yang ‘follow up’ teknis dan kita bicara bagaimana struktur [pembayaran utang] karena toh yang mengerjakan kemarin juga kita (di Kemenkomarves) jadi saya tahu, lalu juga Pak Airlangga Menko Perekonomian juga harus tahu, Presiden Prabowo juga sudah dikonfimasi dan menteri keuangan lalu tahu dan Menteri Keuangan Suahasil sudah tahu,” kata Luhut.
Luhut Sebut Tinggal Eksekusi
Luhut optimistis pihak-pihak terkait pembayaran utang Whoosh sudah dapat terintegrasi. Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan untuk melanjutkan proses tersebut.
“Karena Presiden sudah kasih ‘green light’ tinggal eksekusinya saja, dari Dewan Ekonomi Nasional bantu supaya cepat [disampaikan ke China] karena perkawanan [dengan pejabat China] jadi kelihatannya akan berjalan lancar,” ujar Luhut menambahkan.
Ia juga mengklaim pihak China tidak keberatan dengan mekanisme pembayaran utang Whoosh yang sedang dibahas.
“Tidak ada masalah, dan kalau kita lihat Whoosh sudah mengubah pola hidup kita karena bisa rumah di Jakarta, makan siang sudah di Bandung, bisa bolak-balik, dan bahkan banyak juga yang sudah minta keberlanjutan Whoosh sampai ke Surabaya, saya singgung juga [dalam pertemuan dengan pejabat China]’,” papar Luhut.
Keberlanjutan Whoosh
Selain membahas utang, Luhut mengatakan keberlanjutan proyek kereta cepat juga perlu mendapatkan perhatian pemerintah. Menurutnya, Presiden Prabowo perlu menunjuk menteri koordinator yang menangani keberlanjutan proyek tersebut.
“Entah AHY [Agus Harimurti Yudhoyono], atau siapa, nanti akan, melaksanakan, harus keberlanjutan begitu,” katanya.
Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menggunakan tenor pembayaran hingga 80 tahun dengan cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun. Besaran cicilan dapat berbeda dari tahun ke tahun. (
Purbaya saat itu mengatakan beban dari skema restrukturisasi tersebut relatif lebih ringan dari perkiraan sehingga masih dapat ditangani oleh Kementerian Keuangan. Pemerintah juga sebelumnya menyampaikan rencana melibatkan perusahaan special mission vehicle (SMV) atau Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan untuk mengelola utang KCJB.
Pemerintah Siapkan Pengambilalihan Saham KCIC
Pemerintah berencana mengambil alih kepemilikan 60% saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Porsi saham tersebut selama ini dikuasai konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Sementara itu, 40% saham sisanya tetap akan dipegang konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Saat ini di Kementerian Keuangan sedang berjalan due diligence dan evaluasi nilai saham terhadap saham PSBI yang akan dialihkan.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani memastikan proses pengambilalihan pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ke Kementerian Keuangan tetap berjalan meski terjadi pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.
Pergantian tersebut terjadi pada September 2026. Suahasil Nazara menggantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan.
Dengan pembahasan di tingkat pemerintah Indonesia dan komunikasi dengan pihak China, mekanisme pembayaran utang serta keberlanjutan pengelolaan Whoosh kini menjadi bagian dari tindak lanjut pemerintah terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
