KWT Mekar Lestari Kulonprogo Sulap Pekarangan Jadi Sumber Ekonomi

KWT Mekar Lestari Kulonprogo Sulap Pekarangan Jadi Sumber Ekonomi

Harian Jogja/Khairul Ma'arif – KWT Mekar Lestari saat menampilkan hasil pertanian di Jogja Agro Park belum lama ini

PortalRakyat, KULONPROGO—Keterbatasan lahan tidak menghalangi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Lestari Padukuhan Sadang, Kalurahan Tanjungharjo, Nanggulan, Kulonprogo untuk mengembangkan pertanian. Sejak berdiri pada 2017, kelompok ini memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam sekaligus mendorong kemandirian pangan dan ekonomi warga.

KWT Mekar Lestari tidak hanya menjadi wadah bagi kaum hawa agar aktif dalam kegiatan pertanian. Kelompok tersebut juga menjalankan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menggerakkan kegiatan bersama melalui pemanfaatan lahan yang terbatas.

Konsistensi tersebut mengantarkan KWT Mekar Lestari meraih Juara Harapan 1 Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas. Di sisi lain, aktivitas pertanian yang dijalankan kelompok tersebut juga berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang dikelola secara mandiri dan berkelanjutan.

Ketua KWT Mekar Lestari, Rejab, mengatakan perkembangan kelompok tidak terlepas dari konsistensi para anggota dalam mengelola pekarangan. Jumlah anggota yang semula 31 orang kini meningkat menjadi 57 perempuan yang aktif.

Menurut Rejab, salah satu daya tarik KWT Mekar Lestari adalah kiprah nyata dalam pemberdayaan masyarakat. Minat generasi perempuan muda untuk ikut bercocok tanam juga menjadi bagian dari perkembangan kelompok tersebut.

“Kegiatan kami sederhana, menanam dan terus menanam. Segala jenis sayuran dan umbi-umbian kami tanam, mulai dari cabai, terung, tomat, ubi, singkong, hingga sawi. Panen dilakukan bergiliran dan terus-menerus karena pola tanam yang diatur bergantian. Untuk kacang panjang saja, sekali musim tanam kami pernah memanen hingga 40 sampai 50 kilogram,” ujar Rejab kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).

Panen untuk Pangan hingga Pasar Tani

Hasil pertanian KWT Mekar Lestari tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga anggota. Produk yang dihasilkan juga dijual kepada masyarakat luas melalui sejumlah saluran pemasaran.

Selain memasok warung terdekat, KWT Mekar Lestari menginisiasi Pasar Tani yang digelar setiap Minggu pagi. Pasar tersebut menjadi tempat pemasaran langsung berbagai produk pertanian segar dan hasil olahan penganan lokal.

Keuntungan dari kegiatan tersebut dihimpun dan dikelola secara transparan melalui mekanisme arisan bulanan. Sebagian hasilnya dibagikan kepada anggota, sedangkan sebagian lainnya dialokasikan untuk kegiatan sosial atau sedekah.

DPRD Kulonprogo Dorong Peran Perempuan

Konsistensi KWT Mekar Lestari mendapat apresiasi sekaligus dorongan dari DPRD Kabupaten Kulon Progo. Anggota Komisi II DPRD Kulonprogo, Titik Wijayanti, mengatakan penguatan peran perempuan penting dalam pembangunan pertanian daerah.

Menurutnya, KWT merupakan wadah strategis untuk mengubah paradigma perempuan dari sekadar penonton menjadi penggerak ekonomi keluarga. Perempuan dapat terlibat mulai dari proses produksi hingga pengolahan hasil pertanian.

“Perempuan jangan hanya menjadi penonton dalam pembangunan pertanian. Melalui KWT, kita ingin kaum hawa ikut turun tangan mengelola usaha tani, mengolah hasil pertanian, hingga menciptakan nilai tambah secara ekonomi. Perempuan tidak hanya berperan di dapur, tetapi juga bisa menjadi petani, pengusaha, sekaligus penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat,” tegas Titik

Titik menambahkan keberlanjutan KWT seperti Mekar Lestari Sadang membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan pihak terkait. Dukungan tersebut, menurutnya, perlu diberikan melalui perluasan akses bantuan dan pendampingan.

“KWT harus terus didorong agar semakin produktif melalui jaminan akses pelatihan, alih teknologi pertanian, permodalan, hingga kemudahan jaringan pemasaran. Jika perempuannya berdaya, pertanian kita maju, dan keluarga tentu sejahtera,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *