Kelok 23 Diuji Coba, Bantul Siapkan Penataan Parangtritis dan Depok

Kelok 23 Diuji Coba, Bantul Siapkan Penataan Parangtritis dan Depok

Sejumlah pengendara melintas di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 di Bantul, DI Yogyakarta, Senin (14/9/2026). Ujicoba pembukaan JJLS Kelok 23 sebagai penghubung Kabupaten Bantul dan Gunungkidul tersebut dimulai pada tanggal 14 hingga 20 September 2026 pukul 06.00-18.00 WIB. Antara/Hendra Nurdiyansyah/YU\r\n

PortalRakyat, BANTUL— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul bersama Kalurahan Parangtritis mulai membahas pengembangan kawasan wisata pantai selatan setelah Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 menjalani uji coba. Namun, keterbatasan penerimaan bagi hasil retribusi membuat anggaran penataan kawasan wisata Parangtritis dan Depok pada 2027 belum dapat dialokasikan secara maksimal.

Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis, Karjana, mengatakan kondisi anggaran tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi untuk pengembangan destinasi wisata ke depan. Terlebih, keberadaan Kelok 23 berpotensi memengaruhi arus kunjungan wisatawan ke kawasan pantai selatan Bantul.

“Untuk 2027 kami belum bisa maksimal untuk penganggaran kaitannya dengan kawasan Pantai Parangtritis maupun Pantai Depok,” kata Karjana, Senin (21/9/2026).

Penerimaan Bagi Hasil Belum Genap Setahun

Karjana menjelaskan kerja sama pengelolaan TPR yang dimulai pada Juli membuat penerimaan bagi hasil sebesar 30% belum terkumpul untuk satu tahun penuh. Pada tahun pertama pelaksanaannya, penerimaan tersebut baru dihitung sekitar enam bulan.

Menurut dia, pendapatan yang diterima dalam periode tersebut masih perlu diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan operasional petugas pemungut retribusi. Karena itu, anggaran yang dapat diarahkan untuk pengembangan destinasi belum bisa dimaksimalkan.

“Yang enam bulan itu nanti tetap difokuskan pertama untuk menggaji petugas pungut untuk dalam waktu satu tahun. Untuk alokasi ke destinasi atau tempat wisata ini belum bisa maksimal,” ujarnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Pemkab Bantul dan Kalurahan Parangtritis tetap menyiapkan sejumlah program penataan serta pemeliharaan kawasan wisata. Salah satu rencana yang akan dilanjutkan adalah penataan lapak pedagang di kawasan Parangtritis dan Depok.

Pemeliharaan ikon serta fasilitas yang menjadi daya tarik wisatawan juga menjadi perhatian. Karjana menyebut perawatan dapat dilakukan secara berkala, termasuk melalui pengecatan dan pembaruan fasilitas.

Parangtritis Perlu Bersiap Menyambut Perubahan Akses

Karjana menilai penataan kawasan perlu dilakukan agar Parangtritis tetap menarik ketika JJLS Kelok 23 beroperasi penuh. Akses yang semakin terbuka dapat memberikan lebih banyak pilihan perjalanan dan destinasi bagi wisatawan.

“Ketika JJLS dibuka Parangtritis ini bisa tetap menarik dan tentu akan ada paket-paket wisata yang disiapkan biro perjalanan, makanya harus bersiap dari sekarang,” katanya.

Kelok 23 merupakan bagian JJLS yang menghubungkan Kretek di Bantul dengan Girijati di Gunungkidul. Jalur sepanjang sekitar lima kilometer itu mulai menjalani uji coba pada 14–20 September 2026. Selama masa uji coba, lalu lintas dibuka pukul 06.00–18.00 WIB dan kendaraan yang diperbolehkan melintas dibatasi hingga roda empat.

Karena itu, perubahan akses menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati dalam perencanaan pengembangan wisata. Namun, dampaknya terhadap jumlah kunjungan Parangtritis dan Depok masih perlu dilihat berdasarkan evaluasi setelah uji coba.

Pemkab dan Kalurahan Akan Koordinasi Anggaran

Terkait biaya pemeliharaan, Karjana mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Bantul untuk menghindari penganggaran ganda. Menurut dia, perawatan fasilitas dapat dilakukan secara bersama-sama, tetapi pembagian program dan pembiayaan harus disesuaikan.

“Jangan sampai anggarannya itu dobel. Ketika kalurahan menganggarkan mengecat, kemudian dinas juga menganggarkan cat, akhirnya dobel. Jadi kami akan selalu berkomunikasi,” ungkapnya.

Koordinasi tersebut diperlukan agar kegiatan yang direncanakan kalurahan dan dinas terkait saling melengkapi. Dengan pembagian program yang jelas, anggaran pemeliharaan dapat diarahkan sesuai kebutuhan masing-masing pihak.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Bantul, Istiyani, mengatakan JJLS Kelok 23 berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan. Selain menjadi jalur baru, jalan tersebut juga menawarkan pemandangan alam dari ketinggian.

Meski demikian, Dispar Bantul masih akan melihat perkembangan kunjungan setelah masa uji coba sebelum menentukan tindak lanjut program penataan.

“Program pariwisata ke depan mungkin masih akan fokus melanjutkan penataan kawasan Parangtritis dan Depok, tapi kami akan lihat dulu setelah uji coba kemarin kunjungan ke pantai seperti apa untuk melakukan tindak lanjut,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *