Film Djamin Setia Selamanya Tayang 1 Oktober, Ini Kisahnya

Film Djamin Setia Selamanya Tayang 1 Oktober, Ini Kisahnya

Film Djamin Setia Selamanya mengangkat perjuangan Djamin Ginting sekaligus membawa pesan keberanian menghadapi tantangan bagi generasi kini. /Antara.

PortalRakyat, JAKARTA— Film biopik Djamin Setia Selamanya tidak hanya mengangkat kisah perjuangan pahlawan nasional Djamin Ginting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Film tersebut juga membawa pesan tentang keberanian menghadapi tantangan dan memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi masa kini.

Sutradara Rako Prijanto mengatakan sosok Djamin Ginting menunjukkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman, mengambil risiko, serta menggunakan strategi yang tidak biasa dalam menghadapi situasi pada masanya.

“Dia berpikir visioner, melakukan strategi yang out of the box, dan berani mengambil risiko keluar dari zona nyaman. Pengambilan risiko inilah yang membuat dia menjadi seorang pahlawan nasional,” ujar Rako pada konferensi pers di Jakarta, Minggu.

Perjuangan Djamin Ginting

Djamin Ginting merupakan pahlawan nasional dan tokoh militer asal Karo, Sumatera Utara. Ia berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

Menurut Rako, keberanian Djamin dalam mengambil keputusan pada era peperangan dan sebelum kemerdekaan dapat diterjemahkan dalam kehidupan masa kini.

Ia menilai masyarakat saat ini juga memiliki bentuk perjuangan masing-masing. Karena itu, kisah Djamin dalam menghadapi tantangan dapat menjadi inspirasi untuk menentukan cara menghadapi persoalan sekaligus menyusun strategi.

“Menurut saya ini sangat relevan dengan keadaan kita saat ini juga, bahwa kita pasti ketemu dengan perjuangan kita masing-masing di era saat ini. Hanya bagaimana cara kita menghadapinya dan bagaimana cara kita memanfaatkannya, bagaimana strategi menentukan kesuksesan nantinya. Itu yang ingin saya sampaikan di film ini,” imbuhnya.

Rako kemudian mengaitkan cara Djamin menghadapi perubahan zaman dengan tantangan yang dihadapi generasi sekarang.

Jika Djamin pada masanya belajar bahasa Belanda untuk memahami situasi yang dihadapi, menurut Rako generasi sekarang perlu memahami perkembangan teknologi digital untuk membuka peluang kemajuan.

Persembahan untuk Orang Tua

Sementara itu, Riahna Djamin Ginting, anak dari Djamin Ginting, mengatakan film tersebut dibuat sebagai persembahan bagi kedua orang tuanya.

Film ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia kepada generasi mendatang.

“Tujuan kami memang ingin mempersembahkan film ini untuk orang tua kami, meskipun beliau sudah tiada. Saya bercita-cita supaya generasi yang akan datang, generasi Indonesia bisa melihat bagaimana Indonesia waktu itu berjuang-berjuangnya,” ujar Riahna.

Ia mengatakan film Djamin Setia Selamanya memiliki durasi sekitar 1 jam 50 menit. Cerita film menangkap periode perjuangan Djamin Ginting pada 1945-1948.

Menurut Riahna, film tersebut tidak dapat memuat seluruh perjalanan hidup Djamin Ginting karena keterbatasan durasi.

Meski demikian, ia berharap semangat perjuangan yang ditampilkan dalam film dapat diteruskan dan dimaknai dalam konteks Indonesia saat ini.

“Jadi kalau sekarang kita sudah merdeka. Saya minta supaya bisa tidak kita memperjuangkan Indonesia supaya lebih berkembang, lebih merasakan adil dan makmur tersebut,” katanya.

Tayang 1 Oktober

Film Djamin Setia Selamanya diagendakan tayang di layar lebar mulai 1 Oktober. Film ini mengisahkan dedikasi pahlawan nasional Letjen TNI (Purn.) Djamin Ginting, seorang pemuda asal Tanah Karo yang menjadi tokoh sentral pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Djamin lahir pada 1921. Dalam film tersebut, karakter Djamin diperankan oleh Rafi Sudirman.

Djamin mengenyam pendidikan bentukan Belanda di Handelsschool sebelum akhirnya menyadari ketidakadilan dari sistem kolonial.

Ia kemudian sempat bergabung dengan tentara Gyugun bentukan Jepang demi meraih janji kemerdekaan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *