Bahlil Tambah 4 Kapal BBM ke Bali, Target Cadangan Jadi 15 Hari

Bahlil Tambah 4 Kapal BBM ke Bali, Target Cadangan Jadi 15 Hari

Bahlil Lahadalia/Dokumen Harian Jogja

PortalRakyat, BALI—Pemerintah menambah empat kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dari Jawa ke Bali untuk mempercepat distribusi dan mengatasi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut jumlah kapal yang melayani pengiriman BBM kini menjadi tujuh unit, dari sebelumnya tiga unit.

Penambahan armada tersebut dilakukan menyusul keterlambatan pengiriman BBM yang memicu antrean di sejumlah SPBU di Pulau Dewata sepanjang pekan lalu.

“Dengan demikian, maka bisa kita melakukan uraian [antrean kendaraan di SPBU] perlahan-lahan,” katanya dalam konferensi pers di Bali yang dipantau secara daring, Senin (19/10/2026).

Cadangan BBM Bali Ditargetkan 15 Hari

Bahlil menjelaskan keterlambatan kapal pengangkut BBM dalam beberapa hari terakhir sempat mengurangi cadangan BBM di Bali untuk kebutuhan sekitar tiga hingga empat hari. Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) kemudian berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan pasokan di wilayah tersebut.

Bali memiliki dua fasilitas penyimpanan minyak, yakni Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran. Menurut Bahlil, kapasitas cadangan di Sanggaran berkisar empat hingga lima hari, sedangkan Terminal Manggis memiliki kapasitas lebih dari 11 hari.

“Jadi alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di sini [antrean BBM di Bali] sudah bisa teratasi,” kata Bahlil.

Berdasarkan hasil koordinasi terakhir, rata-rata cadangan BBM di Bali kini mencapai 11–12 hari. Pemerintah pun meminta Pertamina meningkatkan target cadangan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi berikutnya.

“Dalam rangka untuk mempercepat proses ini, saya telah meminta kepada Pertamina untuk menaikkan status [target cadangan minyak] yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari,” ujarnya.

Bahlil menegaskan pasokan BBM di Bali mulai terkendali setelah koordinasi dengan Pertamina. Meski demikian, percepatan distribusi tetap dilakukan agar keterlambatan pengiriman tidak kembali mengganggu ketersediaan BBM bagi konsumen.

Bali Perpanjang Ganjil Genap Pengisian BBM

Selain menambah armada kapal, pemerintah akan memperpanjang penerapan sistem ganjil genap untuk pengisian BBM di Bali. Kebijakan ini ditujukan untuk memperlancar pelayanan di SPBU sekaligus mencegah antrean panjang kembali terjadi.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan penerapan ganjil genap selama tiga hari terbukti membantu mengurai antrean. Hingga Senin (19/10/2026), antrean di wilayah Denpasar, Badung, dan Gianyar disebut telah menurun drastis.

“Kami akan memperpanjang pengaturan ganjil genap, mulai besok sampai hari Jumat atau Sabtu. Kalau sudah bagus akan kami evaluasi lagi,” jelas Koster, Senin.

Koster berharap persoalan kelangkaan BBM tidak kembali terjadi di Bali. Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena Bali merupakan daerah pariwisata sehingga peristiwa yang terjadi di wilayah itu cepat menjadi sorotan dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *