PortalRakyat, JOGJA—Gangguan layanan DeepSeek selama hampir lima jam pada Kamis (15/10/2026) kembali menyoroti keandalan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang digunakan masyarakat dan pelaku bisnis. Layanan percakapan serta model V4-Pro dan V4.1-Flash milik perusahaan rintisan asal Tiongkok tersebut sempat tidak bisa diakses sebelum kembali pulih sekitar pukul 13.00 waktu setempat.
Gangguan berlangsung sejak pagi, sekitar pukul 08.00 waktu Tiongkok. Insiden itu berdampak pada layanan percakapan dan akses API, yakni antarmuka yang memungkinkan pengembang menghubungkan model AI ke aplikasi atau sistem mereka.
DeepSeek belum mengungkap secara terbuka penyebab gangguan tersebut. Namun, laporan Nikkei Asia yang dikutip pada Sabtu (17/10/2026) menyebut keterbatasan sumber daya komputasi sebagai salah satu dugaan yang muncul.
Persoalan kapasitas komputasi menjadi penting bagi layanan AI karena peningkatan jumlah pengguna dapat menambah beban pemrosesan. Jika kapasitas infrastruktur tidak mampu mengimbangi permintaan, pengguna berisiko mengalami gangguan akses atau penurunan kinerja layanan.
DeepSeek Berikan Kompensasi kepada Pengguna
Selain pemulihan layanan, DeepSeek juga memberikan kompensasi kepada pengguna yang memenuhi ketentuan. Berdasarkan laporan media, perusahaan mengembalikan biaya penggunaan API selama periode 8-14 Oktober dalam bentuk kredit yang dapat dipakai untuk layanan berikutnya.
Nilai kompensasi setiap akun bergantung pada biaya penggunaan dalam periode tersebut. Media China melaporkan salah satu contoh pengembalian dana mencapai 3.000 yuan atau sekitar Rp8,1 juta, dengan asumsi kurs Rp2.698 per yuan.
Dengan skema kredit, kompensasi dapat digunakan untuk mengurangi tagihan pemakaian berikutnya. Namun, nilai tersebut bukan berarti seluruh pengguna menerima jumlah yang sama.
Gangguan DeepSeek Berulang
Gangguan pada Oktober bukan kejadian pertama yang dialami DeepSeek. Ketika meluncurkan model R1 pada Januari 2025, perusahaan tersebut juga menghadapi serangkaian masalah layanan yang berlanjut hingga Februari.
R1 sempat menarik perhatian industri teknologi karena DeepSeek mengklaim model itu mampu memberikan kinerja tinggi dengan biaya pengembangan dan penggunaan yang lebih rendah. Kehadirannya turut memicu gejolak di pasar saham teknologi sejumlah negara.
Pada 2026, gangguan kembali menjadi sorotan setelah model V4-Flash dan V4-Pro dirilis. Laporan Nikkei menyebut gangguan pada pekan ini termasuk salah satu insiden yang cukup serius.
Lonjakan penggunaan setelah peluncuran V4.1-Flash pada 10 September diduga turut menambah tekanan terhadap kapasitas layanan. Model tersebut ditawarkan dengan biaya lebih rendah sehingga berpotensi menarik lebih banyak pengguna.
Sejumlah media China juga menyoroti ketidakseimbangan antara kapasitas komputasi dan volume penggunaan, termasuk persoalan alokasi daya pemrosesan. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab langsung gangguan pada 15 Oktober.
DeepSeek Dikabarkan Siapkan Pendanaan Besar
Di tengah kebutuhan infrastruktur yang meningkat, DeepSeek dikabarkan tengah merampungkan penggalangan dana dari investor eksternal. Nilai pendanaan yang disebut dalam laporan tersebut dapat mencapai 100 miliar yuan atau sekitar Rp269,8 triliun.
Sejumlah dana investasi asal China dan raksasa internet Tencent Holdings disebut termasuk di antara calon investor. Dana tersebut diperkirakan dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan komputasi, termasuk pengadaan chip.
Pengadaan semikonduktor menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan AI di China. Amerika Serikat membatasi ekspor sejumlah chip AI berkinerja tinggi ke negara tersebut, sehingga perusahaan China perlu mengandalkan pasokan yang dapat diperoleh dari produsen dalam negeri.
Meski demikian, dugaan keterbatasan komputasi, rencana pendanaan, dan kebutuhan pembelian chip perlu dibedakan dari penyebab resmi gangguan. Hingga informasi tersebut dikonfirmasi lebih lanjut, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa keterbatasan chip secara langsung menyebabkan layanan DeepSeek terhenti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
