PortalRakyat, JOGJA—Nominasi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam kategori Association of the Year atau Asosiasi Sepak Bola Terbaik Tahun Ini di AFC Awards 2026 menuai kritik dari jurnalis investigasi asal Prancis, Romain Molina. Ia mempertanyakan keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memasukkan FAM sebagai kandidat penghargaan setelah federasi tersebut terseret kasus dokumen kewarganegaraan tujuh pemain.
Molina dikenal sebagai jurnalis investigasi independen yang pernah menulis untuk sejumlah media internasional, termasuk The Guardian, The New York Times, dan BBC. Kali ini, sorotannya tertuju pada nominasi FAM yang dinilainya tidak sejalan dengan persoalan disiplin yang melibatkan federasi sepak bola Malaysia tersebut.
Dalam unggahan di akun X pribadinya, Molina menyampaikan kritik keras terhadap AFC. Ia mempertanyakan alasan FAM masih dipertimbangkan untuk menerima penghargaan asosiasi terbaik setelah keputusan terkait kasus tujuh pemain naturalisasi.
“AFC sungguh konyol: Bagaimana mungkin Asosiasi Sepak Bola Malaysia bisa masuk dalam daftar kandidat peraih penghargaan Association of the Year, padahal pada 2025 mereka terbukti bersalah karena memalsukan kewarganegaraan tujuh pemain?” tulis Molina.
Ia kemudian menambahkan, “Seolah-olah korupsi dan tindakan melanggar aturan justru mendapat dukungan.”
CAS Tolak Banding FAM dalam Kasus Tujuh Pemain
Kasus yang disinggung Molina berkaitan dengan keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) pada 5 Maret. Dalam putusan tersebut, CAS menolak banding FAM terhadap denda sebesar CHF350.000 atau sekitar Rp7,6 miliar.
CAS juga memodifikasi hukuman larangan bermain selama 12 bulan yang dijatuhkan kepada tujuh pemain terkait kasus tersebut. Mereka adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Meski demikian, sanksi larangan bermain itu hanya berlaku untuk pertandingan kompetitif resmi. Hukuman tersebut tidak mencakup seluruh aktivitas sepak bola para pemain.
Kasus ini menjadi latar belakang kritik Molina terhadap keputusan AFC mencantumkan FAM dalam nominasi Association of the Year. Menurut kritiknya, pencalonan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pertimbangan yang digunakan AFC dalam menentukan kandidat penerima penghargaan.
Nominasi FAM Menjadi Sorotan
Masuknya FAM dalam daftar kandidat penghargaan asosiasi terbaik AFC memicu perhatian karena federasi tersebut sebelumnya menghadapi proses hukum olahraga terkait kasus tujuh pemain.
Molina menyoroti kontras antara sanksi yang dijatuhkan dalam kasus tersebut dan pencalonan FAM untuk penghargaan tingkat Asia. Namun, kritik yang disampaikan Molina merupakan pandangannya terhadap keputusan AFC, bukan pernyataan resmi mengenai alasan federasi itu menetapkan nominasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
