PortalRakyat, SEMARANG—Sekitar 600 truk yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, membutuhkan peremajaan. Sebagian armada tersebut bahkan telah berusia hingga 40 tahun, sehingga aspek keselamatan dan biaya perawatan menjadi perhatian pengusaha angkutan.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Supriyono, mengatakan truk yang berusia lebih dari 20 tahun memiliki risiko lebih tinggi ketika melintas di jalan raya. Selain itu, biaya perbaikan truk tua berpotensi lebih besar dibandingkan armada yang usianya lebih muda.
“Sehingga kita mendorong untuk para pengusaha, bisa memperbarui ataupun meremajakan armadanya,” kata Supriyono seusai APTRINDO Truck EXPO 2026 di Lapangan Parkir Hotel Patra Semarang, Rabu (14/10/2026) malam.
Berdasarkan catatan Aptrindo Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, sekitar 60% dari total 1.000 unit truk perlu diremajakan. Usia armada tersebut berkisar 20 hingga 40 tahun.
Supriyono menyoroti kondisi sejumlah truk tua yang dinilai berisiko, terutama terkait fungsi pengereman. Kondisi itu menjadi salah satu alasan perlunya pembaruan armada.
“Truk tua-tua itu yang kita khawatirkan, remnya [istilahnya] Senin-Kamis. Jadi perlu peremajaan,” ucapnya.
Harga Truk Baru Jadi Kendala Pengusaha
Meski peremajaan dibutuhkan, pengusaha masih menghadapi kendala biaya untuk mengganti armada lama dengan truk baru. Menurut Supriyono, pembelian secara tunai tidak selalu memungkinkan, sedangkan pembelian dengan angsuran harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing pengusaha.
“[Kendala selama ini] tentunya biaya. Tunai pasti enggak punya duit. Angsuran? Perlu dihitung kemampuannya. Karena harga truk baru itu mahal, kepalanya saja bisa Rp800.000.000 sampai Rp1,12 miliar,” sambungnya.
Untuk mempertemukan kebutuhan pengusaha dengan pilihan armada baru, APTRINDO Truck EXPO 2026 menghadirkan sejumlah merek truk ternama. Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan produk yang dapat dipertimbangkan pengusaha dalam meremajakan kendaraan operasionalnya.
Namun, keputusan pembelian tetap bergantung pada kemampuan finansial pengusaha. Tingginya harga kendaraan menjadi pertimbangan penting di tengah kebutuhan untuk meningkatkan kondisi armada yang sudah berusia puluhan tahun.
Pelaku Industri Optimistis dengan Pasar Jawa Tengah
Sementara itu, Marketing MC Group Semarang, Arifin, menilai pasar truk di Semarang masih memiliki peluang besar. Dalam Truck EXPO 2026, pihaknya menampilkan truk tipe H3000S 4×2 yang diklaim sesuai dengan kondisi medan di Jawa Tengah.
“Pasar Semarang masih sangat positif. [Harga unit yang ditawarkan?] Up mulai Rp700 jutaan,” kata Arifin.
General Manager Sales Lancarjaya Nusantara Enjiniring, Denny Liyadi, juga menilai pasar truk di Jawa Tengah masih terbuka untuk pemasaran unit. Menurut dia, wilayah tersebut memiliki kontribusi besar terhadap pasar truk di Pulau Jawa.
“Jadi kalau untuk market di Indonesia, Pulau Jawa sendiri, Jawa Tengah itu mungkin memakan marketnya 40% dari kontribusinya,” kata Denny.
Peluang pasar tersebut hadir bersamaan dengan kebutuhan peremajaan armada di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Meski demikian, harga truk baru dan kemampuan pembiayaan masih menjadi faktor yang perlu diperhitungkan pengusaha sebelum mengganti kendaraan lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
