Gapura Pantai Baru Usung Ikon Udang dan Kepiting, Ditargetkan Rampung November

Gapura Pantai Baru Usung Ikon Udang dan Kepiting, Ditargetkan Rampung November

Pekerjaan tengah menyelesaikan proses pembangunan gapura di Pantai Baru, Srandakan, Bantul, Sabtu (10/10/2026) / Harian Jogja-Yosef Leon

PortalRakyat, BANTUL—Pembangunan gapura sekaligus tempat pemungutan retribusi (TPR) Pantai Baru, Srandakan, Bantul, masih berlangsung. Selama pengerjaan pintu masuk tersebut, pelayanan retribusi wisata sementara dipindahkan ke area timur, sementara pengunjung disebut masih dapat mengakses kawasan pantai melalui empat titik.

Koordinator TPR Pantai Barat Bantul, Suta Akhir, mengatakan pekerjaan saat ini masih berfokus pada pembangunan pintu masuk. Empat akses yang difungsikan sebagai jalur keluar-masuk meliputi kawasan paling barat di Muara Pantai Baru menuju Pandansimo, pintu utama, akses ke Kampung Nelayan Merah Putih, serta jalur paling timur.

“TPR sementara dipindah ke area timur. Namun, pengunjung masih masuk melalui empat lokasi yang menjadi pintu keluar,” kata Suta, Sabtu (10/10/2026).

Suta memperkirakan pengerjaan gapura membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Ia berharap bangunan baru tersebut dapat menjadi ikon yang menarik perhatian wisatawan saat berkunjung ke Pantai Baru.

Pembangunan Gapura Ditargetkan Rampung November

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, menjelaskan pembangunan gapura Pantai Baru telah dimulai sejak Agustus 2026. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada November 2026.

Menurut Saryadi, pembangunan itu bukan menggunakan anggaran Dinas Pariwisata Bantul. Pekerjaan dilaksanakan oleh pengelola Pantai Baru dengan memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Rencananya empat bulan selesai dibangun,” kata Saryadi.

Keterangan mengenai durasi pengerjaan juga disampaikan Suta, yang memperkirakan proyek berlangsung sekitar tiga bulan. Sementara itu, Saryadi menyebut pembangunan dimulai pada Agustus dan ditargetkan selesai pada November 2026.

Gapura Terintegrasi dengan TPR dan Parkir

Bangunan baru tersebut dirancang tidak hanya sebagai penanda kawasan wisata. Gapura juga akan terintegrasi dengan tempat pemungutan retribusi wisata dan parkir sehingga dapat mendukung pengaturan akses serta pelayanan kepada pengunjung.

Integrasi tersebut menjadi bagian dari fungsi fasilitas yang dibangun di pintu masuk Pantai Baru. Dengan penggabungan fungsi gapura dan tempat pemungutan retribusi, bangunan itu dirancang untuk menunjang kegiatan pelayanan wisata.

Saryadi menjelaskan desain gapura mengangkat potensi wisata kuliner makanan laut yang menjadi salah satu daya tarik Pantai Baru. Unsur udang dan kepiting dipilih sebagai simbol untuk memperkuat identitas kawasan wisata tersebut.

Menurut Saryadi, desain gapura dibuat oleh pihak pengelola pantai dengan mengusung tulisan “Pusatnya Seafood Jogja”. Konsep itu menggambarkan karakter Pantai Baru yang dikenal dengan sajian kuliner hasil laut.

Pengelola Berharap Fasilitas Baru Menunjang Pelayanan

Selain menjadi ikon kawasan wisata, pembangunan gapura juga berkaitan dengan kebutuhan pelayanan retribusi. Fasilitas baru tersebut diharapkan mendukung kenyamanan petugas saat menjalankan tugas sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan.

Saryadi mengatakan pembangunan gapura berkaitan dengan kebijakan penarikan retribusi yang baru. Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat menunjang pelaksanaan pelayanan di kawasan Pantai Baru.

“Dengan kebijakan penarikan retribusi yang baru tentu ini sekaligus jadi fasilitas penunjang agar petugas nyaman dan wisatawan juga senang,” pungkas dia.

Selama pembangunan masih berjalan, pelayanan retribusi sementara ditempatkan di area timur. Pengunjung juga perlu memperhatikan pengaturan akses yang berlaku di lokasi selama pekerjaan pintu masuk berlangsung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *