Data Center BDx Jatiluhur Disetop, Ekonom Soroti Kepastian Investasi

Data Center BDx Jatiluhur Disetop, Ekonom Soroti Kepastian Investasi

Data center BDx Jatiluhur disetop sementara. Ekonom menyoroti kepastian regulasi, kebutuhan air, listrik, dan keberlanjutan investasi. /Bisnis

PortalRakyat, JAKARTA— Penghentian sementara pembangunan data center milik BDx di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, menjadi sorotan karena proyek pusat data membutuhkan kepastian perizinan, regulasi, sekaligus keberlanjutan sumber daya. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga pengembangan industri data center dan iklim investasi di Indonesia.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan kebutuhan data center di Indonesia berpotensi terus meningkat seiring pertumbuhan pengguna internet dan berkembangnya berbagai platform digital.

“Pengguna internet ini semakin tahun semakin tumbuh pesat. Mereka semakin membutuhkan platform digital yang berbeda-beda. Akhirnya, kebutuhan akan data center sebagai tempat menyimpan data, akan meningkat juga. Pembangunan data center diperkirakan akan semakin masif ke depan,” kata Huda kepada Bisnis pada Kamis (1/10/2026).

Menurut Huda, pertumbuhan pembangunan data center perlu dibarengi dengan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Operasional fasilitas tersebut membutuhkan energi dalam jumlah besar, termasuk air untuk sistem pendingin dan listrik.

Ia menilai pemenuhan kebutuhan air dan listrik perlu memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Sumber air yang digunakan, menurutnya, harus dipastikan tidak mengganggu ekosistem, sedangkan kebutuhan listrik sebaiknya dipenuhi dari energi baru terbarukan (EBT).

Kepastian Regulasi Jadi Perhatian Investor

Selain ketersediaan sumber daya, Huda menilai kepastian regulasi menjadi salah satu faktor yang akan diperhatikan investor. Salah satunya berkaitan dengan aturan mengenai lokalisasi data pribadi.

Menurutnya, penciptaan pasar domestik menjadi salah satu kunci untuk mendorong investasi di sektor data center. Kewajiban pengolahan dan penyimpanan data masyarakat di dalam negeri berpotensi meningkatkan kebutuhan kapasitas data center domestik.

“Artinya, platform yang beroperasi di Indonesia, dengan treshold tertentu menjalankan operasional usahanya di Indonesia. Itu akan membuat kebutuhan data center di dalam negeri akan meningkat. Bagi investor, itu potensi cuan bagi mereka,” kata Huda.

Huda menilai peningkatan kebutuhan data center pada akhirnya membuka peluang ekonomi bagi investor. Namun, peluang tersebut perlu berjalan beriringan dengan kepastian regulasi dan tata kelola sumber daya agar pembangunan pusat data dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Proyek Data Center BDx Jatiluhur

Pembangunan data center milik BDx di kawasan Jatiluhur, Purwakarta, sebelumnya mendapat perhatian terkait kebutuhan air untuk operasional fasilitas tersebut. Proyek AI Campus 2 (CGK4) itu direncanakan memiliki kapasitas hingga 640 megawatt (MW) dan berlokasi sekitar lima kilometer dari Waduk Jatiluhur.

Proyek tersebut juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov Jabar menyatakan pembangunan dihentikan sementara karena sejumlah persyaratan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), masih dalam proses.

Peletakan batu pertama proyek dilakukan pada 22 September 2026. Kemudian, setelah inspeksi mendadak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 28 September 2026, pekerjaan konstruksi dihentikan sementara.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyebut pembangunan belum dapat dilanjutkan sebelum persyaratan tersebut dipenuhi. Dedi juga meminta kajian proyek dibuka kepada masyarakat, terutama terkait potensi kebisingan dan penggunaan air Waduk Jatiluhur.

Dalam pengembangan berikutnya, kebutuhan air proyek diperkirakan mencapai 384 liter per detik atau sekitar 33.000 meter kubik per hari. Sementara itu, dengan kapasitas listrik 640 MW, fasilitas tersebut apabila beroperasi penuh sepanjang tahun dapat mengonsumsi listrik hingga sekitar 5,6 terawatt-jam (TWh) per tahun.

Besarnya kebutuhan air dan listrik tersebut membuat aspek keberlanjutan sumber daya menjadi bagian penting dalam pengembangan data center, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *