Krisna Septiana Lolos Final Asian Games 2026, Ini Sistem Kualifikasi Kano Slalom

Krisna Septiana Lolos Final Asian Games 2026, Ini Sistem Kualifikasi Kano Slalom

Ilustrasi, Krisna Septiana memacu perahunya pada final man kayak (MK1) PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Waduk Keuliling Indrapuri, Aceh Besar, Aceh. Antara/Budi Candra Setya/pras.

PortalRakyat, JAKARTA— Atlet kano slalom Indonesia Krisna Septiana memastikan tiket final nomor kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski hanya menempati peringkat ke-15 pada babak semifinal di Yahagigawa Canoe Slalom Course, Rabu (30/9/2026).

Krisna mencatat total waktu 210,76 detik. Catatan tersebut merupakan hasil dari waktu tempuh 152,76 detik ditambah penalti 58 detik. Dalam hasil resmi pertandingan, atlet Indonesia itu tercatat dengan status Q (qualified) atau lolos ke final.

Posisi ke-15 tidak menghalangi Krisna melaju karena sistem kelolosan tidak semata-mata ditentukan berdasarkan peringkat keseluruhan pada semifinal. Tiket final diberikan kepada wakil terbaik dari masing-masing Komite Olimpiade Nasional (NOC).

Krisna Jadi Wakil Indonesia di Final

Sistem tersebut membuat persaingan perebutan tiket final tidak hanya bergantung pada posisi akhir seluruh peserta. Jepang, misalnya, menempatkan Yuuki Tanaka di posisi pertama dan Kazuya Adachi di urutan ketiga, tetapi hanya Tanaka yang memperoleh status lolos.

Hal serupa terjadi pada China. Hu Zhaoshan berada di posisi kedua dan mendapatkan tiket final, sedangkan Quan Xin yang menempati peringkat keempat tidak lolos.

Pola yang sama juga berlaku bagi Kazakhstan, Thailand, India, dan Korea Selatan. Negara-negara tersebut memiliki lebih dari satu atlet pada semifinal, tetapi hanya wakil dengan posisi terbaik yang memperoleh tiket final.

Dengan sistem tersebut, Krisna tetap mengamankan tempat di final sebagai wakil Indonesia meski berada di urutan ke-15 semifinal.

Lembar hasil resmi mencantumkan sebanyak 11 wakil yang mendapatkan tiket menuju final. Namun, atlet Mongolia Odjargal Batsukh tidak memulai perlombaan atau DNS (did not start) sehingga hanya 10 atlet yang berstatus lolos.

Tanaka Tercepat di Semifinal

Yuuki Tanaka menjadi atlet tercepat pada semifinal kayak tunggal putra. Wakil Jepang itu membukukan total waktu 91,71 detik setelah menyelesaikan lintasan dalam 89,71 detik dan memperoleh penalti dua detik.

Hu Zhaoshan dari China berada di posisi kedua dengan total waktu 92,41 detik tanpa penalti. Sementara itu, Kazuya Adachi menempati urutan ketiga dengan catatan 94,08 detik, tetapi tidak melaju ke final karena Tanaka menjadi wakil Jepang dengan hasil yang lebih baik.

Dalam nomor kano slalom, hasil akhir ditentukan dari kombinasi waktu tempuh dan penalti. Berdasarkan aturan ICF, atlet mendapat tambahan dua detik apabila menyentuh gerbang, sedangkan kegagalan melewati gerbang dengan benar dikenai penalti 50 detik.

Putu Santhi Juga Lolos Final

Selain Krisna Septiana, atlet kano slalom Indonesia Putu Santhi juga memastikan tempat di final nomor kano tunggal putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Putu mengamankan tiket final setelah menempati peringkat ketujuh pada semifinal di Yahagigawa Canoe Slalom Course, Rabu (30/9/2026). Ia mencatat total waktu 160,47 detik dari waktu tempuh 156,47 detik serta tambahan penalti empat detik.

Dalam hasil resmi pertandingan, Putu tercatat berstatus lolos ke final.

Sistem kelolosan pada nomor putri juga mempertimbangkan batas satu atlet terbaik dari setiap Komite Olimpiade Nasional (NOC). Hal tersebut terlihat dari Jepang yang menempatkan Aki Yazawa di posisi kelima dan Haruka Okazaki di urutan keenam, tetapi hanya Yazawa yang memperoleh tiket final.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *